Keindahan Tersembunyi di Taman Laut 17 Pulau Riung


Perjalanan menuju Taman Laut 17 Pulau Riung dari Bukit Weworowet ternyata masih cukup lama, disepanjang jalan disuguhi tumbuhan ilalang kering dan sesekali lahan kebun.  Jalanan aspal di daerah ini nggak sepenuhnya mulus, ketika bis mulai melewati rumah-rumah warga, ada sedikit “pencerahan” mengenai daerah ini, karena sepanjang jalan sebelumnya nggak melihat sama sekali pemukiman warga.

Perpaduan jalanan aspal yang sedikit rusak dan jalanan tanah sukses membuat bis bergoyang dan kondisi badan yang sudah duduk selama 4 jam dari Ende cukup membuat saya “oleng” alias capek.

Taman Laut 17 Pulau Riung

Sore itu selepas meletakkan barang-barang di kamar hotel, saya dan teman-teman mencoba berkeliling di area sekitar hotel, yaitu pasar. Blusukan ke dalam pasar di suatu tempat asing memang menyenangkan, disini saya bisa melihat beragam karakter warga dan bisa mengetahui keramahan warganya.

Kebetulan saya kekurangan celana untuk ganti, akhirnya saya menemukan pedagang celana kolor dan sampai sekarang celananya masih awet, prestasi luar biasa. Yang membuat saya nggak menyangka adalah pedagang disini kebanyakan pendatang dari Pulau Jawa, seperti pedagang celana ini. Begini ya kalau mencari rezeki sampai jauh dari tanah kelahiran.

Malam hari nggak ada yang bisa dilakukan selain pergi ke café, karena geliat café paling ramai ketika malam hari, terlihat banyak turis asing yang sekedar nongkrong sambil nge-bir dan bercengkrama dengan turis asing lainnya. Sedangkan rombongan saya, asik menikmati sajian makan malam di salah satu resto yang masaknya juga lama, karena banyak pesanan pengunjung.

Island Hopping di Taman Laut 17 Pulau Riung
Sedikit informasi mengenai Taman Laut 17 Pulau Riung ini, yaitu merupakan kawasan taman laut dengan gugusan pulau-pulau kecil dan besar yang memanjang dari Toro Padang disebelah barat hingga Pulau Pangsar disebelah timur dan semua pulaunya tidak berpenghuni.

Meskipun bernama 17 Pulau, sebenarnya disini terdapat 24 pulau-pulau kecil yang indah. Nama “tujuh belas” diberikan sebagai pengingat Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati pada tanggal 17 Agustus 1945.

Taman Laut 17 Pulau Riung

Pulau utama disini ada Pulau Ontoloe (pulau terbesar), Pulau Pau, Pulau Borong, Pulau Dua, Pulau Kolong, Pulau Lainjawa, Pulau Besar, Pulau Halima (Pulau Nani), Pulau Patta, Pulau Rutong, Pulau Meja, Pulau Bampa, Pulau Tiga, Pulau Tembaga, Pulau Taor, Pulau Sui dan Pulau Wire.

Paginya saya bersiap untuk Island Hopping, disepanjang jalan menuju dermaga, saya melihat beberapa rumah panggung khas warga Bajo, yup di daerah Riung ini ada kampung Bajo juga, dan saya baru tahu. Pagi hari jam 5 di dermaga ini cuaca sudah cerah dan udaranya segar banget, benar-benar daerah yang bebas polusi.


Taman Laut 17 Pulau Riung
Rumah panggung Bajo

Taman Laut 17 Pulau Riung
Pagi di dermaga
Taman Laut 17 Pulau Riung

Saya nggak hafal nama-nama pulau yang dilintasi oleh kapal sewaan ini, tujuan rombongan saya hanya ke beberapa pulau saja, karena sehari nggak bakalan cukup untuk explore Taman Laut di Riung ini. Seingat saya, tujuan pertama yang disinggahi adalah pulau Bidadari, sebutan pulau-pulau disini benar-benar susah diingat.

Kapal yang membawa rombongan saya nggak bisa dekat dengan daratan, jadi untuk menuju daratan, semua penghuni kapal termasuk saya harus berenang. Perjuangan banget dari kapal untuk sampai ke daratan, maksud hati renang dengan arah lurus, tiba-tiba bisa ke arah lainnya, ini karena arus bawah laut kencang banget. Kalau dilihat dari atas kapal terlihat biasa saja, setelah nyebur, widihhh ampun.

Taman Laut 17 Pulau Riung

Perjalanan yang cukup jauh dari dermaga tadi ke pulau ini, nggak sadar kalau waktu sudah tengah hari dan terik banget, memang paling pas kalau dipulau nggak berpenghuni ini hanya diisi dengan foto-foto saja. Pasir putih dan gradasi warna biru lautnya benar-benar membuat saya pengen gegoleran dan bersantai.

Puas di pulau ini, perjalanan dilanjutkan kembali dengan menyambangi pulau Kalong, kata pak nelayan di pulau ini bakalan muncul banyak kelelawar jika dibunyikan suara-suara “pemanggil” kerumunan kelelawar oleh pak nelayan, karena nelayan disini lebih jago daripada kita.

Taman Laut 17 Pulau Riung
Pulau Kalong,  kelelawarnya muncul perlahan-lahan, dari dikit lalu tiba-tiba bergerombol banyak
Taman Laut 17 Pulau Riung

Ketika saya berkeliling di kawasan Taman Laut 17 Pulau Riung ini, saya hanya bisa mengagumi bukit-bukit hijau yang memanjang ditengah laut. Dan saat itu saya nggak kepikiran kalau bukit ini hampir sama dengan bentuk bukit-bukit di Kepulauan Komodo, karena Komodo adalah destinasi terakhir dihari kesekian trip Flores Overland dari timur ke barat ini. Sedangkan destinasi selanjutnya setelah 17 Pulau Riung masih banyak yang akan dihampiri.

Taman Laut 17 Pulau Riung


Akses Taman Laut 17 Pulau Riung
Keesokan harinya, saya sudah check-out hotel dan bersiap untuk meninggalkan Kecamatan Riung. Rute perjalanan pulang tentu berbeda dengan rute kedatangan, karena tujuan saya selanjutnya adalah ke Kabupaten Bajawa.

Rute perjalanan ini adalah rute ekstrim yang saya lalui, bis kecil bermuatan kapasitas sekitar 30-40 tempat duduk ini melaju disamping bukit dan sisi satunya adalah jurang, kondisi jalan yang nggak rata dan berliku membuat saya sebagai orang baru di daerah ini cukup deg-degan juga. 

Masih mending kalau jalannya lurus saja dan berliku, karena yang membuat seisi bis diam adalah ketika melewati jalan tanjakan yang cukup tinggi dan jalanannya langsung belok, sedangkan disisi berlawanan tidak bisa terlihat ada kendaraan karena tikungan jalan tadi, dan jalanan kecil ini saja hampir dikuasai oleh badan bis.

Tidak mengherankan jika Taman Laut 17 Pulau Riung ini masih sepi dari kunjungan wisatawan, karena akses kesana yang cukup menantang dan jauh dari pusat kota.

Ada baiknya jika teman-teman akan mampir ke Pulau Riung mending sewa guide asli Flores yang sudah mengenal dengan baik rute jalan, kondisi jalan dan situasi setempat, karena disini jarang terlihat petunjuk jalan. Dan kalau pengen diving, bisalah Pulau Riung ini dijadikan jujugan teman-teman juga.




Referensi :

18 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Sehat Dulu, Traveling Kemudian


Setiap mengalami pergantian tahun, biasanya di dalam diri bawaannya selalu bahagia karena nggak sabar untuk mewujudkan keinginan yang sudah direncanakan sebelumnya atau bahasa kerennya adalah resolusi. Saya kira nggak hanya saya saja yang menginginkan resolusi itu tercapai, pasti teman-teman pembaca blog saya juga berharap demikian.

Awal tahun yang sudah saya rencanakan jauh sebelumnya dengan trip hampir seminggu lamanya nggak disangka akan gagal begitu saja. Bulan Februari 2020, dunia digemparkan dengan munculnya virus Corona atau Covid-19 di kota Wuhan, China. Berganti bulan yaitu pada bulan Maret 2020, Indonesia kembali dikejutkan dengan munculnya 2 orang yang positif tertular virus Corona  dan hal ini menyebabkan kehebohan di Negara sendiri. 


Covid Test Surabaya

Di bulan Maret inilah pikiran saya bisa dibilang “agak stress”, yaitu memutuskan untuk berangkat atau nggak ke Negara tujuan dan akhirnya saya memilih merelakan trip ini gagal, untuk sementara waktu.

Munculnya Covid-19
Pasti teman-teman sudah mengetahui yang dimaksud dengan Virus Covid-19 ini, yaitu virus yang menyerang sistem pernafasan dan virus ini bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernafasan tersebut, infeksi paru-paru yang berat hingga kematian.

Selain virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini yaitu virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meskipun disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, akan tetapi virus-virus ini memiliki perbedaan dalam hal kecepatan penyebaran dan tingkat keparahan gejala.

Banyaknya pemberitaan mengenai wabah ini, masyarakat sudah nggak asing dengan gejala ringan yang bisa ditimbulkan dari orang yang terinfeksi Covid-19, yaitu seperti demam dengan suhu tubuh diatas 38 derajat Celsius, batuk kering, sakit tenggorokan, merasa nggak enak badan dan sesak nafas. Gejala-gejala ini umumnya akan muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar Virus Corona. Dan beberapa virus Covid-19 ini dapat menyebabkan gejala yang parah, infeksinya bisa berupa menjadi bronchitis dan pneumonia.

Bahkan nih, di kantor teman saya, siapapun yang mengalami flu malah disuruh balik pulang, kantor nggak mau tahu dia kena flu karena kebanyakan begadang atau memang karena terpapar virus Corona. Tingkat ketakutan masyarakat sudah memasuki level tinggi, iya gimana nggak takut kalau akibatnya saja yang paling parah bisa menyebabkan kematian.

Siap Siaga Hadapi Covid-19
Dugaan pertama kali mengenai penyebaran Covid-19 adalah ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, lambat laun diketahui penyebarannya juga menular dari manusia ke manusia. Dan seseorang bisa tertular virus ini dengan berbagai cara seperti :

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah atau droplet yang keluar saat penderita Covid-19 batuk atau bersin
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan droplet penderita Covid-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita Covid-19

Kabar berita juga menginformasikan jika imunitas tubuh seseorang juga mempengaruhi apakah virus ini mampu “masuk” ke dalam tubuhnya atau tidak. Jika imun tubuh lagi baik, si virus nggak bakalan sampai “masuk” ke dalam tubuh. Bisa dipastikan dalam waktu sekejap, di kantor saya pun banyak yang membawa vitamin atau suplemen tubuh tambahan untuk tetap menjaga daya tahan tubuh begitu juga dengan keluarga saya sendiri yang nggak lupa mengingatkan saya untuk konsumsi vitamin C.

Covid Test Surabaya


Mencoba Berdamai dengan Covid-19
Beberapa waktu lalu, pemerintah menggembor-gemborkan era “New Normal” dan saya harus belajar berdamai dengan keadaan seperti ini. Dari memakai masker kemanapun dan dimanapun, membawa hand sanitizer sampai menjaga jarak di tempat umum.

Eits, nggak hanya di kantor saya saja yang membuat peraturan untuk sering-sering memakai hand sanitizer atau menggunakan masker. Di pusat perbelanjaan juga memberlakukan aturan ini, mereka harus menyediakan dan bahkan membuat baru wastafel cuci tangan di dekat pintu masuk mall.
* * * 
Seperti biasa, lagi asik ngomongin soal traveling, teman saya yang tinggal di Surabaya bercerita kalau dia sudah mengikuti serangkaian covid test lengkap dan menghabiskan nominal uang yang nggak sedikit. Waktu itu Surabaya memang lagi disorot karena penyebarannya yang sangat cepat, karena teman saya mengalami demam parah akhirnya dia berinisiatif untuk memeriksakan dirinya. Covid test Surabaya saat ini mudah dilakukan oleh masyarakat umum dan lagi-lagi nggak harus keluar rumah dulu untuk membuat janji dengan pihak rumah sakit.

Sebelum keluar rumah sudah parno duluan pastinya ya, nanti diperjalanan gimana kan ketemu banyak orang. Saya iseng buka aplikasi kesehatan yang sebelumnya pernah saya gunakan untuk konsultasi dengan dokter kulit, dan ternyata ada perkembangan baru, yaitu pengguna aplikasi Halodoc bisa membuat janji dengan rumah sakit tujuan untuk melaksanakan test Covid-19 ini

Covid-19 Rapid test yang digagas oleh Halodoc, untuk sistem pembayarannya dibuat sesimple mungkin, pastinya hal ini untuk meminimalisir kontak langsung dengan petugas rumah sakit. Masyarakat yang akan melakukan test hanya bisa melakukan pembayaran dengan GoPay. Baik di aplikasi ataupun website Halodoc, sistemnya dibuat user friendly, peserta test seperti saya pun juga bisa membuat janji kapan akan melakukan test, bisa pilih waktu pagi hari atau siang hari berikut jam testnya.


Covid Test Surabaya

Sekarang kalau ada teman-teman yang mengalami gejala mirip seperti Covid-19 nggak ada salahnya untuk mencoba konsultasi dulu melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui diagnosis awal.

Dan yang paling penting, tetap jaga pola makan yang sehat dan harus membiasakan menjaga kebersihan diri juga, apalagi setelah keluar rumah. Semoga pandemi ini segera tuntas ya biar kita semua bisa traveling bebas kemana-mana. 


6 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Bukit Weworowet di Nagekeo


Saya mau mengenang lagi soal tanah Pulau Flores. Iseng membuka album tag foto di facebook, ingatan saya kembali dibawa ke suatu tempat yang cantiknya luar biasa.

Perjalanan dari Ende untuk menuju Riung akan melewati Kota Mbay, yang merupakan ibukota Kabupaten Nagekeo. Untuk masuk ke wilayah Nagekeo ini, dari Ende rasanya lama sekali, mungkin 2 jam, itupun di dalam bis tiba-tiba saya tertidur lalu melek lagi, tertidur lagi, begitu terus.

Bukit Weworowet Nagekeo

Nah, ketika kendaraan saya melintasi perbukitan yang tampak gersang tapi cantik, otomatis mata langsung terbuka lebar. Rombongan saya nggak ada yang tahu nama bukit ini, otomatis kita langsung meminta driver yang asli orang Flores untuk berhenti. Anak kota melihat view secakep ini langsung berhamburan turun dari bis hahaha

Bukit Weworowet Nagekeo

Bukit Weworowet Nagekeo
Foto diambil dari dalam bis
Setelah sekian lama memori soal bukit cantik ini saya simpan, nggak sengaja lagi blogwaking ke blognya mbak Tuteh, blogger Flores. Dari sinilah saya mengetahui kalau nama bukit ini adalah Bukit Weworowet.

Yang terlintas di otak saya ketika pertama kali melihat bukit ini adalah mirip seperti lokasi syuting film fiksi besutan luar negeri seperti The Hobbit.

Dan saya sendiri lupa pernah pose dari beberapa foto ini, kalau nggak sengaja buka album tag foto dari teman-teman saat itu. Biasanya kalau perginya rame-rame, foto diri suka nangkring di kamera teman yang lain dan kadang juga nggak ketransfer kan.

Bukit Weworowet Nagekeo

Bukit Weworowet Nagekeo
Fokus ke bukitnya aja. Entahlah pose apa, maunya tiduran di ilalangnya
Gimana bukitnya, cakep bener ya. Saking sukanya sama view bukit ini, foto saya dengan latar belakang bukit Weworowet sampai awet jadi wallpaper di komputer kantor hahaha.



35 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Sore di Hotel Dialoog Banyuwangi


Kalau mau mencari tempat untuk sekedar refreshing atau nongkrong di Banyuwangi sudah pasti banyak, sekarang di kota Banyuwangi makin bertebaran tempat-tempat kece, apalagi sejak pemugaran sekitaran Pantai Boom yang dibangun dengan penambahan arsitektur dibagian dermaga membuat kawasan ini semakin instagenic.

Kali ini saya lagi nggak ingin ke Pantai Boom, mungkin karena sudah terlalu sering juga *sombong* hahaha. Sore ini saya hanya ingin ngemil cantik di restoran hotel Dialoog Banyuwangi.

Hotel Dialoog Banyuwangi

Letak restoran di hotel Dialoog berada dibagian belakang alias bersisihan dengan Selat Bali. Memang paling oke kalau kesini diwaktu sore, sekalian bisa melihat sunset. Meskipun langit sore ketika saya datang kurang cerah, tapi nggak membuat hasil foto-foto disini bertambah jelek, justru foto siluet yang dihasilkan semakin bagus.

Hotel Dialoog Banyuwangi
Pulau Bali dan Selat Bali

Hotel Dialoog Banyuwangi
Spot buat duduk-duduk atau sekedar berfoto
Saya sebagai tamu dari luar hotel alias yang nggak menginap, langsung saja dari bagian depan resepsionis berjalan ke arah pool yang bersebelahan dengan restorannya. Pegawai resto akan cepat tanggap dengan tamu yang datang dan memberikan buku menu.

Hotel Dialoog Banyuwangi
Sekitar pool dan resto

Hotel Dialoog Banyuwangi

Karena niat kesini hanya ngemil, nyantai dan foto-foto, jadi gerak-gerik saya ya hanya di area pool dan restorannya saja.

Hotel Dialoog Banyuwangi

Jika kalian sering melihat hotel Dialoog ini wara-wiri di timeline sosmed, ya karena memang banyak yang suka dengan view dan pelayanan dari hotel ini. Bagi yang penasaran berapa rate-nya, hayoo cobain kepoin aplikasi OTA-nya saja.  

Saya tunggu cerita kalian ketika berkunjung ke Banyuwangi ya.



Hotel Dialoog
Jl. Yos Sudarso, Klatak
Kec. Kalipuro - Banyuwangi




Referensi :

22 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Taman Gandrung Terakota : Destinasi Ratusan Patung Gandrung

Satu lagi tempat di Banyuwangi yang menjadi list tujuan kali ini, yaitu Taman Gandrung Terakota yang berlokasi di kaki gunung Ijen tepatnya Kecamatan Licin.

Kenapa saya ingin banget kesini? Ya karena racun dari timeline travelmate saya yang cukup sering memposting tempat ini.

Kalau kalian pernah mendengar gelaran Jazz Gunung Ijen pasti nggak akan asing dengan nama tempat Taman Gandrung Terakota, setiap tahunnya Jazz Gunung Ijen diadakan di area Amfiteater Jiwa Jawa Resort Ijen yang terbilang cukup dengan lokasinya dengan penginapan Jiwa Jawa Resort Ijen.

taman gandrung terakota

Cuaca di daerah dataran tinggi ini memang nggak bisa diprediksi, beberapa jam sebelumnya ketka masih di kampung Osing, matahari sangat terik, dan ketika akan tiba di Taman Gandrung Terakota hujan gerimis mulai menyambut saya. Beruntung nggak sampai berjam-jam, hujan mulai reda. Senangnya, yuk mulai explore.

Disambut Patung Gandrung
Banyuwangi identik dengan sebutan Kota Gandrung. Gandrung adalah tarian khas dari Bumi Blambangan, nama lain dari Banyuwangi. Tarian Gandrung selalu hadir disetiap acara formal maupun non formal. Begitu melekatnya tarian ini di kehidupan masyarakat Banyuwangi, nggak heran kalau Pemkab setempat sampai menyelenggarakan Festival Gandrung Sewu.

taman gandrung terakota

Karena saya belum sempat menyaksikan langsung Festival Gandrung Sewu, tempat ini bisa menjadi semacam obat bagi saya, karena disini terdapat ratusan penari gandrung juga. Meskipun mereka bukan menari beneran, tapi berupa patung yang diletakkan menyebar di beberapa tempat di area persawahan.

taman gandrung terakota

Beberapa patung juga ada yang diletakkan dengan direndam di dalam air membentuk formasi perform seolah-olah sedang berada di atas panggung.

taman gandrung terakota

taman gandrung terakota

Yang membuat saya berdecak kagum, kok bisa ide meletakkan ribuan patung penari di tengah-tengah sawah, seolah-olah pengunjung yang hadir seperti sedang menyaksikan mereka perform. Pihak pengelola tempat ini juga membiarkan sawah beroperasi seperti biasa, menanam padi maupun nanti saat tiba musim panen.

Di taman gandrung, pengunjung nggak hanya bisa mengagumi patung-patung penari gandrung saja, ada beberapa gazebo yang difungsikan sebagai tempat pajangan seperti kain batik khas Banyuwangi dan juga penjualan souvenir.

Mata pengunjung juga akan dihijaukan dengan tumbuhnya pohon durian, aneka jenis pohon bambu dan beberapa tanaman endemik.

Saya mencoba jalan lagi masih di dalam kawasan ini, yaitu menuju Amfiteater yang biasa digunakan untuk panggung pertunjukan seni budaya selain Jazz Gunung Ijen tadi. Dari amfiteater ini, saya bisa melihat view gunung Raung dan Merapi dari kejauhan, meskipun sedikit tertutup dengan mendung setelah turun hujan tadi.

taman gandrung terakota

Pemilihan Patung Penari Gandrung
Mantan bankir BNI, yaitu Bapak Sigit Pramono yang berada di balik ide pembuatan taman ini. Idenya tercetus dari Terracota Warrior and Horses di Tiongkok. Pembuatan patung-patung ini juga sebagai upaya untuk merawat dan meruwat tarian Gandrung sebagai identitas budaya Banyuwangi. 

Untuk patungnya sendiri dibuat dari tembikar yang terbuat dari tanah, yang memiliki filosofi patung yang ringkih dan mudah pecah menggambarkan bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi.

taman gandrung terakota

Konon nih, kata Gandrung diartikan sebagai kekaguman masyarakat Banyuwangi yang agraris kepada Dewi Sri sebagai Dewi Padi yang membawa kesejahteraan untuk masyarakat. Hal ini juga yang menjadi alasan kenapa patung-patung ini ditempatkan di area persawahan.

Oya, patung-patung ini terlihat bentuknya seperti sama, padahal ada empat formasi gerakan berbeda dari patung yang terpajang. Untuk pembuatan patung ini dibuat oleh seniman Budi Santoso dan proses cetaknya cukup jauh juga yaitu di daerah Kasongan, Yogyakarta

Saya mengamati patung ini memang benar-benar detail sekali, dari mata, mimik wajah dan senyum yang tersungging di bibirnya, mirip beneran.

Fasilitas di Area Taman Gandrung Terakota
Untuk santai sejenak, saya masuk ke bagian café yang diberi nama Roemah Tjokelat Ijen. Cafenya bernuansa Jawa dengan banyaknya kursi kayu model kuno sebagai dudukannya.

taman gandrung terakota

Dari bagian café ini, pengunjung bisa melihat hamparan sawah dengan pajangan patung-patung penari tadi, ada yang letaknya jauh banget di ujung dan si patung memang ditempatkan sendirian, lalu di bagian tengahnya tampak ditempatkan cukup banyak patung. Jadi, posisi di café ini seolah-olah saya sedang menonton patung-patung yang sedang beraksi.

taman gandrung terakota

Di cafe ini juga dijual produk bubuk kopi khas Banyuwangi yang bisa dijadikan oleh-oleh juga untuk orang rumah.

taman gandrung terakota

Fasilitas lain yang terdapat di kawasan Taman Gandrung Terakota yaitu adanya mushola. Nggak perlu khawatir lagi jika umat muslim akan menunaikan ibadahnya.

Tempat ini oke juga buat referensi wisata di kaki Gunung Ijen. Nggak salah kalau kalian juga bisa mampir ke tempat ini nantinya.


Taman Gandrung Terakota
Krajan, Tamansari, Kec. Licin – Banyuwangi
Tiket masuk : Rp. 10.000



31 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Uniknya Pantai Magepanda Ende


Biasanya kalau pergi ke suatu tempat yang keren abis, kadangkala ingin membeli souvenir yang ada trademark tempat tersebut. Intinya buat kenang-kenangan. Dulu punya teman kantor yang sukanya koleksi pasir pantai, dia simpan di dalam botol bening bekas minuman isotonik, lalu botol diberi label print out gambar pantainya dan dipajang dikamar. Masih mending sepertinya koleksi seperti ini.

Kejadian nggak biasa sama diri saya saat overland Pulau Flores 7 tahun lalu, meskipun tetap membeli souvenir khas daerah, ada tambahan lagi yang saya bawa, yaitu batu pantai.

Heran sama diri sendiri kenapa bisa menyimpan sebuah batu sampai 7 tahun lamanya di kamar. Batu ini saya taruh asal di lantai kamar, seringkali menyapu lantai kamar ya saya biarkan saja seperti itu. Untuk kesekian kalinya beres-beres kamar, saya jadi flashback dengan batu ini.

Inilah Pantai Magepanda
Ketika melewati jalur pantai utara Flores, tepatnya di Kabupaten Ende, sepanjang jalan disuguhi hamparan laut yang luas, rombongan bis yang saya naiki memutuskan berhenti sejenak, senangnya anak kota yang lama nggak main ke Pantai, bisa menginjakkan kaki di pasir pantai lagi, padahal sebelumnya di Maumere sudah main ke pantai.

Pantai Magepanda Ende Flores

Waktu pertama datang di pantai ini saya nggak ngeh kalau namanya adalah Pantai Magepanda. Mungkin beberapa orang ada yang menyebutnya dengan Pantai Batu Biru. Karakter pantainya berpasir hitam pekat dan yang membuat pantai ini berbeda adalah banyaknya batu pantai di beberapa spotnya, yang semua batunya berwarna biru, karena di Jawa saya nggak pernah nemuin ada batu pantai yang semua warnanya biru semua, jadilah saya kagum dengan pantai ini.

Pantai Magepanda Ende Flores

Seperti kebanyakan pantai pada umumnya, tetap saja saya bisa menemukan sampah laut yang mampir ke pinggiran pantai, sedikit terlihat kotor.

Balik lagi kenapa saya membawa batu pantai Magepanda ini? ya karena batunya nggak saya temui di kebanyakan pantai di Jawa. Inilah yang menjadi daya tarik dari pantai ini, batunya nggak hanya berwarna biru saja, ada yang berwarna hijau, merah, ungu bahkan campuran. Bentuknya juga beragam, ada yang lonjong, bundar sampai kotak.

Pantai Magepanda Ende Flores

Menurut cerita, batu-batu yang terdapat di pesisir pantai ini berasal dari dasar laut yang terseret oleh ombak. View cantik di sekitar pantai ini adalah di sisi seberang jalan dari pantai yang berbatasan dengan tebing kapur, di tebingnya menempel batu berwarna hijau kebiruan, cantik. Sayang saya nggak mengabadikan tebing tebing disepanjang jalan itu.

Oya, penduduk disekitar daerah ini ada yang berprofesi sebagai penambang batu pantai yang kemudian dijual kepada pengepul dan batu-batu unik ini akan mejeng di toko bangunan di kota-kota besar di Indonesia. Meskipun batu pantainya sering diambil tapi nggak pernah habis.

Garis pantainya yang panjang membuat perjalanan saya setelah meninggalkan pantai ini nggak terasa membosankan, kanan kiri bener bener bikin saya kagum. Di sisi lautnya, saya bisa menyaksikan gunung yang entah namanya gunung apa, tampak berdiri kokoh dibalut awan biru dan beberapa kapal nelayan yang nampak juga berlayar di tengah laut.

Pantai Magepanda Ende Flores

Memang, saya berencana akan balik lagi ke Flores tapi entah kapan. Kalau cuman ke Labuan Bajo mah cuma beberapa hari juga sudah kelar. Yang saya mau adalah balik overland lagi dari barat ke timur atau sebaliknya. 

Perjalanan saya yang pertama saja menghabiskan waktu 9 hari lamanya. Maunya yang akan datang bisa sekalian ke Lembata, tentunya butuh waktu lebih lama lagi, karena terpisah dengan Pulau Flores. Cuti apa kabar ya?

Yang membuat saya heran, kok bisa saya lolos di Bandara Labuan Bajo waktu bawa batu ini. Memang tahun 2013 lalu, bandara Labuan Bajo masih sangat sederhana, metal detector pun sepertinya juga nggak ada. Berita terakhir yang saya baca, ada turis yang membawa pasir pantai pink saja disuruh mengeluarkan bungkusan pasirnya dari dalam tasnya.

Nggak salah memang, sampai sekarang Flores memang belum membuat saya berhasil move on.







15 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Jangan Abaikan Manfaat Susu Coklat


Mitos yang mengatakan kalau makan coklat bisa membuat bahagia mungkin hanya berlaku bagi beberapa orang saja, sebagian orang yang lain bisa jadi akan menghindari makan coklat karena takut berat badannya naik, terutama perempuan, iya nggak?

Malahan ada juga yang nggak suka makan coklat tapi malah doyan minum susu coklat. Sepertinya kebiasaan seseorang untuk gemar minum susu karena dibiasakan sedari kecil, meskipun ada juga beberapa anak kecil yang dari bayi atau balita kondisi tubuhnya menolak untuk diberikan sebotol susu. Padahal jika orang tua “agak memaksa” si anak untuk mengenalkan minum susu, terutama susu coklat yang notabene merupakan kegemaran anak-anak. 

Manfaat susu coklat sendiri sebenarnya cukup banyak, nggak hanya untuk anak yang dalam proses pertumbuhan tapi kita-kita yang sudah dewasa juga bisa merasakan manfaatnya.

Manfaat susu coklat

Susu merupakan salah satu sumber nutrisi yang menunjang kesehatan termasuk menjaga kepadatan tulang, khususnya untuk kita yang memiliki gaya hidup aktif. Jangankan bagi saya yang masih muda, ibu aku saja mengonsumsi susu khusus untuk usia 50 tahun ke atas, meskipun nggak setiap hari.

Mungkin sebagian dari masyarakat menganggap bahwa susu hanya dibutuhkan oleh anak-anak, padahal nih susu mengandung hampir semua nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, termasuk tiga nutrisi esensial yaitu protein, lemak dan karbohidrat.

Tingkat Konsumsi Susu di Indonesia
Siapa yang nggak kenal jargon “empat sehat lima sempurna”? nggak mungkin nggak ada yang tahu soal jargon ini.

Waktu saya SD sering banget membaca, mendengar mengenai “empat sehat lima sempurna”, harapan pengajar dan pemerintah saat itu bahkan sampai sekarang, bisa menjadikan kampanye tersebut untuk mendorong masyarakat terbiasa minum susu. 

Manfaat susu coklat

Sayangnya nih, dari jaman dulu hewan ternak seperti sapi dan kerbau lebih sering dimanfaatkan tenaganya untuk membajak sawah dibandingkan untuk dikonsumsi, termasuk susunya.

Hal ini diperkuat dengan pendapat Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles dalam bukunya “The History of Java” yang diterbitkan pada tahun 1817, Raffles menyayangkan potensi susu sapi di Jawa yang disia-siakan masyarakat.

Bahkan pada awal kemerdekaan, susu umumnya dianggap oleh sebagian besar masyarakat sebagai konsumsi kaum elite dan dianggap juga menaikkan status seseorang. Jadi nggak heran sampai puluhan tahun kampanye ini diadakan, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih tergolong sangat rendah.

Manfaat Konsumsi Susu Coklat
Ada beberapa orang yang nggak suka minum susu biasa atau yang berwarna putih, bahkan mencium baunya saja sudah eneg. Sehingga muncullah inovasi baru adanya tambahan coklat pada produksi susu, yang bisa menjadi alternatif pilihan rasa yang bisa dipilih konsumen. Ternyata tambahan rasa coklat menambah banyak manfaat pada susu tersebut. Ini dia manfaatnya :

Menambah energi
Jika kita merasa selalu lelah dalam beraktivitas, maka konsumsi susu coklat secara rutin bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk mengembalikan energi tersebut. Susu coklat mengandung banyak vitamin dan mineral yang bagus untuk menjaga tubuh agar tetap bugar. Selain itu kandungan antioksidan yang tinggi pada coklat juga bisa membuat kulit selalu sehat.

Menjaga berat badan
Sekarang banyak susu coklat yang diproduksi dengan kandungan rendah lemak. Susu ini mengandung banyak kalsium, protein dan vitamin yang membuat nggak gemuk. Sepertinya cocok buat yang menjalankan program diet namun masih ingin menikmati coklat.

Cara sehat bagi penggemar coklat
Bagi penggemar coklat mungkin ada ketakutan pada kesehatan giginya, nah daripada bingung gimana cara biar bisa tetap konsumsi coklat tapi nggak bikin gigi berlubang, minum susu coklat adalah solusinya. Nggak melulu harus minum susu murni tapi bisa juga dibuat dalam bentuk yang berbeda seperti chocolate milkshake atau coklat panas.

Manfaat susu coklat

Menetralisir racun dalam tubuh
Mengonsumsi susu coklat dapat menetralisir racun yang ada pada tubuh. Racun sendiri masuk ke dalam tubuh bisa melalui makanan atau polusi udara. Jika dibiasakan minum susu coklat setiap hari sebelum mulai beraktivitas, perlahan racun ini terhempas dari dalam tubuh.

Mencerahkan kulit wajah
Kalau soal mencerahkan begini saya suka hehe, siapa juga yang nggak ingin kulit wajahnya terlihat sehat dan cerah, sepertinya semua berharap begitu ya. Ternyata susu coklat bisa dijadikan masker wajah, karena dapat mengangkat sel kulit mati. Caranya juga mudah, yaitu campurkan susu coklat dengan air kemudian aduk sampai terbentuk seperti pasta dan oleskan pada kulit wajah, diamkan 15 menit lalu bilas dengan air bersih.

Mencegah stress dan depresi
Kalau sudah stress mau ngapa-ngapain rasanya seperti nggak bersemangat gitu ya. Ternyata coklat bisa memberikan efek menenangkan dan bisa memberikan perasaan bahagia bagi yang mengonsumsinya. Hal ini karena coklat mengandung serotonin. Apalagi jika coklat murni dicampur dengan susu yang mengandung banyak protein akan membuat tubuh tambah sehat.

Manfaat susu coklat

Di kantor pun saya kalau lagi bosan bikin teh, ya bikin susu coklat atau kalau malas bikin tinggal beli yang instan di minimarket. Kesannya memang kayak anak kecil, di meja kerja ada susu cair hehe, lahh gimana dong saya suka sih.

Atau kalian punya cara lain untuk menikmati susu coklat?



Referensi : 

23 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

latest 'gram from @ainun_isnaeni