Featured Post

Ad Block

Suka Duka Quiz Hunter dan Hobi Eksis


Dari jaman saat saya masih duduk di bangku TK dan SD sudah sering berhadapan dengan majalah, waktu SD kelas 1 sukanya ketika menemukan majalah dan salah satu rubriknya adalah menghubungkan titik-titik hingga membentuk suatu gambar.

Semakin naik level kelasnya, saya mulai mengenal majalah Bobo dari harganya waktu itu masih 1500an mungkin ya, lupa. Ada lagi temannya si Bobo ini yaitu komik gerombolan Donal Bebek yang kalau dikumpulkan sekian seri, bagian pinggirnya bisa membentuk suatu karakter dari Donal Bebek. Kemudian mengenal juga dengan tabloid Tablo, majalah Fantasi, majalah Mentari Putra Harapan.

suka duka quiz hunter

Saya teringat memori ketika duduk di bangku SMP, dimana pemikiran anak SMP seperti saya saat itu yang isinya banyak halu-nya. Di rubrik cerpen majalah Fantasi, tim redaksi menerima karya cerpen dari pembaca, iseng saya mencoba mengirimkan cerpen hasil dari khayalan-khayalan sederhana tadi.

Selang beberapa edisi, cerpen saya dimuat di majalah Fantasi dan hal ini membuat saya bangga sama diri sendiri dan dari cerpen ini saya mendapat “hadiah” Rp. 75.000 dan hadiah tersebut dikirimkan melalui wesel pos. Nggak hanya uang saja yang saya peroleh, tapi ada kenang-kenangan berupa kaos bertuliskan “Majalah Fantasi” dan seperti biasa saya betah menyimpan kaos ini bertahun-tahun sampai saya sudah kerja begini dan baru saya kasihkan ke orang rumah untuk dipakai hahaha.

suka duka quiz hunter

Nggak puas dengan satu karya, saya mencoba membuat komik dan mengirimkan ke majalah Tablo dan nggak disangka ehh dimuat juga. Padahal gambar yang saya buat biasa saja dan ada satu bagian yang minta tolong ke Bapak buat menggambar, karena gambar yang saya maksud susah dituangkan ke dalam goresan tinta.

Semua hasil karya yang dimuat ini, saya laminating sebagai kenang-kenangan dan sayangnya dibuang begitu saja sama adik. Hhhfftttt

Duduk di bangku SMA, saya beralih ke majalah Kawanku dan Gadis, untuk majalah Aneka sesekali  saya beli. Dari majalah-majalah ini saya mengenal kompetisi dunia model, tahu kan ya ada MoKa atau Model Kawanku, dan Gadis Sampul. Sayangnya saya nggak lolos, paling nggak unggulan saja deh #ngarep. Dan saking demennya sama majalah Gadis, waktu kuliah juga masih sering dibeli.

Waktu kuliah, saya mengenal majalah Cita Cinta yang masih satu perusahaan dengan majalah Gadis dan selalu cinta sampai saya kerja dan akhirnya majalah ini memutuskan untuk nggak produksi lagi. Majalah Cita Cinta ini mempunyai banyak kenangan buat saya pribadi, karena nama saya termasuk eksis sebagai pemenang aneka kuis di Cita Cinta.

Sampai tahun 2020 ini, saya masih menyimpan koleksi majalah Cita Cinta dengan baik dan karena kamar sudah terasa sesak, akhirnya saya harus merelakan "menyingkirkan" majalah-majalah itu ke pangkuan tukang loak.

Berawal dari iseng mengirimkan poling berupa menyampaikan pendapat mengenai edisi majalah Cita Cinta paling oke versi pembaca dan mendapat hadiah HP, jaman saya kuliah nominal HP sekitar Rp. 2 juta saja sudah terbilang fantastis. Dan ini saya dapatkan dengan cuma-cuma tepatnya hanya membayar pajak hadiahnya saja sih.

suka duka quiz hunter

Berlanjut dengan mengirimkan jawaban kuis di majalah via SMS dan cukup sering mendapat hadiah VCD film, CD musik hingga paket les bahasa inggris di The British Institute (TBI). Jika mendapat hadiah berupa baju atau dress biasanya nggak saya pakai, karena size baju yang datang termasuk cukup besar buat saya. Jadi mending disumbangin ke orang rumah yang mau hehe.

Hikmah dari Quiz Hunter
Sering mendapat hadiah dari kuis-kuis ringan di majalah, pastinya membuat diri sendiri makin happy dan nama terpampang di lembaran majalah juga suatu “prestasi” hahaha.

Hal yang membuat saya nggak menyangka dari pengumuman-pengumuman pemenang di suatu majalah adalah adanya “tindak kejahatan”. Sebenarnya bukan masalah kriminalitas yang berat, tapi benar-benar terjadi.

suka duka quiz hunter

suka duka quiz hunter
Nampang dengan foto yang sama
Jadi, ketika nama saya terpampang di majalah Cita Cinta dan berhak mendapatkan hadiah mp3 player, saya menelepon kantor Cinta Cinta untuk memberikan data diri seperti biasa. Nah, ketika saya telepon pihak majalah, mereka mengatakan hadiah saya sudah diambil. Nah lho, padahal KTP saja belum saya kirimkan. Karena malas berdebat dengan pihak penyelenggara, saya terima saja nasib hilangnya hadiah ini.

suka duka quiz hunter

Yang membuat saya heran, gimana cara si pelaku ini memalsukan data diri saya. Hebat banget memang.

Karena saya tinggal di daerah alias di Jember, biasanya untuk kedatangan majalah di kios majalah memang nggak tepat waktu, sehingga saya bisa membeli majalah terbitan baru setelah beberapa hari terbit dari tanggal yang tertera di sampul majalah.

Sepertinya kesempatan ini yang dimanfaatkan oleh “pelaku kejahatan” untuk mengelabui pihak majalah dengan menyamar sebagai nama pemenang. Entah dengan membuat kartu identitas palsu atau bagaimana.

Kejadian seperti ini nggak hanya sekali saja, tapi sudah berkali-kali dan berkali-kali juga saya nggak menerima hadiah yang seharusnya saya terima.

Jadi, kalau sekarang iseng mau ikut undian berhadiah dengan mengirimkan fotocopy identitas diri agak ragu juga, karena kalau saya berpikiran jelek yaitu bisa saja ada oknum di expedisi yang membuka amplop saya dan memanfaatkan data diri yang ada di dalam amplop tersebut untuk disalahgunakan.

Dengan keeksisan saya di dunia quiz hunter ini, malah saya sebut diri sendiri sebagai banci kuis hahaha.

Ssttt ini lagi nyari-nyari kuis iseng berhadiah, siapa tahu rejeki !





Referensi :
https://www.idntimes.com/hype/throwback/pinka-wima-1/tabloid-majalah-generasi-90an-c1c2/10

Destinasi "Bencana" di Eko Wisata Kebun Gunung Pasang


Piknik tipis-tipis kali ini masih di kota sendiri, Jember. Beberapa teman ingin mengadakan kumpul-kumpul komunitas Jember Backpacker di kawasan eko wisata. Tersebutlah nama Gunung Pasang dan saya sendiri baru mengetahui kalau di Jember ada Gunung Pasang hahaha.

Daerah agrowisata Gunung Pasang atau Gupa ini berada dalam komando Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember dan pihak pengelola memang berinisiatif untuk membangun agrobisnis di daerah perkebunan dan terpilihlah perkebunan Gunung Pasang yang akan dijadikan lokasinya.

agrowisata gunung pasang jember

Usut punya usut, ternyata tujuan destinasi kali ini tidak jauh dari lokasi bencana banjir bandang yang sempat menghebohkan pemberitaan media massa pada tahun 2006, yang berada di kecamatan Panti.

Saya dan rombongan berangkat melalui jalur dalam kota dengan melewati kecamatan Mangli yang nantinya bisa tembus ke kecamatan Panti. Perjalanan santai dengan motor atau mobil ditempuh kurang lebih 1 jam.

Memasuki daerah perkebunan, cahaya matahari nampak berkurang karena begitu rapatnya pepohonan di daerah hutan ini. Di sepanjang jalan yang dilalui, ditumbuhi bunga-bunga cantik, bawaannya pengen dipetik aja. Di sisi kanan, pengendara bisa melihat hamparan tanaman kopi yang tampak menghijau. Adem banget melihatnya.

* * * 
Yeay, akhirnya saya tiba di pintu masuk kawasan eko wisata Gunung Pasang. Tiket masuk hanya Rp. 7.000 dan parkir motor sebesar Rp. 1.000.

agrowisata gunung pasang jember

Saya mengira tempat ini nggak terlalu ramai, ternyata ekspetasi saya salah. Ketika saya datang, sudah cukup banyak terparkir motor dan beberapa kendaraan roda empat. Banyak juga ya yang ingin piknik hahaha.

agrowisata gunung pasang jember

Selanjutnya, kita mencari gazebo untuk menggelar tikar dan bersantai sejenak. Konsep acara yang dibuat ala-ala potluck party, tiap rombongan yang datang harus membawa makan siang sendiri dan nanti dilotre sesuai nomor yang sudah ditulisi di kotak makanannya alias tuker-tukeran makan. Kenyang dengan urusan makan siang, saatnya saya berjalan-jalan disekitar kawasan ini.

agrowisata gunung pasang jember

Tempat yang menarik pengunjung adalah spot jembatan bambu yang dibuat secantik mungkin dengan bentuk seperti mirip kapal. Tentunya bikin saya juga gemes pengen foto disana juga. Di bawah jembatan ini mengalir air sungai yang debitnya nggak terlalu besar, malah lebih banyak  nampak batu-batu besar, sesekali menyemplungkan kaki di siang terik seperti ini memang pas, seger banget airnya.

agrowisata gunung pasang jember

Diujung jembatan di sisi lainnya nampak debit air yang banyak sehingga dimanfaatkan beberapa pengunjung untuk berenang dan main ban air.  

agrowisata gunung pasang jember

Saya mencoba berjalan kaki menuju arah parkiran yang tadi sempat saya lewati ketika tiba, terdapat beberapa permainan anak seperti ayunan, perosotan dan bahkan pedagang mainan mewarnai gambar di media gabus atau busa yang nantinya bisa dibawa pulang si anak.
agrowisata gunung pasang jember

Fasilitas lain yang tersedia yaitu warung-warung dengan menu sederhananya dan mushola kecil untuk pengunjung. Memang tempat ini nggak menawarkan sesuatu yang “wah” sebagaimana destinasi touristy lainnya, karena tempat ini bukan tujuan touristy yang menarget sasaran pengunjung luar kota. Untuk gazebo yang disediakan pihak pengelola memang nggak terlalu banyak, intinya siapa dia yang datang duluan, dialah yang akan mendapatkan tempat berteduh disana.

Untuk dijadikan lokasi refreshing singkat, nggak masalah jika saya akan ajak keluarga atau teman mengunjungi agrowisata Gunung Pasang ini. Dari segi lokasi dan tiket masuk juga sangat terjangkau. Nggak terlalu jauh dari pusat kota dan kalau mau hemat tinggal membawa santapan makan siang sendiri.

Besok mau ngumpul dimana lagi ya enaknya?


Eko Wisata Gunung Pasang
Kec. Panti - Jember
Jam buka : 06.00 - 16.00 WIB
Tiket masuk : Rp. 7.000
Parkir motor : Rp. 1.000 


Keindahan Tersembunyi di Taman Laut 17 Pulau Riung


Perjalanan menuju Taman Laut 17 Pulau Riung dari Bukit Weworowet ternyata masih cukup lama, disepanjang jalan disuguhi tumbuhan ilalang kering dan sesekali lahan kebun.  Jalanan aspal di daerah ini nggak sepenuhnya mulus, ketika bis mulai melewati rumah-rumah warga, ada sedikit “pencerahan” mengenai daerah ini, karena sepanjang jalan sebelumnya nggak melihat sama sekali pemukiman warga.

Perpaduan jalanan aspal yang sedikit rusak dan jalanan tanah sukses membuat bis bergoyang dan kondisi badan yang sudah duduk selama 4 jam dari Ende cukup membuat saya “oleng” alias capek.

Taman Laut 17 Pulau Riung

Sore itu selepas meletakkan barang-barang di kamar hotel, saya dan teman-teman mencoba berkeliling di area sekitar hotel, yaitu pasar. Blusukan ke dalam pasar di suatu tempat asing memang menyenangkan, disini saya bisa melihat beragam karakter warga dan bisa mengetahui keramahan warganya.

Kebetulan saya kekurangan celana untuk ganti, akhirnya saya menemukan pedagang celana kolor dan sampai sekarang celananya masih awet, prestasi luar biasa. Yang membuat saya nggak menyangka adalah pedagang disini kebanyakan pendatang dari Pulau Jawa, seperti pedagang celana ini. Begini ya kalau mencari rezeki sampai jauh dari tanah kelahiran.

Malam hari nggak ada yang bisa dilakukan selain pergi ke café, karena geliat café paling ramai ketika malam hari, terlihat banyak turis asing yang sekedar nongkrong sambil nge-bir dan bercengkrama dengan turis asing lainnya. Sedangkan rombongan saya, asik menikmati sajian makan malam di salah satu resto yang masaknya juga lama, karena banyak pesanan pengunjung.

Island Hopping di Taman Laut 17 Pulau Riung
Sedikit informasi mengenai Taman Laut 17 Pulau Riung ini, yaitu merupakan kawasan taman laut dengan gugusan pulau-pulau kecil dan besar yang memanjang dari Toro Padang disebelah barat hingga Pulau Pangsar disebelah timur dan semua pulaunya tidak berpenghuni.

Meskipun bernama 17 Pulau, sebenarnya disini terdapat 24 pulau-pulau kecil yang indah. Nama “tujuh belas” diberikan sebagai pengingat Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati pada tanggal 17 Agustus 1945.

Taman Laut 17 Pulau Riung

Pulau utama disini ada Pulau Ontoloe (pulau terbesar), Pulau Pau, Pulau Borong, Pulau Dua, Pulau Kolong, Pulau Lainjawa, Pulau Besar, Pulau Halima (Pulau Nani), Pulau Patta, Pulau Rutong, Pulau Meja, Pulau Bampa, Pulau Tiga, Pulau Tembaga, Pulau Taor, Pulau Sui dan Pulau Wire.

Paginya saya bersiap untuk Island Hopping, disepanjang jalan menuju dermaga, saya melihat beberapa rumah panggung khas warga Bajo, yup di daerah Riung ini ada kampung Bajo juga, dan saya baru tahu. Pagi hari jam 5 di dermaga ini cuaca sudah cerah dan udaranya segar banget, benar-benar daerah yang bebas polusi.


Taman Laut 17 Pulau Riung
Rumah panggung Bajo

Taman Laut 17 Pulau Riung
Pagi di dermaga
Taman Laut 17 Pulau Riung

Saya nggak hafal nama-nama pulau yang dilintasi oleh kapal sewaan ini, tujuan rombongan saya hanya ke beberapa pulau saja, karena sehari nggak bakalan cukup untuk explore Taman Laut di Riung ini. Seingat saya, tujuan pertama yang disinggahi adalah pulau Bidadari, sebutan pulau-pulau disini benar-benar susah diingat.

Kapal yang membawa rombongan saya nggak bisa dekat dengan daratan, jadi untuk menuju daratan, semua penghuni kapal termasuk saya harus berenang. Perjuangan banget dari kapal untuk sampai ke daratan, maksud hati renang dengan arah lurus, tiba-tiba bisa ke arah lainnya, ini karena arus bawah laut kencang banget. Kalau dilihat dari atas kapal terlihat biasa saja, setelah nyebur, widihhh ampun.

Taman Laut 17 Pulau Riung

Perjalanan yang cukup jauh dari dermaga tadi ke pulau ini, nggak sadar kalau waktu sudah tengah hari dan terik banget, memang paling pas kalau dipulau nggak berpenghuni ini hanya diisi dengan foto-foto saja. Pasir putih dan gradasi warna biru lautnya benar-benar membuat saya pengen gegoleran dan bersantai.

Puas di pulau ini, perjalanan dilanjutkan kembali dengan menyambangi pulau Kalong, kata pak nelayan di pulau ini bakalan muncul banyak kelelawar jika dibunyikan suara-suara “pemanggil” kerumunan kelelawar oleh pak nelayan, karena nelayan disini lebih jago daripada kita.

Taman Laut 17 Pulau Riung
Pulau Kalong,  kelelawarnya muncul perlahan-lahan, dari dikit lalu tiba-tiba bergerombol banyak
Taman Laut 17 Pulau Riung

Ketika saya berkeliling di kawasan Taman Laut 17 Pulau Riung ini, saya hanya bisa mengagumi bukit-bukit hijau yang memanjang ditengah laut. Dan saat itu saya nggak kepikiran kalau bukit ini hampir sama dengan bentuk bukit-bukit di Kepulauan Komodo, karena Komodo adalah destinasi terakhir dihari kesekian trip Flores Overland dari timur ke barat ini. Sedangkan destinasi selanjutnya setelah 17 Pulau Riung masih banyak yang akan dihampiri.

Taman Laut 17 Pulau Riung


Akses Taman Laut 17 Pulau Riung
Keesokan harinya, saya sudah check-out hotel dan bersiap untuk meninggalkan Kecamatan Riung. Rute perjalanan pulang tentu berbeda dengan rute kedatangan, karena tujuan saya selanjutnya adalah ke Kabupaten Bajawa.

Rute perjalanan ini adalah rute ekstrim yang saya lalui, bis kecil bermuatan kapasitas sekitar 30-40 tempat duduk ini melaju disamping bukit dan sisi satunya adalah jurang, kondisi jalan yang nggak rata dan berliku membuat saya sebagai orang baru di daerah ini cukup deg-degan juga. 

Masih mending kalau jalannya lurus saja dan berliku, karena yang membuat seisi bis diam adalah ketika melewati jalan tanjakan yang cukup tinggi dan jalanannya langsung belok, sedangkan disisi berlawanan tidak bisa terlihat ada kendaraan karena tikungan jalan tadi, dan jalanan kecil ini saja hampir dikuasai oleh badan bis.

Tidak mengherankan jika Taman Laut 17 Pulau Riung ini masih sepi dari kunjungan wisatawan, karena akses kesana yang cukup menantang dan jauh dari pusat kota.

Ada baiknya jika teman-teman akan mampir ke Pulau Riung mending sewa guide asli Flores yang sudah mengenal dengan baik rute jalan, kondisi jalan dan situasi setempat, karena disini jarang terlihat petunjuk jalan. Dan kalau pengen diving, bisalah Pulau Riung ini dijadikan jujugan teman-teman juga.




Referensi :

Sehat Dulu, Traveling Kemudian


Setiap mengalami pergantian tahun, biasanya di dalam diri bawaannya selalu bahagia karena nggak sabar untuk mewujudkan keinginan yang sudah direncanakan sebelumnya atau bahasa kerennya adalah resolusi. Saya kira nggak hanya saya saja yang menginginkan resolusi itu tercapai, pasti teman-teman pembaca blog saya juga berharap demikian.

Awal tahun yang sudah saya rencanakan jauh sebelumnya dengan trip hampir seminggu lamanya nggak disangka akan gagal begitu saja. Bulan Februari 2020, dunia digemparkan dengan munculnya virus Corona atau Covid-19 di kota Wuhan, China. Berganti bulan yaitu pada bulan Maret 2020, Indonesia kembali dikejutkan dengan munculnya 2 orang yang positif tertular virus Corona  dan hal ini menyebabkan kehebohan di Negara sendiri. 


Covid Test Surabaya

Di bulan Maret inilah pikiran saya bisa dibilang “agak stress”, yaitu memutuskan untuk berangkat atau nggak ke Negara tujuan dan akhirnya saya memilih merelakan trip ini gagal, untuk sementara waktu.

Munculnya Covid-19
Pasti teman-teman sudah mengetahui yang dimaksud dengan Virus Covid-19 ini, yaitu virus yang menyerang sistem pernafasan dan virus ini bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernafasan tersebut, infeksi paru-paru yang berat hingga kematian.

Selain virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini yaitu virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meskipun disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, akan tetapi virus-virus ini memiliki perbedaan dalam hal kecepatan penyebaran dan tingkat keparahan gejala.

Banyaknya pemberitaan mengenai wabah ini, masyarakat sudah nggak asing dengan gejala ringan yang bisa ditimbulkan dari orang yang terinfeksi Covid-19, yaitu seperti demam dengan suhu tubuh diatas 38 derajat Celsius, batuk kering, sakit tenggorokan, merasa nggak enak badan dan sesak nafas. Gejala-gejala ini umumnya akan muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar Virus Corona. Dan beberapa virus Covid-19 ini dapat menyebabkan gejala yang parah, infeksinya bisa berupa menjadi bronchitis dan pneumonia.

Bahkan nih, di kantor teman saya, siapapun yang mengalami flu malah disuruh balik pulang, kantor nggak mau tahu dia kena flu karena kebanyakan begadang atau memang karena terpapar virus Corona. Tingkat ketakutan masyarakat sudah memasuki level tinggi, iya gimana nggak takut kalau akibatnya saja yang paling parah bisa menyebabkan kematian.

Siap Siaga Hadapi Covid-19
Dugaan pertama kali mengenai penyebaran Covid-19 adalah ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, lambat laun diketahui penyebarannya juga menular dari manusia ke manusia. Dan seseorang bisa tertular virus ini dengan berbagai cara seperti :

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah atau droplet yang keluar saat penderita Covid-19 batuk atau bersin
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan droplet penderita Covid-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita Covid-19

Kabar berita juga menginformasikan jika imunitas tubuh seseorang juga mempengaruhi apakah virus ini mampu “masuk” ke dalam tubuhnya atau tidak. Jika imun tubuh lagi baik, si virus nggak bakalan sampai “masuk” ke dalam tubuh. Bisa dipastikan dalam waktu sekejap, di kantor saya pun banyak yang membawa vitamin atau suplemen tubuh tambahan untuk tetap menjaga daya tahan tubuh begitu juga dengan keluarga saya sendiri yang nggak lupa mengingatkan saya untuk konsumsi vitamin C.

Covid Test Surabaya


Mencoba Berdamai dengan Covid-19
Beberapa waktu lalu, pemerintah menggembor-gemborkan era “New Normal” dan saya harus belajar berdamai dengan keadaan seperti ini. Dari memakai masker kemanapun dan dimanapun, membawa hand sanitizer sampai menjaga jarak di tempat umum.

Eits, nggak hanya di kantor saya saja yang membuat peraturan untuk sering-sering memakai hand sanitizer atau menggunakan masker. Di pusat perbelanjaan juga memberlakukan aturan ini, mereka harus menyediakan dan bahkan membuat baru wastafel cuci tangan di dekat pintu masuk mall.
* * * 
Seperti biasa, lagi asik ngomongin soal traveling, teman saya yang tinggal di Surabaya bercerita kalau dia sudah mengikuti serangkaian covid test lengkap dan menghabiskan nominal uang yang nggak sedikit. Waktu itu Surabaya memang lagi disorot karena penyebarannya yang sangat cepat, karena teman saya mengalami demam parah akhirnya dia berinisiatif untuk memeriksakan dirinya. Covid test Surabaya saat ini mudah dilakukan oleh masyarakat umum dan lagi-lagi nggak harus keluar rumah dulu untuk membuat janji dengan pihak rumah sakit.

Sebelum keluar rumah sudah parno duluan pastinya ya, nanti diperjalanan gimana kan ketemu banyak orang. Saya iseng buka aplikasi kesehatan yang sebelumnya pernah saya gunakan untuk konsultasi dengan dokter kulit, dan ternyata ada perkembangan baru, yaitu pengguna aplikasi Halodoc bisa membuat janji dengan rumah sakit tujuan untuk melaksanakan test Covid-19 ini

Covid-19 Rapid test yang digagas oleh Halodoc, untuk sistem pembayarannya dibuat sesimple mungkin, pastinya hal ini untuk meminimalisir kontak langsung dengan petugas rumah sakit. Masyarakat yang akan melakukan test hanya bisa melakukan pembayaran dengan GoPay. Baik di aplikasi ataupun website Halodoc, sistemnya dibuat user friendly, peserta test seperti saya pun juga bisa membuat janji kapan akan melakukan test, bisa pilih waktu pagi hari atau siang hari berikut jam testnya.


Covid Test Surabaya

Sekarang kalau ada teman-teman yang mengalami gejala mirip seperti Covid-19 nggak ada salahnya untuk mencoba konsultasi dulu melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui diagnosis awal.

Dan yang paling penting, tetap jaga pola makan yang sehat dan harus membiasakan menjaga kebersihan diri juga, apalagi setelah keluar rumah. Semoga pandemi ini segera tuntas ya biar kita semua bisa traveling bebas kemana-mana. 


Bukit Weworowet di Nagekeo


Saya mau mengenang lagi soal tanah Pulau Flores. Iseng membuka album tag foto di facebook, ingatan saya kembali dibawa ke suatu tempat yang cantiknya luar biasa.

Perjalanan dari Ende untuk menuju Riung akan melewati Kota Mbay, yang merupakan ibukota Kabupaten Nagekeo. Untuk masuk ke wilayah Nagekeo ini, dari Ende rasanya lama sekali, mungkin 2 jam, itupun di dalam bis tiba-tiba saya tertidur lalu melek lagi, tertidur lagi, begitu terus.

Bukit Weworowet Nagekeo

Nah, ketika kendaraan saya melintasi perbukitan yang tampak gersang tapi cantik, otomatis mata langsung terbuka lebar. Rombongan saya nggak ada yang tahu nama bukit ini, otomatis kita langsung meminta driver yang asli orang Flores untuk berhenti. Anak kota melihat view secakep ini langsung berhamburan turun dari bis hahaha

Bukit Weworowet Nagekeo

Bukit Weworowet Nagekeo
Foto diambil dari dalam bis
Setelah sekian lama memori soal bukit cantik ini saya simpan, nggak sengaja lagi blogwaking ke blognya mbak Tuteh, blogger Flores. Dari sinilah saya mengetahui kalau nama bukit ini adalah Bukit Weworowet.

Yang terlintas di otak saya ketika pertama kali melihat bukit ini adalah mirip seperti lokasi syuting film fiksi besutan luar negeri seperti The Hobbit.

Dan saya sendiri lupa pernah pose dari beberapa foto ini, kalau nggak sengaja buka album tag foto dari teman-teman saat itu. Biasanya kalau perginya rame-rame, foto diri suka nangkring di kamera teman yang lain dan kadang juga nggak ketransfer kan.

Bukit Weworowet Nagekeo

Bukit Weworowet Nagekeo
Fokus ke bukitnya aja. Entahlah pose apa, maunya tiduran di ilalangnya
Gimana bukitnya, cakep bener ya. Saking sukanya sama view bukit ini, foto saya dengan latar belakang bukit Weworowet sampai awet jadi wallpaper di komputer kantor hahaha.



Sore di Hotel Dialoog Banyuwangi


Kalau mau mencari tempat untuk sekedar refreshing atau nongkrong di Banyuwangi sudah pasti banyak, sekarang di kota Banyuwangi makin bertebaran tempat-tempat kece, apalagi sejak pemugaran sekitaran Pantai Boom yang dibangun dengan penambahan arsitektur dibagian dermaga membuat kawasan ini semakin instagenic.

Kali ini saya lagi nggak ingin ke Pantai Boom, mungkin karena sudah terlalu sering juga *sombong* hahaha. Sore ini saya hanya ingin ngemil cantik di restoran hotel Dialoog Banyuwangi.

Hotel Dialoog Banyuwangi

Letak restoran di hotel Dialoog berada dibagian belakang alias bersisihan dengan Selat Bali. Memang paling oke kalau kesini diwaktu sore, sekalian bisa melihat sunset. Meskipun langit sore ketika saya datang kurang cerah, tapi nggak membuat hasil foto-foto disini bertambah jelek, justru foto siluet yang dihasilkan semakin bagus.

Hotel Dialoog Banyuwangi
Pulau Bali dan Selat Bali

Hotel Dialoog Banyuwangi
Spot buat duduk-duduk atau sekedar berfoto
Saya sebagai tamu dari luar hotel alias yang nggak menginap, langsung saja dari bagian depan resepsionis berjalan ke arah pool yang bersebelahan dengan restorannya. Pegawai resto akan cepat tanggap dengan tamu yang datang dan memberikan buku menu.

Hotel Dialoog Banyuwangi
Sekitar pool dan resto

Hotel Dialoog Banyuwangi

Karena niat kesini hanya ngemil, nyantai dan foto-foto, jadi gerak-gerik saya ya hanya di area pool dan restorannya saja.

Hotel Dialoog Banyuwangi

Jika kalian sering melihat hotel Dialoog ini wara-wiri di timeline sosmed, ya karena memang banyak yang suka dengan view dan pelayanan dari hotel ini. Bagi yang penasaran berapa rate-nya, hayoo cobain kepoin aplikasi OTA-nya saja.  

Saya tunggu cerita kalian ketika berkunjung ke Banyuwangi ya.



Hotel Dialoog
Jl. Yos Sudarso, Klatak
Kec. Kalipuro - Banyuwangi




Referensi :
latest 'gram from @ainun_isnaeni