Uniknya Pantai Magepanda Ende


Biasanya kalau pergi ke suatu tempat yang keren abis, kadangkala ingin membeli souvenir yang ada trademark tempat tersebut. Intinya buat kenang-kenangan. Dulu punya teman kantor yang sukanya koleksi pasir pantai, dia simpan di dalam botol bening bekas minuman isotonik, lalu botol diberi label print out gambar pantainya dan dipajang dikamar. Masih mending sepertinya koleksi seperti ini.

Kejadian nggak biasa sama diri saya saat overland Pulau Flores 7 tahun lalu, meskipun tetap membeli souvenir khas daerah, ada tambahan lagi yang saya bawa, yaitu batu pantai.

Heran sama diri sendiri kenapa bisa menyimpan sebuah batu sampai 7 tahun lamanya di kamar. Batu ini saya taruh asal di lantai kamar, seringkali menyapu lantai kamar ya saya biarkan saja seperti itu. Untuk kesekian kalinya beres-beres kamar, saya jadi flashback dengan batu ini.

Inilah Pantai Magepanda
Ketika melewati jalur pantai utara Flores, tepatnya di Kabupaten Ende, sepanjang jalan disuguhi hamparan laut yang luas, rombongan bis yang saya naiki memutuskan berhenti sejenak, senangnya anak kota yang lama nggak main ke Pantai, bisa menginjakkan kaki di pasir pantai lagi, padahal sebelumnya di Maumere sudah main ke pantai.

Pantai Magepanda Ende Flores

Waktu pertama datang di pantai ini saya nggak ngeh kalau namanya adalah Pantai Magepanda. Mungkin beberapa orang ada yang menyebutnya dengan Pantai Batu Biru. Karakter pantainya berpasir hitam pekat dan yang membuat pantai ini berbeda adalah banyaknya batu pantai di beberapa spotnya, yang semua batunya berwarna biru, karena di Jawa saya nggak pernah nemuin ada batu pantai yang semua warnanya biru semua, jadilah saya kagum dengan pantai ini.

Pantai Magepanda Ende Flores

Seperti kebanyakan pantai pada umumnya, tetap saja saya bisa menemukan sampah laut yang mampir ke pinggiran pantai, sedikit terlihat kotor.

Balik lagi kenapa saya membawa batu pantai Magepanda ini? ya karena batunya nggak saya temui di kebanyakan pantai di Jawa. Inilah yang menjadi daya tarik dari pantai ini, batunya nggak hanya berwarna biru saja, ada yang berwarna hijau, merah, ungu bahkan campuran. Bentuknya juga beragam, ada yang lonjong, bundar sampai kotak.

Pantai Magepanda Ende Flores

Menurut cerita, batu-batu yang terdapat di pesisir pantai ini berasal dari dasar laut yang terseret oleh ombak. View cantik di sekitar pantai ini adalah di sisi seberang jalan dari pantai yang berbatasan dengan tebing kapur, di tebingnya menempel batu berwarna hijau kebiruan, cantik. Sayang saya nggak mengabadikan tebing tebing disepanjang jalan itu.

Oya, penduduk disekitar daerah ini ada yang berprofesi sebagai penambang batu pantai yang kemudian dijual kepada pengepul dan batu-batu unik ini akan mejeng di toko bangunan di kota-kota besar di Indonesia. Meskipun batu pantainya sering diambil tapi nggak pernah habis.

Garis pantainya yang panjang membuat perjalanan saya setelah meninggalkan pantai ini nggak terasa membosankan, kanan kiri bener bener bikin saya kagum. Di sisi lautnya, saya bisa menyaksikan gunung yang entah namanya gunung apa, tampak berdiri kokoh dibalut awan biru dan beberapa kapal nelayan yang nampak juga berlayar di tengah laut.

Pantai Magepanda Ende Flores

Memang, saya berencana akan balik lagi ke Flores tapi entah kapan. Kalau cuman ke Labuan Bajo mah cuma beberapa hari juga sudah kelar. Yang saya mau adalah balik overland lagi dari barat ke timur atau sebaliknya. 

Perjalanan saya yang pertama saja menghabiskan waktu 9 hari lamanya. Maunya yang akan datang bisa sekalian ke Lembata, tentunya butuh waktu lebih lama lagi, karena terpisah dengan Pulau Flores. Cuti apa kabar ya?

Yang membuat saya heran, kok bisa saya lolos di Bandara Labuan Bajo waktu bawa batu ini. Memang tahun 2013 lalu, bandara Labuan Bajo masih sangat sederhana, metal detector pun sepertinya juga nggak ada. Berita terakhir yang saya baca, ada turis yang membawa pasir pantai pink saja disuruh mengeluarkan bungkusan pasirnya dari dalam tasnya.

Nggak salah memang, sampai sekarang Flores memang belum membuat saya berhasil move on.







Comments

  1. Cantiik laut dan langitnya, so blue suka banget lihat yang ginian bikin adem. Fotonya udah kayak wallpaper hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. liat yang biru biru begini pengen nyebur aja ya mba sit hehe
      aku kok baru kepikiran buat njadiin foto ini wallpaper, selama ini yang jadi wallpaper yang ada fotoku ikutan di dalem framenya, narsis ceritanya hahaha

      Delete
  2. Gils aku kira ke Labuan Bajo itu udah cukup kalau ke NTT/NTB, ternyata belum cukup setelah baca postingan Pantai Magepanda! Tapi jujur Flores itu tempat idaman banyak orang yhaa :" Akupun belum move on dari Labuan Bajo huft

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya flores kayaknya primadona kebanyakan traveler juga, banyak pilihan destinasinya, dan semuanya cakep cakep.
      sebenarnya kalo liat dipeta keliatan cuman seuplik ya, tapi kalau dijelajahi mayan juga jauhnya jarak antar kotanya.
      Labuan Bajo bener bener juara, aku suka suasananya, love pokoknya.

      Delete
  3. Pantainya indah, bebatuan warna biru itu mempercantik pantainya. Eh tapi kalau siang jadinya panas banget ya. Apakah ga ada pepohonan di pinggir pantai untuk berteduh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. siang mayan banget mas cipu panasnya. Pohon ada tapi bukan sejenis pohon pohon gede buat tempat berteduh, cuman pohon (tanaman) kecil biasa. ada beberapa warung di pinggir jalan yang deket sama pantainya ini, kalau untuk numpang ngadem bentar kayaknya gapapa hehe

      Delete
  4. Masha Allah Mbaaaaa... cantik bangetttt!
    Saya sebenarnya kurang suka pantai karena panasnya.
    Tapi saya jatuh cinta banget pemandangan pantai kayak gini terlebih di siang terik.
    Saya bisa tahan panas deh meski resikonya tangan saya bentol-bentol alergi, cuman ingin menikmati gadrasi biru laut yang bertemu dengan biru langit yang jernih.

    Apalagi kalau airnya biru kayak gini, di Buton tuh biasanya pantai Nirwana yang cantik kayak gini, mirip Kuta, cuman pasirnya nggak sepanjang pantai Kuta.

    Kalau batu gini unik juga ya, beda dengan pantai lainnya.

    Oh ya, keren juga tuh suka koleksi pasir, saya dulu ngakak waktu paksu saya bawa pasir dan aspal dari Buton, katanya dia mau koleksi, aneh-aneh aja pikir saya, ternyata keren juga ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe tenang mbak, bisa bawa obat alerginya ke pantai, biasanya kalau siang terik dan cuaca lagi bagus biru biru gitu, difoto juga keliatan cakeppp, aku suka kalo awan biru cerah trus difoto, cantiknya

      di buton ada namanya pantai Nirwana ya? kayak nama pantai di karimunjawa hehe. Buton juga dekat dengan kawasan pantai dan laut kan ya? pastinya cakep cakep pantai disana ya mbak rey

      lahh paksu sampe bawa aspal segala :D, ini malah baru aku tau mbak, saking demennya koleksi yang aneh aneh berarti ya ini paksu sampe belain bawa dari Buton.
      tapi kalau hati udah sreg pengen bawa sesuatu buat dikoleksi, buat mereka udah bisa bikin bahagia itu

      Delete
    2. Iya, kalau nggak salah ada beberapa pantai bagus di Indonesia yang diberi nama pantai Nirwana, mungkin karena memang cantik bagai kayak di nirwana hehehe.

      Hahaha itu deh, pernah juga kumpulin kulit kerang yang dia pungut di bakau pas diajak bapak saya ke bakau cari kerang.
      Tapi nggak jadi di bawah, karena koper kami udah over load :D

      Delete
    3. iya ya mungkin pemberian nirwana di tempat tempat yang indah di bumi ini udah menggambarkan betapa bagusnya view disana, nirwana identik dengan cantik, bagus, indah, udah paling top

      sampe kulit kerang juga terpikirkan buat dibawa ya :D

      Delete
  5. Batunya masih bertahan di rumah mba Ainun? 😍 kalau di rumah saya mungkin sudah kesapu kali ya huhu. Terus saya kaget ternyata ada yang hobi simpan pasir pantai (baru dengar) 🙈 hihihi ~ saya pribadi koleksinya mainstream banget, nggak jauh-jauh dari magnet kulkas 🤣

    Eniho, foto pantainya cantik mbaaaa. Warna birunya juga terlihat cerah meski saya bisa membayangkan betapa panasnya dari pantulan sinar matahari yang terlihat di fotonya 😂 mungkin kalau ke sana perlu bawa sunblock ke sekotak 🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya mbak eno, ini masih aku simpen, sampe segitunya dipertahanin sampe sekarang ya wkwkwkwk, kayak nggak mau kehilangan aja gitu. mungkin nanti nanti pastinya akan aku buang juga.

      nah itu temen aku emang seleranya beda hahaha, pasirnya mungkin kalo dipegang seolah olah bisa membawa pikirannya sedang berada di pantai itu

      aku dulu juga kadang beli magnet kulkas mba, tapi heran aja lama lama tempelan di kulkas rumah ilang entah kemana :D, padahal aku termasuk jarang buka kulkas.

      bener banget mbak, kalau ada rencana pergi ke area outdoor seperti pantai kayak gini, kudu siap bawa sunblock, meminimalisir kulit belang belang biar nggak nyesel sampe rumah hehehe

      Delete
  6. Wah, jangan jangan waktu di pantai Magepanda ketemu sama pangeran berkuda sehingga bawa batu buat kenang-kenangan. :D

    Tapi asli batunya memang cantik sih, biru keputihan. Untung waktu itu lolos bawa batu di bandara ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha kalau ketemu kuda kayaknya ada, sayangnya pangerannya kok nggak ada :D

      iya mas agus waktu pertama ngeliat pantai ini, wowwwwwwwwwww kerenn meskipun pasirnya hitam hahaha. Lah ya itu diriku bisa lolos di bandara labuan bajo, alatnya sederhana banget waktu dibandara & mungkin karena batunya dililitin ke handuk ya :D

      Delete
    2. dibungkus sama handuk maksudnya hehehe

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang