Featured Post

Ad Block

Ngopi Pagi di Roaster Club Banyuwangi


Kalau membahas soal kopi pasti nggak ada habisnya, kalau ngomongin soal tempat ngopi juga nggak ada ujungnya. Di Banyuwangi sendiri sudah cukup banyak berdiri warung kopi atau café dengan sajian kopi sebagai daya tariknya. Akan tetapi kebanyakan tempat tongkrongan ini dibuka mulai sore hari. Ada satu tempat ngopi yang dibuka dari jam 06.30 pagi di Banyuwangi yaitu Roaster Club.


roaster club banyuwangi

Roaster Club bukan hanya sekedar tempat ngopi santai saja, disini pengunjung bebas belajar soal kopi dan cara membuat latte dengan motif yang sering ditemui saat kita pesan kopi.


roaster club banyuwangi

Pagi itu saya beruntung bisa bertemu dan ngobrol langsung dengan pemilik Roaster Club, orangnya benar-benar friendly dan welcome abis dengan tamu-tamunya. Beliau dengan semangat menjelaskan soal kopi khas Banyuwangi dan sejarah kopi lainnya yang memiliki cita rasa khas masing-masing. Mas baristanya juga supel dan senang bercanda, tiap ada pengunjung yang nanya soal kopi, dia dengan senang hati menjawabnya.


roaster club banyuwangi

roaster club

Kedekatan antara café dengan pengunjung juga bisa dirasakan dari sajian gratis jajanan pasar yang disediakan di salah satu sudut ruangan. Mereka nggak akan segan untuk mempersilahkan saya maupun tamu lain mengambil jajanan tersebut, meskipun awalnya saya malu-malu mau gitu.


roaster club banyuwangi
Silahkan diambil kak, gratis kok

Di lantai dua Roaster Club ini terdapat satu ruangan yang disekat dengan kaca, di dalam ruangan tersebut tersedia mesin penggiling kopi dan pengunjung juga dipersilahkan untuk masuk jika ingin melihat lebih dekat mengenai proses pembuatan bubuk kopi. Sayangnya ketika saya kesana sedang tidak berjodoh dengan proses pembuatannya alias lagi off. Mungkin ini tanda-tanda saya harus kesana lagi.


roaster club banyuwangi

Suasana pagi pun saya lewati dengan menikmati suguhan kopi yang dibuat oleh barista Roaster Club, meskipun kopi yang saya pesan nggak habis karena saya bukan tipe orang yang harus ngopi pagi-pagi sekali. Seringnya kopi yang saya pesan bukan pure kopi tetapi kopi kekinian dengan beragam tambahan rasa hehe

Ada yang suka ngopi di pagi hari kah?


Roaster Club 
Perumahan Mendut Regency
Penganjuran - Banyuwangi

Seporsi Sego Cawuk Khas Banyuwangi


Destinasi refreshing kali ini yaitu ke Banyuwangi, niat hati pertama sampai di Banyuwangi harus mencari sarapan, maklum berangkat dari Jember jam 04.30 pagi dengan kereta. Dan tiba di stasiun sudah di jemput si travelmate. Mantap hehehe.

Lokasi sarapan pun saya serahkan sepenuhnya ke travelmate yang sudah merantau cukup lama ke Banyuwangi yaitu di warung sego cawuk Bu Sri yang berlokasi di daerah Kepatihan dan harus blusukan gang.

sego cawuk banyuwangi

Warung sego cawuk Bu Sri digelar di depan teras rumahnya yang nggak terlalu luas, satu meja panjang dan beberapa kursi nampak di sebelah kiri dari meja kerja Bu Sri ini. Memang kebanyakan orang yang makan disini kalau saya perhatikan, setelah selesai makan, lalu bayar dan langsung meninggalkan lokasi. Mungkin mereka sadar ya, kalau pengunjungnya banyak dan beberapa ada yang niat untuk makan disana, sedangkan kursi yang disediakan tidak terlalu banyak.

Nah, konon katanya si travelmate Andre, warung sego cawuk Bu Sri ini cepat banget habisnya, kurang lebih jam 9 pagi sudah habis dagangannya. Saya sendiri tiba di lokasi kurang lebih jam 08.30 dan itupun lumayan antri, beruntung saya masih kebagian.

warung sego cawuk bu sri banyuwangi


Cawuk dalam bahasa Jawa berarti disuap pakai tangan. Memang sego cawuk ini paling maknyus kalo dimakan dengan tangan alias dicawuk. Isian dari sego cawuk ini terdiri dari nasi putih yang disiram dengan kuah pindang dan kuah trancam (kelapa parut), siraman dari dua macam kuah ini memang awalnya terkesan aneh tapi setelah disantap enak juga dengan perpaduan rasa gurih dan manis.

sego cawuk banyuwangi

sego cawuk banyuwangi

Taburan menunya yang lain yaitu irisan ketimun, daun semanggi rebus dan sambal serai. Sambal serai ini dibuat dari ulegan blimbing wuluh dan serai. Untuk lauknya bisa pilih sendiri, ada cecek atau kulit sapi dan telur rebus dengan bumbu petis.

sego cawuk banyuwangi

Teman paling nikmat untuk menyantap sego cawuk ini yaitu teh manis hangat, nikmatnya maknyus pemirsa. Untuk ukuran porsinya menurut saya cukup banyak ya, kalau melihat isiannya yang memang beragam, sudah pas lah ukuran sarapan seperti ini. Penyajian terakhir dari sego cawuk ini yaitu taburan beberapa potong kerupuk. Soal harga sudah pasti amat terjangkau, cukup dengan Rp. 10.000 saja untuk seporsi nasi enak ini.

sego cawuk banyuwangi

Nggak salah tempat waktu diajak kesini sama travelmate, besok-besok kalau ada teman yang menanyakan soal tempat sarapan oke, warung sederhana ini bolehlah saya rekomendasikan.


Sego cawuk Bu Sri
Jl. Kyai Saleh, Gang Kepatihan, Banyuwangi


Dream Comes True : My First Book


Mungkin karena terbiasa berhadapan dengan majalah, tabloid atau buku dan imajinasi tingkat tinggi, saat kuliah sempat terlintas pikiran untuk menerbitkan novel sendiri. Ide cerita dari khayalan-khayalan tadi sempat ada dan hanya tertuang dalam draft word di komputer Pentium 1 lalu hilang entah dimana sekarang filenya.

Dulu saya gemar menyimpan alamat penerbit dan syarat-syarat pengiriman naskah ke penerbit, sayangnya lembaran catatan itupun juga lenyap entah dimana.

Lulus kuliah dan akhirnya menjadi cewek sok sibuk dengan kerjaan, saya masih menyimpan keinginan untuk bisa punya karya sendiri dalam bentuk buku dan masih rajin update berita mengenai perkembangan dunia penerbit.

Sampai pada akhir tahun 2012, saya melihat ada kompetisi menulis dengan tema Traveling. Kompetisi ini sendiri diadakan oleh penerbit DIVA Press, dengan homebase di Yogyakarta. Iming-iming hadiah yang ditawarkan tentu saja membuat saya tergiur, yaitu naskah pemenang akan dibukukan. Nggak hanya satu orang saja, tetapi ada 30 orang pemenang dan tentu saja karya buku ini disebut dengan buku antologi.

buku traveling note competition

Ditengah kesibukan kerja dari jam 8 pagi sampai 5 sore dan acara sok sibuk lainnya khas anak muda, sempat membuat saya nggak yakin untuk bisa menyelesaikan draft tulisan tepat waktu. Tetap saja, saya adalah tim mepet deadline, bahkan draft lomba itu saya selesaikan sampai jam 3 pagi. OMG

Kompetisi ini sendiri yaitu berupa menuliskan cerita perjalanan baik destinasi dalam negeri atau luar negeri, tips perjalanan atau contekan budget singkat yang dikemas dengan gaya bahasa masing-masing peserta. Cerita yang saya ikutkan kompetisi adalah saat perjalanan ke Singapura dengan versi saya, dari mulai menyusuri trotoar Singapura yang bersih, menikmati pemandangan kotanya yang terlihat tenang sampai puas-puasin bermain di Universal Studio.

buku traveling note competition

buku traveling note competition

Beberapa minggu selanjutnya, seperti biasa saya sok sibuk urusan kerjaan sampai nggak perhatian sama sekali soal pengumuman pemenang lomba ini dan tiba-tiba dapat notif email dari penerbit Diva Press yang menyampaikan kalau saya salah satu pemenangnya. Akhirnya bisa punya buku.

Dari 30 pemenang akan dipilih lagi 3 orang yang akan mendapatkan hadiah grand prize berupa trip ke Karimunjawa. Meskipun saya bukan termasuk di dalam 3 orang pemenang tadi, buat saya sendiri nggak masalah, karena semuanya adalah pemenang terbaik.

Nggak hanya kenangan berupa buku yang sudah dicetak, semua pemenang mendapatkan kenangan berupa t-shirt yang sampai bertahun-tahun masih terlipat rapi di dalam lemari dan baru beberapa waktu lalu saya hibahkan ke orang rumah hahaha.

Jadi, buku Traveling Note Competition ini terbit pertama kali pada bulan Juni 2013. Saking senangnya, saya sampai datang ke toko buku untuk melihat si buku ini terpajang di antara buku-buku tema traveling lainnya.

Di buku antologi ini, ada salah satu pemenang yang sudah saya kenal sebelumnya melalui blognya karena dia sudah punya buku sendiri, yaitu Lalu Abdul Fatah. Chat personal nggak jauh –jauh dari bertanya mengenai pulau Lombok, karena si Fatah ini orang Lombok dan saat itu saya memang butuh informasi mengenai pulau Lombok, meskipun buku story Lombok dia sudah saya punya. Luar biasa aja, karya saya bisa satu project buku dengan Fatah.

Apakah sampai tahap ini saya merasa sudah puas? Tentu saja tidak, saya masih menyimpan keinginan untuk bisa menulis buku dengan tema diluar traveling tapi tetap masih ada nuansa travelingnya, lahhh hahaha. Bahkan akhir-akhir ini, terbersit ide penulisan dengan tema yang menurut saya sendiri agak ekstrim, mungkin bisa dikategorikan self improvement dari pengalaman pribadi hehe, semoga draft tulisannya bisa dieksekusi dengan lancar.

Yang penting, sampai saat ini saya berusaha menyalurkan passion atau hobi sesuai keinginan, dari nge-blog atau coba-coba bikin content bahkan mencoba belajar hal-hal baru yang bisa mendukung passion itu.

Semangat buat kita semua guys!






Yuk, Mengenal Pakaian Adat Kalimantan Utara


Indonesia memiliki ragam budaya, adat istiadat, suku dan bahasa yang khas dari masing-masing daerahnya, sehingga sebutan Bhinneka Tunggal Ika memang layak disematkan pada Negara kepulauan ini. Saya rasa hampir semua warga Indonesia pasti mengetahui arti dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini. Ketika SD seringkali saya dengar sebutan Bhinneka Tunggal Ika ini terutama saat mata pelajaran PPKN atau PMP, sebutannya waktu itu.


Dulu waktu masih SD sering banget di tingkat kabupaten diadakan kegiatan karnaval yang diikuti oleh sekolah tingkat kecamatan kota. Sebagian besar tema dari karnaval ini adalah memamerkan kekayaan Indonesia, salah satunya melalui pakaian adat. Jadi mengingat memori waktu SD nih, pagi-pagi sudah berangkat ke salon untuk dandan dan memakai pakaian adat, waktu itu mencari yang simple sehingga pilihan jatuh pada pakaian adat Bali. Tidak hanya pakaian adat Bali yang sering dipakai oleh anak usia sekolah, tetapi juga pakaian adat Kalimantan Utara.

Pakaian adat Kalimantan Utara atau mungkin sebagian besar dari kita akan menjawab baju dayak, karena nama asli pakaiannya kurang familiar, begitu juga dengan saya yang awalnya mengira kalau baju khas Kalimantan akan sama semua.

Jadi, pakaian adat dari Kalimantan Utara ini ada dua macam yaitu baju adat khusus untuk kaum wanita dan baju adat khusus laki-laki.

Pakaian Adat khusus Perempuan
Pakaian adat untuk perempuan disebut dengan baju Ta’a. Pakaian ini terbuat dari kain beludru warna hitam dan dihiasi dengan manik-manik yang dijahit pada bajunya.

Pakaian Ta’a terdiri dari setelan yang ditambahkan penutup kepala dengan hiasan bulu enggang dan dilengkapi pula dengan aksesoris seperti kalung serta gelang. Untuk bawahannya adalah berupa rok yang memiliki warna dan motif yang sama dengan atasannya.

Motif pada baju Ta’a sangat kental, terutama hiasan pada atasan atau rompi dan rok. Hiasannya merupakan perpaduan antara warna-warna mencolok yang kontras dengan warna kain dari rompi, yaitu putih, biru, hijau, merah dan warna mencolok lainnya. Untuk bagian dada dan lengan rompi terdapat rumbai-rumbai yang memiliki warna dan motif yang sama dengan rompi.


Ta’a sering disamakan dengan pakaian khusus laki-laki, yaitu Sapei Sapaq. Akan tetapi terdapat perbedaan yang dapat membedakan antara pakaian Ta’a dan Sapei Sapaq, yaitu dari motifnya.

Ta’a dan Sapei Sapaq mempunyai 3 motif, yaitu motif enggang, tumbuhan dan harimau atau hewan lainnya. Untuk baju yang bermotif hewan enggang dan harimau adalah motif yang dipakai kaum bangsawan, sedangkan baju dengan motif tumbuhan adalah yang dipakai rakyat biasa.

Pakaian Adat khusus Laki-laki
Pakaian adat khusus untuk kaum laki-laki di Kalimantan Utara disebut dengan Sapei Sapaq. Yang membedakan antara baju Ta’a dan Sapei Sapaq adalah pada setelan bawahannya.

Pada zaman dulu, bawahan baju Sapei Sapaq menggunakan gulungan selendang yang dililit sehingga membentuk seperti celana. Seiring perkembangan zaman, bawahan baju adat ini diganti dengan celana pendek karena banyak yang menilai bawahannya kurang bagus untuk dilihat.

Baju Sapei Sapaq ini tidak hanya dipakai menggunakan baju saja, untuk pemakaiannya biasanya ditambah dengan aksesori seperti senjata tradisional khas Kalimantan Utara yang bernama Mandau yang diletakkan di bagian pinggang.

Selain senjata tradisional, terdapat aksesori lainnya seperti perisai perang, kalung yang terbuat dari bahan alam. Bahan alam yang dimaksud disini terbuat dari taring babi, tulang atau biji-bijian.

Memang untuk menanamkan rasa cinta tanah air, ada baiknya dimulai dari usia sekolah, salah satunya dengan memperkenalkan baju adat dari tiap daerah di Indonesia. Perkenalan dengan budaya bangsa sendiri dari kecil akan membawa seseorang untuk berkunjung langsung ke daerah yang bersangkutan. Seperti saya yang penasaran dengan Kalimantan dan akhirnya berkesempatan untuk mengexplore wilayah Kalimantan Selatan, mungkin destinasi selanjutnya bisa saja ke Kalimantan Utara.



Referensi :
www.sharingconten.com
www.sejarah-negara.com



Island Beach Home : Stunning Cafe in Nusa Ceningan


Siang itu dalam perjalanan menyusuri Nusa Ceningan, sepanjang jalan utama banyak disuguhkan deretan café-café cantik dengan view menghadap ke laut. Waktu memang sudah menunjukkan setengah hari dan badan butuh waktu sebentar untuk rehat dari perjalanan mengexplore Nusa Lembongan. Akhirnya saya dan tim explore saat itu, memutuskan untuk santai sebentar di salah satu café yang kita pilih secara random, yang bernama Island Beach Home.

island beach cafe nusa ceningan

Dari luar, café ini terlihat biasa saja, memasuki area utama banyak deretan meja dan kursi yang kosong. Malah, hanya beberapa kelompok bule dan rombongan saya saja yang ada di ruang utama café ini. Tapi ternyata di bagian bawah café yang berupa outdoor banyak turis yang bersantai disana sembari sunbathing. Mantap bener nih turis

island beach cafe nusa ceningan

View dari lantai atas atau ruang utama tadi cukup menarik, dari kejauhan saya bisa melihat jembatan kuning atau Yellow Bridge meskipun tampak kecil. Angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah saya bikin makin pewe duduk dikursi empuknya. 

island beach nusa ceningan
Yellow Bridge dari kejauhan

Sekilas konsep cafe ini dibuat ala-ala summer vibe, dengan interior dominan kayu dari meja, kursi sampai pagar disekeliling area lantai atas ini. Lampu gantung pun dibalut dengan kayu rotan melingkar dengan berbagai macam ukuran.

dekorasi island beach nusa ceningan

Inginnya kita bisa duduk di ayunan yang berada dipinggiran air laut, tapi karena posisi air laut masih cukup tinggi dan malas basah-basahan, ya diurungkan niat foto ala-ala di ayunan hits café ini.

Untuk harga snack dan minuman ringan di café Island Beach Home ini standart harga turis atau tempat wisata di Bali pada umumnya, lupa persisnya. Yang jelas, dari tampilan es yang dipesan teman saya saja cukup menarik.

menu di island beach nusa ceningan

Sebenarnya ada banyak deretan café yang juga menjual view seperti ini, tinggal kita pilih mana yang sesuai dengan hati saat nanti kesana. Menurut saya, semuanya bagus-bagus dan punya konsep café sendiri-sendiri untuk memikat tamunya.

Post ini saya buat singkat karena ingin share cakepnya view Nusa Ceningan dari pinggiran pulaunya. Gimana nggak betah kalau viewnya cakep begini.


island beach nusa ceningan


Kapan kalian terakhir kali nongkrong di cafe?

Hadirkan Kebahagiaan Ramadhan #DiRumahAja bersama Shopee


Menjelang bulan Ramadhan adalah saat-saat yang menyenangkan serta mengucapkan syukur karena masih dipertemukan kembali dengan bulan penuh hikmah di tahun ini. Perasaan bahagia ini tidak hanya dirasakan oleh saya, tetapi juga oleh seluruh anggota keluarga. Semua antusias menyiapkan keperluan hari pertama berpuasa, seperti mulai membeli beberapa kebutuhan pangan untuk sahur maupun berbuka, yaitu sayuran, buah, dan tidak ketinggalan juga untuk membersihkan rumah.

big ramadhan shopee 2020

Banyak berita bermunculan di daerah tempat saya tinggal, terutama dari pihak takmir atau pengurus masjid yaitu memberikan himbauan untuk melaksanakan sholat tarawih di rumah masing-masing. Tentunya berita ini sedikit mengurangi euforia malam pertama menyambut puasa. Tak dipungkiri setiap tahunnya, masjid akan selalu penuh dengan umat muslim yang akan melangsungkan ibadah sholat tarawih berjamaah.

Tidak hanya antusias untuk pergi ke masjid, anak-anak dan remaja di kampung saya biasanya selalu semangat keliling kampung sekitar jam 3 pagi sambil memukul bedug untuk membangunkan warga sahur.

Hal ini tidak lain dikarenakan adanya wabah Covid-19 yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah pun juga menghimbau masyarakat untuk berdiam diri di rumah dan melakukan aktivitas dari rumah. Sejak himbauan ini muncul di pemberitaan media nasional, tagar #dirumahaja menjadi viral dan menjadi peringatan kepada seluruh warga untuk patuh terhadap aturan pemerintah.

Hari pertama menunaikan sholat tarawih, saya dan keluarga  tidak pergi ke masjid, melainkan melaksanakan sholat tarawih sendiri di rumah. Meskipun terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kita sekeluarga tetap menyambut gembira Ramadhan kali ini.

Semangat di bulan Ramadhan
Berpuasa bukanlah suatu hambatan untuk bermalas-malasan. Saya sendiri masih melakukan aktivitas berangkat ke kantor karena program Work From Home dibuat dengan sistem bergantian dengan rekan kerja. Hal yang membuat berbeda dengan waktu sebelum wabah Covid-19 ini muncul adalah lebih seringnya saya menggunakan masker dan membawa hand sanitizer kemanapun saya pergi sebagai langkah antisipasi terhadap diri sendiri.

Untuk beberapa orang, bekerja dari rumah merupakan proses adaptasi baru, termasuk saya, karena sudah terbiasa dengan rutinitas bekerja di kantor. Saya sendiri mencoba untuk mengambil sisi positif dari kebiasaan baru tersebut, yaitu saya mempunyai waktu untuk membereskan kamar dan menata kembali interior di dalam kamar yang selama ini sempat tertunda.


big ramadhan sales shopee
Kegiatan selama #DiRumahAja

Adik saya juga melakukan kegiatan belajar dari rumah, hal ini tentunya sedikit berbeda jika adik berada di sekolah setiap harinya. Tentu saja hal ini menjadi kendala bagi ibu saya dengan adanya sistem belajar yang mengharuskan online setiap hari dengan guru, sehingga membuat beliau harus mempelajari teknologi terkini demi kelancaran proses belajar. Kejadian ini membawa perubahan positif juga untuk anggota keluarga, yaitu dengan mempelajari hal-hal baru.

Biasanya di bulan Ramadhan, agenda untuk buka puasa bersama dengan teman masa sekolah maupun sahabat di luar rumah rutin diadakan, untuk saat ini kegiatan buka bersama ditiadakan, jadi saya cukup berbuka puasa di rumah saja. Semua memaklumi kejadian ini, ada hikmahnya juga supaya lebih dekat dengan keluarga sendiri di rumah.

Tunda Lebaran Tak Masalah
Pemberlakuan peraturan pemerintah mengenai larangan mudik semakin menguatkan keluarga saya untuk tidak berlebaran di Surabaya. Biasanya setiap tahun, saya menghabiskan waktu libur lebaran dengan berkunjung ke rumah saudara di Surabaya, karena orang tua berasal dari Surabaya.

big ramadhan shopee

Moda transportasi yang biasa kita gunakan adalah kereta api dan tidak berselang lama dari himbauan dilarang mudik, muncul informasi bahwa transportasi kereta juga akan diberhentikan sementara operasionalnya.

Pastinya lebaran tahun ini tidak akan ada hari-hari penuh canda tawa secara langsung dengan saudara, tante maupun om. Biasanya ibu, bapak, tante dan om banyak bercanda setiap bertemu dan tiap tahun selalu meninggalkan kenangan yang menyenangkan. Pasti ada kesedihan bagi saya dan keluarga, tapi demi keselamatan bersama, kita memilih untuk menunda sementara acara berkumpul bersama keluarga besar ini.

Berkah Ramadan #DiRumahAja bersama Shopee
Seringnya saya berada di rumah saat ini tentu saja semakin membuat lebih akrab dengan saudara-saudara yang tinggal serumah. Terkadang saya dan adik membuat dalgona coffee yang sempat viral beberapa waktu lalu. Bahkan saudara sepupu yang masih duduk di bangku SD dan tinggal di kecamatan sebelah lebih sering bermain di rumah, sehingga membuat suasana rumah menjadi lebih ramai.

Tidak dirayakannya momen lebaran di Surabaya yang menyebabkan tidak bisa merasakan serunya bertemu saudara sepupu, membuat saya ingin menghadirkan keseruan itu di rumah sendiri. Tentunya saya ingin menghadiahkan ibu dan adik saya dengan barang-barang yang bermanfaat. Kebetulan, website belanja online favorit saya yaitu Shopee biasanya di bulan Ramadhan seperti sekarang ini mempunyai banyak promo.

Hadirnya platform belanja online Shopee pastinya memudahkan siapa saja untuk belanja dari rumah, apalagi kondisi sekarang ini yang mengharuskan kita untuk berdiam diri di rumah. Kehadiran Shopee di Indonesia pada tahun 2015 benar-benar memudahkan para penjual dan pembeli dalam satu wadah yang praktis. Kategori produk yang dihadirkan mewakili semua kebutuhan masyarakat, seperti fashion, kosmetik, makanan, perlengkapan rumah, elektronik bahkan bisa berdonasi dari Shopee.

big ramadhan shopee

Kali ini saya tertarik untuk berbelanja mukena, baju muslim kekinian dan outer. Semua fashion yang saya inginkan, masuk dalam kategori fashion muslim dan promo Big Ramadhan Sale. Mukena cantik berwarna peach dengan motif bunga membuat saya untuk memilihnya. Toko rajatashop yang berlokasi di Denpasar menyediakan beragam variasi mukena dan harga yang terjangkau. Tanpa banyak berpikir lagi, dengan cepat saya masukkan ke keranjang belanja. Mukena cantik ini saya dapatkan dengan harga hanya Rp. 85.000
big ramadhan shopee



Begitu juga dengan outer motif batik berwarna kuning cerah, yang saya beli di toko geraiklambiku dan berlokasi di kota Solo dengan harga Rp. 52.200 dari harga aslinya yaitu Rp. 60.000. Serta baju muslim kekinian warna dusty atau pink muda yang saya beli dari toko Mybamus di Bandung dengan harga Rp. 93.900, untuk harga asli baju muslim ini sendiri yaitu sekitar Rp. 300.000

big ramadhan shopee

Awalnya saya ragu, pengiriman akan lama karena beberapa wilayah memberlakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar, tapi ternyata semua barang tersebut tiba dirumah hanya membutuhkan waktu tiga hari dari tanggal pemesanan.

big ramadhan shopee

Saya serahkan baju muslim dan mukena untuk ibu dan adik saya, mereka sangat senang menerimanya. Paling tidak saya bisa membuat mereka sekeluarga bahagia dengan momen Ramadhan tahun ini yang sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah.

Shopee tidak hanya memberikan layanan kebutuhan produk masyarakat, tetapi saya juga berkesempatan untuk mendapatkan THR dengan bermain #ShopeeTanamTHR 10 M di aplikasi Shopee dalam rangka promo Big Ramadhan Sale. Lumayan untuk mengatasi kejenuhan saat dirumah.

Rayakan Hari Kemenangan di Rumah
Untuk mengobati kerinduan berkumpul dengan keluarga yang sebagian besar berada di luar kota, saya akan tetap bersilahturahmi melalui telepon maupun video call. Sepertinya outer berwarna kuning cerah yang saya beli di Shopee tadi, akan saya kenakan saat video call dengan saudara-saudara, supaya suasana lebaran makin ceria juga.

Biasanya di kampung saya, setelah sholat idul fitri warga berkumpul di area sekitar masjid  untuk saling bermaaf-maafan. Tidak sabar menunggu momen bahagia nanti di puncak Ramadhan
.
 *


Artikel ini diikutkan dalam Kontes Blog #THRBigRamadhanSale2020 Bersama Shopee



latest 'gram from @ainun_isnaeni