The Power of Postcard

Biasanya kalau lagi bepergian pengen bawa sesuatu yang khas dari tempat yang dikunjungi untuk dibawa pulang. Entah itu berupa makanan atau barang benda mati, kalau makanan paling lama bertahan nggak lebih dari seminggu, soalnya cepat habis. Beda lagi dengan barang yang tahannya bisa awet. Barang yang paling sering dibawa pulang sebagai merchandise adalah gantungan kunci, magnet kulkas, miniatur landmark negara yang bersangkutan, sampai pajangan keramik.

Kalau bepergian ke kota dalam negeri, biasanya saya membeli kaos, aksesoris, tas dari kain dan penganan. Hampir sama juga jika saya perginya ke luar negeri, biasanya yang dibeli kaos, gantungan kunci, tas-tas belanja unik nan menggemaskan, pokoknya yang berfungsi, kira-kira seperti itu. Tapi ada juga yang agak nggak berfungsi seperti kartupos. Seringnya barang-barang ini saya beli untuk keluarga sendiri, maklum tight budget juga.


Nggak nyangka juga, sekian lamanya ternyata saya masih betah menyimpan beberapa lembar kartupos dan terabaikan begitu saja.

Kenapa saya suka kartupos? Saya sendiri juga nggak tau kenapa, dulu waktu masih SD sudah sering kirim kuis majalah lewat kartupos, kemudian sering mengirim surat ke artis cilik dan dibalas balik dengan kiriman kartupos bergambar sang artis. Betapa saya dulu gemar sekali korespondensi. Mungkin ini awal mulanya beli kartupos hahaha.

Koleksi kartupos saya nggak banyak, karena nggak selalu tiap daerah yang dikunjungi sempat untuk mampir kantor pos atau malah di tempat oleh-oleh nggak menjual si kartupos. Yang masih tersimpan dengan baik sampai sekarang adalah kartupos bergambar lokasi wisata dari Pulau Lombok, Melaka-Malaysia, Saigon, Universal Studio Singapore, Penang dan Flores.


Beberapa teman blogger ada yang dengan baik hati mengirimkan kartupos dari negara yang dikunjungi ke alamat saya, sayangnya banyak gagalnya, gagal dalam artian si kartupos nggak sampai ke alamat rumah, entahlah nyasar kemana.

The Power of Postcard

Saya nggak meyakini kalau sebuah kartupos bisa mempunyai “kekuatan” untuk membawa kita ke daerah tersebut. Tapi sekarang saya berubah pikiran, kartupos ini bisa dikatakan sebagai semacam cambukan atau pengingat jika seseorang mempunyai angan-angan pengen kesana.

Dulu kala, waktu pertama kali ke Pulau Lombok dengan waktu yang nggak lama, pastinya ada banyak destinasi yang nggak keburu buat dikunjungi, salah banyaknya ada Pantai Mawun. Pertama kali melihat gambar Pantai Mawun, saya kok suka ya, pasir pantainya putih, lautnya berwarna biru tosca cakep, meskipun hampir semua pantai disana juga seperti ini. Dan waktu ke toko oleh-oleh menemukan kartupos yang dijual dan salah satunya bergambar Pantai Mawun ini, langsung auto beli buat kenang-kenangan.

Saya meletakkan kartupos bergambar Pantai Mawun ini dimeja kantor, berharapnya sih suatu saat bisa balik lagi ke Lombok dan kalau sempat mampir ke Pantai Mawun ini.


Kurang lebih 5 tahun berselang dari kunjungan saya pertama kali ke Pulau Lombok, saya balik lagi ke pulau dengan julukan pulau seribu masjid ini. Kali ini karena edisi birthday trip #yaelahhh, dan nggak mau tanggung-tanggung juga, sekali jalan di daerah Kuta Lombok, ya mampir sekalian ke Pantai Mawun.

Dannn finally bisa menginjakkan kaki di pantai yang gambarnya cuman dipajang dimeja kantor selama ini, pantainya benar-benar berpasir putih halus, warna lautnya biru cantik, bibir pantainya beneran melingkar persis yang ada di kartupos. Kegirangan nih anak kota hahaha

Dari sekian sedikitnya simpanan kartupos, kartupos yang saya beli di Desa Denge adalah yang menjadi favorit pertama. Desa Denge adalah desa terakhir sebelum menuju ke Kampung Adat Waerebo, tepatnya saya beli di rumah Bapak Blasius Monta, saya rasa semua traveler yang pernah ke Waerebo pasti nggak asing dengan pemilik penginapan ini.


Karena terkesima dengan cerita Pak Blasius soal “care-nya” warga asing terhadap kearifan lokal dan budaya di Waerebo sampai history pembangunannya yang sungguh luar biasa, membuat saya membeli beberapa lembar kartupos itu untuk dibawa pulang. Berharapnya lain waktu bisa balik lagi ke sana.

Postcrossing

Waktu membaca postingan mas Isna (djangki) soal kartupos, ternyata mas Isna suka kartupos juga dan malah sepertinya gabung di komunitas postcrossing. Slogan dari kegiatan ini adalah “send a postcard and receive a postcard back from a random person somewhere in the world”. Secara nggak langsung, dari kegiatan berkartupos ria ini, bisa menambah kenalan teman baru juga.


Dan sepertinya sekarang makin jarang orang yang saling kirim kartupos di negeri sendiri, wajah perangko saja yang terbaru saya nggak ngerti. Semua sudah diganti dengan kiriman serba email dan kalaupun surat menyurat atau paket memilih lewat expedisi seperti J**, J&*, dan kawan-kawannya. Saya pergi ke kantor pos nggak lain hanya untuk membeli materai :D.

Kalau melewati jalan semasa saya sekolah dulu, jadi teringat pulang sekolah memasukkan kartu pos atau surat ke sahabat pena ke dalam kotak pos berwarna orange terang itu. Sekarang? Kotak posnya sudah nggak ada. Duh kasian nasib kotak pos, kejayaanmu dulu kini sudah sirna.

Ada yang punya kenangan atau cerita dengan kartupos jugakah?

 

 

 

 


3 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Lebih Akurat Mana, Aplikasi Maps atau Hati?


Memang nggak bisa dipungkiri lagi, semakin kesini inovasi teknologi di kategori handphone (HP) sudah memberikan perkembangan yang berbeda. Dari yang awalnya pegang HP yang hanya bisa bikin nada dering lagu dengan rumus-rumus huruf dari majalah music Hot Chord sampai HP yang spesial buat main games saja, sudah bisa dinikmati para kawula muda saat itu, tinggal sesuaikan saja dengan kondisi keuangannya.

Teknologi baru membawa perubahan lagi ke sistem Android. Saya waktu itu nggak paham apa itu Android dan secanggih apa, sampai adik kos menunjukkan kecanggihannya pun, saya masih nggak ngeh. Lagi happeningnya si Android, eh muncul si Blackberry. Makin nggak ngerti juga canggihnya dimana, karena saya belum punya hahaha.

Dulu waktu masih jamannya pake Blackberry yang notabene hape tercanggih (saat itu), rasanya semua keinginan manusia bisa diselesaikan hanya dengan HP saja. Sebuah HP bisa mengakomodir kebutuhan manusia, apa nggak luar biasa ini namanya.

Sampai suatu saat saya mempunyai Blackberry dan Android sendiri, jadi bisa benar-benar merasakan kecanggihannya. Transaksi perbankan tinggal ketik ketik saja, mau nyari apa tinggal search saja, apalagi cuman butuh peta.



Saya memanfaatkan si Blackberry dan Android untuk mempermudah pekerjaan ataupun berselancar di dunia maya. Apalagi aplikasi navigasi yang disediakan di playstore cukup membantu saya yang cukup sering bepergian. Lalu sampai sejauh mana kebutuhan saya dicukupi oleh sebuah aplikasi ini?
* * *
Aplikasi Maps Mempermudah Pejalan? Tergantung Sikon
Waktu itu saya hanya berdua dengan travelmate menghabiskan akhir pekan di Banyuwangi. Rute Jember – Banyuwangi Kota dengan mulus saya lalui, karena area Banyuwangi masih wilayah kerja dan cukup sering saya kunjungi, sudah sedikit hapal dengan jalannya. 

Muter-muter explore daerah kota nggak ada masalah besar buat saya. Hari terakhir di Banyuwangi, kita nggak ada rencana akan pergi kemana, jadi random saja berbekal info dari teman saya ini dan googling.

Tahun 2015 tersebutlah nama Hutan Djawatan, saat itu masih sedikit sekali info apa itu hutan Djawatan. Menurut teman saya, di hutan ini banyak pohon pohon gede yang bagus buat dijadikan background foto. Berbekal Google Maps, saya mengarahkan kendaraan sesuai instruksi mbak-mbak di aplikasi tersebut. Done.

Hutan Djawatan masih polos

Saya berhasil menemukan lokasi Hutan Djawatan dengan baik. Lahh gampang, nggak jauh dari jalan raya utama. Say thanks to Google Maps.

Karena masih setengah hari, perjalanan dilanjutkan menuju daerah Jajag Banyuwangi. Maksud hati adalah ke Pulau Merah atau Pantai Pancer. Baiklah saya menuruti teman saya ini.

Flashback di tahun 2012, kantor saya mengadakan event di daerah kecamatan Pesanggaran, daerah ini jauhhh banget dari Jajag. Break event, saya dan pimpinan kantor plus rekan dari Banyuwangi diajaklah ke Pulau Merah yang saat itu masih sepi banget. Dari blusukan ini, sedikit banyak saya mengetahui medan jalan dan kondisinya.

Nah, saat saya ke Banyuwangi lagi inilah, saya kembali melewati beberapa ruas jalan yang sama dengan kunjungan saya saat event itu. Dan, entah sampai persimpangan jalan yang mana, kita berdua membuka Google Maps dan mempercayakan rute perjalanan pada suara si mbak Maps.

Sekian kilometer, maps mengarahkan saya ke jalanan tanah dan malah belok ke halaman rumah orang dan akhirnya bisa kembali ke jalanan aspal. Berjalan lagi sekian kilometer, mobil yang saya setiri melewati jalanan berbatu, semakin jauh dari jalanan aspal dan melewati ladang warga. Dari sini sebenarnya saya sudah aneh, tapi malah tancap gas terus dan terus. Jalanan desa berbatu ini juga semakin nggak ada orang hahaha.

Masih sempet moto, walaupun yakin ini bukan jalan yang benar
Sampai pada bagian melewati jembatan yang awalnya saya ragu bisa muat dengan mobil saya ini, dannnn untungnya muat, passs. Si mbak Google Maps, kembali mengarahkan “belok kiri ke jalan raya”, ya elahhh ternyata itu tadi tembusan jalanan utama, tapi kenapa saya bisa lewat jalan pelosok begini. Pffhhtt. Makin nggak jelas si Google Maps ini mah.

Selanjutnya, untuk menuju Pantai Pancer, hanya mencoba bertanya ke warga sekitar saja alias GPS alami (Gunakan Penduduk Setempat), karena mereka lebih jago dari si Google Maps ini.

Saat perjalanan pulang, saya nggak memilih menggunakan Google Maps tapi lebih menggunakan hati atau perasaan saya saja, karena memang sebelumnya samar-samar seperti pernah melewati daerah Kecamatan Gambiran dan sekitarnya ini. Dan berhasil sampai di kota kecamatan.

Beberapa teman berpendapat mengenai penggunaan aplikasi maps antara Google Maps maupun Waze, karena dua aplikasi ini yang paling umum dipakai. Teman yang satu bilang, enakan pakai Waze karena detail, ehh tapi ada nggak enaknya juga, di jalanan Surabaya kalau mengandalkan Waze bisa dilewatkan di jalanan sempit, nahh yang orang Surabaya pasti tahu gimana padatnya jalanan disana, apalagi kalau bawa mobil, udah ribet pastinya kalau nyasar melulu.

Ada juga yang cukup pakai Google Maps sudah bisa membantu. Saya setuju semua aplikasi ini mempunyai fansnya sendiri-sendiri, ada kalanya Google Maps mengarahkan saya ke tempat tujuan dengan benar dan tepat. Tepat sekali bahkan.

Tapi kalau sudah berada di daerah yang sinyal saja susah ataupun terpencil, sepertinya mending mengandalkan GPS saja alias Gunakan Penduduk Setempat.

Pernah dengar berita, sebuah mobil bisa masuk ke dalam hutan yang mau muter balik saja susah dan jalanan bertanah, kalau nggak salah di Jawa Tengah. Ini gara-gara driver mengandalkan dan mengikuti perintah aplikasi maps tadi untuk tujuan ke tempat wisata. Sampai-sampai pihak berwajib dan warga buat mengeluarkan mobil ini dari jalanan yang sempit dan pas sebadan mobil pun susah. 

Minimnya informasi ataupun petunjuk di jalan memang bisa membuat kesasar pengendara. Kalau sudah nggak yakin, mending pergi ke kantor polisi. Kayak saya.

Iya, waktu di Lombok dan memutuskan untuk muter-muter kota dengan motor sewaan di malam hari, dari Mataram Mall hanya muter muter saja dan nggak menemukan jalur balik ke Hotel di daerah Senggigi. Pilihannya adalah saya pergi ke kantor polisi dan dengan baiknya di antar bapak polisi sampai titik tertentu menuju daerah Senggigi.

Intinya jangan malu bertanya biar nggak kesasar kalau si aplikasi Maps belum menunjukkan jalan yang benar.

Dan jangan membuat keterbatasan membaca peta sebagai penghalang pergi kemana-mana, saya sendiri juga nggak jago-jago banget baca peta, disuruh belok ya belok, entah itu belokan yang mana.

Tiap orang punya favoritnya masing-masing, kalian pernah disasarin si mbak mbak Maps ini juga kah?





22 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Susahnya Menemukan Makanan Halal di Daerah Minoritas


Bagi pekerja kantoran yang menginginkan waktu liburan di sela-sela hari kerja biasanya akan mengambil cuti, akan tetapi hal ini tergantung dari aturan tiap perusahaan yang bisa berbeda satu sama lain. Ada perusahaan yang bisa dengan mudahnya memberikan ijin cuti sampai seminggu, bahkan jika jatah cuti tahunan nggak diambil akan diganti dengan uang.

Di tempat saya bekerja, biasanya maksimal cuti yang diberikan adalah 2 hari. Kalau saya sendiri lebih sering mengajukan 3 hari dan pengajuan 3 hari ini akan di acc jika alasan cuti bisa diterima. Itulah sebabnya saya harus pintar memilih tanggal jika berencana cuti, seperti memanfaatkan tanggal merah di tengah-tengah minggu atau extend ijin jika waktunya masih kurang alias nggak memungkinkan untuk balik ke kota asal.


Seringnya destinasi liburan saya ke daerah yang terbilang jauh, jadi libur hari raya yang paling sering saya manfaatkan untuk libur panjang. Ketika memutuskan untuk memilih liburan di waktu libur hari raya biasanya saya memilih daerah yang minoritas penganut muslimnya. Karena saat itu, saya berpikir kalau hari raya, ada beberapa tempat wisata yang akan tutup mengingat kebanyakan pekerjanya biasanya muslim.

Selamat Datang di Flores
Cerita soal bagaimana kendala saya ketika liburan di daerah minoritas muslim dimulai ketika melakukan land trip di Flores. Trip Flores saya lakukan ketika libur lebaran, landing pertama adalah di kota Maumere. Karena Maumere terkenal dekat dengan laut, nggak heran jika banyak warung yang menyediakan menu ikan bakar. Untuk daerah Maumere, Ende ataupun Riung saya nggak menemukan kendala soal makanan, paling gampang dipesan biasanya nasi goreng atau mie.

Di daerah Bajawa, saat mencari makan malam di resto dekat hotel, sebagian besar menu yang dijual adalah mengandung babi, ada beberapa menu chinesee food. Saya pun memesan chinesse food.

Saat trip seperti ini, mau nggak mau saya hilangkan “keraguan” akan kebersihan dari alat-alat masaknya, sebagai konsumen males repot juga harus sidak ke dapur untuk ngecek alatnya, malah nantinya bisa saja saya yang diusir hahaha.

Yang saya yakini, bisa saja wajan ataupun perkakas lain yang dipakai masih dari satu wadah, baik untuk memasak nasi goreng, mie ataupun menu siobak.

Pindah ke kota Ruteng dan Labuan Bajo, tim saya nggak menemukan masalah untuk mencari tempat makan “umum”.

Hallo Bali
Di Pulau Bali banyak banget pilihan tempat makan, tapi bagaimana jika menyeberang ke Nusa Lembongan?

Sebelum menginjakkan kaki di Nusa Lembongan, saya sudah browsing dulu tentang warung yang berada di pulau kecil ini. Satu warung yang menjadi pegangan saya ketika di Lembongan adalah warung Bu Edy.

Warunng makan di Nusa Lembongan
Kenyataannya? Sejak hari pertama kedatangan, saya susah menemukan dimana letak warung Bu Edy dan baru saya lihat secara nggak sengaja di hari berikutnya ketika motoran karena mata saya lagi jelalatan di sepanjang jalan. Karena nggak mau egois sendiri, ya abaikan saja warung Bu Edy ini. Kalau malas ribet, memang pergi makan di resto beach club atau resto sea food, kalau sesekali oke lah. Tapi untuk tiap hari kayaknya kok terlalu pricey juga.

Nggak sengaja di dekat hotel saya menginap, ketemu warung, minimal bisa pesan mie Indomie favorit. Di warung sederhana dengan lantai tanah ini, terdapat etalase mini yang memajang beberapa masakan termasuk tumis sayuran ataupun masakan daging babi. Teman trip saya yang non muslim semua, sangat happy bisa ketemu dengan makanan favoritnya disini. Lah saya?


Bisa ditebak kalau saya sesekali pesan mie dan seringnya memilih nasi campur. Dan yang saya lihat alat masak maupun peralatan makan semuanya jadi satu, mau itu masak daging ayam, sapi ataupun babi. Apa mau dikata, yaudah pesan saja, jadi selama beberapa hari di Nusa Lembongan, warung ini menjadi jujugan tiap hari.

Hai Vietnam
Waktu ke Saigon, saya sempat mengikuti tur lokal untuk destinasi yang jauh keluar kota. Seperti biasa, ikutan trip umum seperti ini, ada mampir ke resto untuk makan siang. 

Siang itu, bis tur yang saya naiki berhenti di sebuah rumah makan sederhana di pinggiran Saigon, menu yang disajikan bahasanya sulit saya mengerti, ngomong sama pegawainya nggak bisa bahasa Inggris. Yaudah karena nggak ngerti mana menu yang ada daging ayam, sapi atau babi, ya saya asal pilih saja. Yang penting makan dan kenyang.


***
Sensasi susah senang mencari menu makan yang sesuai pilihan di tempat asing memang bisa menjadi kenangan tersendiri buat traveler. 

Apa kalian pernah menemukan hal yang sama seperti saya?





18 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Menikmati Sajian Alam di Pantai Mustika, Pancer Banyuwangi


Destinasi kali ini sebenarnya diluar rencana, dari Banyuwangi kendaraan saya arahkan menuju area Pulau Merah, tapi karena antara blank dengan jalan dan sudah pernah ke Pulau Merah sebelumnya, saya nggak membelokkan kendaraan ke jalanan masuk Pulau Merah, tetapi malah ke Pantai Pancer.

Di sepanjang perjalanan akan disuguhi lahan kebun warga dan beberapa rumah yang terletak saling berjauhan satu sama lain. Dan terlihat hamparan laut biru dari jalanan ini, meskipun sesekali terhalang pohon dan kebun milik warga.

Menikmati alam di pantai mustika banyuwangi


Selama ini saya mengetahui nama pantai yang masih tetanggaan dengan Pulau Merah ini dengan sebutan Pantai Pancer. Setelah saya datang langsung ke pantai ini, ternyata ada papan bambu sebagai sign board dengan nama Pantai Mustika.

Selamat Datang di Pantai Mustika
Pantai Mustika terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Keunikan yang dimiliki pantai ini yaitu hamparan golden sands atau pasir emas yang luas, selain itu bibir pantainya berbentuk seperti setengah lingkaran.

destinasi pantai banyuwangi yaitu pantai mustika

Asal muasal nama Mustika berawal dari kedatangan Nyi Roro Kidul ke tempat ini dan ketika akan pulang, mustika yang dikenakannya tertinggal. Kemudian oleh orang yang menemukan mustika tersebut, meyakini bahwa mustika adalah milik Nyi Roro Kidul, dia pun membuang mustika tersebut ke laut dengan harapan bisa kembali ke pemiliknya. Namanya saja cerita rakyat, boleh percaya atau tidak percaya.

perahu nelayan di pantai mustika

Aktivitas pengunjung yang bisa dilakukan di Pantai Mustika nggak jauh-jauh dari menikmati angin semilir di bawah pohon dekat area parkir ataupun menikmati deburan ombak, bermain pasir dan menikmati kelapa muda. Ombak di sekitar pantai nggak terlalu besar, jadi aman untuk berenang dipinggirannya atau sekedar bermain air.

pantai mustika banyuwangi


Siang yang panas terik itu, saya berjalan ke jalan setapak di sebelah kanan, dimana banyak bersandar perahu-perahu nelayan. Nggak jauh dari lokasi perahu-perahu parkir tadi, terdapat gundukan bebatuan memanjang menuju tengah laut, saya dan travelmate mencoba melintasinya dan penasaran viewnya dari atas bebatuan ini.

pantai mustika banyuwangi

Teman saya sudah berjalan jauh di depan, saya sendiri hanya sanggup melintasi sekian meter saja berjalan diatas batu-batuan ini dan memang view dari atas batu-batu ini jelas semua, saya bisa melihat sekeliling Pantai Mustika dengan leluasa.

Bibir pantai yang berbentuk melingkar seperti setengah lingkaran terlihat dengan jelas, view gunung nun jauh disana yang saya sendiri nggak tahu itu gunung apa juga tampak jelas, karena cuaca yang sangat cerah.

Oya, di tengah laut dari Pantai Mustika ini terdapat pulau lagi, dengan nama Pulau Mustaka dan luasnya sekitar 3 Hektar. Pulau Mustaka ini hanya ditinggali oleh fauna saja seperti kera. Untuk menginjakkan kaki di Pulau Mustaka, pengunjung bisa menyewa perahu nelayan setempat. Range harganya saya kurang tahu ya, karena waktu itu nggak berminat untuk menyeberang laut hehehe.

pantai mustika banyuwangi

Menurut warga, meskipun Pulau Mustaka tidak berpenghuni, tetapi disana terdapat peninggalan Jepang seperti benteng lengkap dengan meriamnya dibagian puncak dan tentu saja pulau ini mistis.

Update terbaru nih, Pemkab Banyuwangi juga menyelenggarakan Festival Pantai Mustika dengan tujuan untuk mempromosikan pantai ini. Pastinya, disetiap penyelenggaraan festival di Banyuwangi selalu disuguhkan atraksi seni dan budaya. Primadona dari festival ini tentu saja hidangan lobster yang disajikan warga sekitar. Saya belum sempat mencicipi masakan lobster waktu sana, mungkin lain kali akan saya coba.

pantai mustika banyuwangi

Nah, karena Pantai Mustika ini juga menjadi sandaran perahu nelayan setempat, jangan heran ketika melintasi rumah warga akan tercium bau-bau seperti di pasar ikan.

Apa ada diantara kalian yang sudah pernah ke Pantai Mustika, Pancer ini?

33 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Palm Sugar Cafe : Hadirkan Nuansa Gallery dan Tradisional Food


Café yang mengusung konsep tradisional pada beberapa interiornya jarang ditemui saat ini, yang paling sering dijumpai biasanya café dengan konsep industrial. Kali ini saya penasaran pengen ke café yang menggabungkan unsur tradisional dan gallery lukisan, apalagi di kota Banyuwangi yang memang jarang ditemui.

Alasan lain saya memilih Palm Sugar Cafe ini adalah karena tidak terlalu jauh dari Stasiun Karang Asem, dimana setelah selesai makan malam, saya lanjutkan dengan perjalanan kereta malam menuju Jember.

Menikmati cafe yang menghadirkan suasana tradisional

Tampak dari luar, café ini nggak seperti interior café pada umumnya, tampilannya sederhana seperti rumah warga pada umumnya. Di teras, terdapat beberapa kursi dan meja kayu yang bisa dipilih pengunjung jika memilih di bagian outdoor.

Interior di bagian dalam juga nggak jauh-jauh dari nuansa kayu, ada beberapa meja kayu panjang dan dudukan kayu jati memanjang di sebelah kanan pintu masuk, di sebelah kiri terdapat meja kayu serupa yang cukup untuk diduduki 4 orang saja.

Menikmati cafe yang menghadirkan suasana tradisional

Yang menarik lagi adalah terdapat satu buah gazebo cantik di dalam ruangan, yang bisa dipilih pengunjung jika ingin menikmati makanan dengan cara lesehan.

Menikmati cafe yang menghadirkan suasana tradisional

Malam itu saya hanya pesan lalapan dan teh dilmah. Dan kebetulan waktu saya kesana, kebetulan si owner ini lagi experince dengan menu barunya yaitu smootie bowl dan meminta si travelmate untuk review hasil masakannya. Pilihan menu yang lain cukup beragam dari tradisional sampai western.

Menikmati cafe yang menghadirkan suasana tradisional

Menikmati cafe yang menghadirkan suasana tradisional

Menikmati cafe yang menghadirkan suasana tradisional

Menariknya lagi di cafe Palm Sugar ini, diruang sebelah terdapat ruangan yang cukup luas dan difungsikan sebagai pajangan karya seni beberapa lukisan. Sembari menunggu pesanan makanan datang, lumayan juga cuci mata mengamati pajangan lukisan disini.

Menikmati cafe yang menghadirkan suasana tradisional

Menikmati cafe yang menghadirkan suasana tradisional

Besok mau mampir dimana lagi ya?


Palm Sugar Cafe
Jl. Kuntulan 135
Karang Asem – Banyuwangi
IG : @palmsugarcafe



30 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

My Second Book : Cerita Pencinta Dunia Maya Menjelajah Asia


Awal ngeblog di tahun 2009, sepertinya informasi mengenai komunitas blogger Indonesia kurang begitu menggema atau bisa jadi saya saja yang kurang browsingnya. Sampai pada akhirnya saya bertemu dengan komunitas Warung Blogger di group Facebook yang kemudian merambah ke dunia twitter.

Saya rasa, sekarang pasti sudah banyak yang mengetahui Warung Blogger ini. Singkat cerita, Warung Blogger didirikan tahun 2011 oleh Lozz Akbar. Beruntung saya juga berkesempatan untuk sedikit sumbangsih di komunitas ini, seperti melalui E-magz Blogger dari awal terbentuknya yang melibatkan beberapa blogger dan hanya berkomunikasi melalui Whatsapp dan email. Sayangnya, beberapa kali blogger-blogger ini meet up, saya nggak bisa hadir karena sibuk kerjaan dan memang jauh juga kalau ke Jakarta hanya untuk beberapa saat.  Yang penting keep in touch lewat sosial media masih terus terjaga hehehe.

buku blogger walking warung blogger

Suatu ketika, terbersitlah ide dari teman-teman blogger untuk membuat suatu karya berupa artikel yang akan dibukukan.  Hasil penjualan dari buku ini nantinya akan digunakan untuk proyek amal, karena saya haus akan karya yang dibukukan, kesempatan untuk ikutan proyek ini tentu nggak disia-siakan dan pastinya melalui proses seleksi juga.

Kebetulan tema yang diangkat untuk proyek buku ini yaitu mengenai cerita traveling, dengan tagline bukunya yaitu “Cerita Pencinta Dunia Maya Menjelajah Asia”. Dan lagi-lagi nggak disangka, kalau artikel saya nyangkut juga di proyek ini. Di buku ini saya memilih bercerita pengalaman jalan ketika ke Melaka, Malaysia. 

buku blogger walking warung blogger

Saat buku ini terbit di bulan Mei tahun 2014, saya nggak terlalu memperhatikan siapa saja teman-teman kontributor lainnya, nah ketika saya kembali menemukan buku ini di tumpukan koleksi buku-buku lama saya, baru ngeh juga kalau karya saya juga bersanding dengan karya teman-teman yang blognya cukup sering saya sambangi.

Semangat buat proyek buku pribadi ahhh hahaha…aminnn




8 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Pentingnya DCI Dalam Membangun Infrastruktur IT

Data center merupakan media atau dapat pula disebut sebagai fasilitas untuk penyimpanan server dan dimana hosting web server berada. Data center mampu diumpamakan seperti rumah untuk keseluruhan data-data yang terhubung melalui server serta memiliki tugas dan fungsi dalam melindungi data maupun segala jenis informasi dari berbagai server hosting.
Fungsi dari keberadaan data center yaitu untuk principal repositories bagi semua peralatan IT yang terdiri dari server, networking switches, firewall, router, subsistem penyimpanan, physical rocks  sampai dengan kabel


Pentingnya data center NEX

Dalam pusat data terdapat ribuan server yang disusun dalam rak server dalam bentuk fisik. Proses yang dilakukan dalam pembuatan lokasi data center Indonesia seperti yang dilakukan NEX, tidak bisa sembarangan karena wajib dalam hal menerapkan macam dari standar tata kelola mulai dari prosedur operasi, perawatan, rencana pemulihan, mitigasi bencana sampai dengan jaminan terhadap kelangsungan bisnis yang dikelola. 
Inilah beberapa alasan mengapa data center Indonesia penting jika Anda ingin membangun infrastruktur IT Indonesia, yaitu:
Pentingnya data center NEX

1.      Alasan sumber daya listrik yang tidak terganggu

Data center mempunyai sebuah sistem power supply yang baik sehingga penting. Biasanya apabila terdapat pemadaman listrik, maka battery bank akan menyediakan data sehingga generator diesel masuk. Hal ini kemudian mampu memastikan hampir tidak ada gangguan pada sumber daya listrik sehingga mampu menandakan bahwa uptime server yang lebih tinggi.

Pentingnya data center NEX

2.      Alasan security

Security atau biasa pula disebut keamanan merupakan fitur paling penting yang diperlukan klien dalam data center indonesia. Dari keamanan berlapis yang dilakukan NEX, maka keseluruhan akses fisik dikontrol secara aman dan terjaga. Identitas mampu dikonfirmasikan berdasarkan biometrik dan semua aktivitasnya adalah berupa ranah privasi.

3.      Alasan pemrosesan dan penyimpanan

Melalui keberadaan prosesor multicore baru di pasar saat ini, maka pada data center Indonesia kecepatan pemrosesan dapat ditingkatkan hingga tahap hitungan jam. Penyimpanan tambahan pun mampu diberikan sesuai dengan kebutuhan.

4.      Alasan dari banyaknya IP Provider

Internet yang memiliki kecepatan tinggi sangat penting bagi bisnis dan kepentingan e-commerce. Dalam mempertimbangkan jangkauan yang paling dibutuhkan oleh bisnis online maka terdapat  banyak penyedia layanan IP yang berada dalam satu lokasi.

Terbukti hal ini mampu menguntungkan daripada berlangganan dalam tujuan koneksi individual. Terdapat penghematan modal hanya dengan menyewa koneksi untuk jangka waktu tertentu dibandingkan dengan membeli saluran khusus.

Pentingnya data center NEX

5.      Alasan bandwidth

Saat bisnis online berkembang, maka bar dalam kebutuhan bandwidth meningkat secara radikal. Selain itu, registrasi produk, pemasaran berbasis web, iklan video, konferensi audio, hingga kolaborasi video dan audio merupakan bagian dari semua aplikasi bandwidth yang lengkap. Data center Indonesia yang dilengkapi dengan baik untuk menangani kebutuhan di setiap saat.

Aktivitas virtual di zaman modern yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia yang memerlukan data center untuk jaminan keamanan. Melalui keberadaan pusat data maka data yang disimpan dan diunggah dapat diakses di mana dan kapan saja tanpa khawatir akan hilang. NEX merupakan salah sau penyedia layanan data center Indonesia yang memberikan layanan data center premium serta menyediakan banyak layanan service provider. Tidak banyak yang mengetahui bahwa semua aktivitas itu diolah dan terekam di dalam beberapa server di suatu lokasi bernama data center.

Itulah beberapa alasan mengenai pentingnya data center Indonesia apabila Anda ingin membangun infrastruktur IT Indonesia yang baik dan lengkap. 


16 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Tips Jitu Memilih Meja Kerja Kantor Terbaik


Kenyamanan merupakan suatu hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih suatu produk. Sama halnya ketika memilih meja kerja kantor. Anda harus memilih meja yang lebih sesuai dengan kapasitas pekerjaan agar hasilnya lebih produktif. Kenyamanan selama bekerja akan tercipta dengan memilih meja kantor terbaik. Ikutilah tips di bawah ini untuk menemukan meja kerja paling sesuai.
Tips Jitu Memilih Meja Kerja Kantor Terbaik

1.      Menyesuaikan Ukuran Meja dengan Luas Ruangan
Poin pertama yang harus dipertimbangkan dalam memilih meja kerja adalah ukurannya. Sebelum itu, Anda harus mengenal betul luas ruang kerja Anda demi menyesuaikan ukuran meja kerja dengan luas ruangan tersebut. Penyesuaian ini sangat penting agar ruang kerja tetap nyaman dan leluasa, tanpa harus dipenuhi oleh furnitur. Jika ingin menghemat ruangan, pilihlah meja kerja yang fungsional, sehingga bisa menghemat tempat.
2.      Memastikan Kualitas Produk
Kualitas merupakan pertimbangan utama dalam pembelian suatu produk. Untuk mengetahui kualitas furnitur, Anda harus memastikan kualitas bahannya. Bahan meja kerja kantor memang beragam dengan keunggulannya masing-masing. Anda pilih saja yang sesuai kebutuhan, asalkan tetap memilih kondisi bahan yang berkualitas. Jika memilih meja kayu, maka pilih meja kayu yang masih utuh, tidak cocoh (berlubang), tidak keropos, dan halus karena sudah di-finishing. Untuk meja aluminium atau meja kaca, usahakan permukaannya halus dan utuh.
Tips Jitu Memilih Meja Kerja Kantor Terbaik

Pertimbangan berikutnya adalah mengenai bahan kombinasi. Meja modern saat ini memang sudah banyak menggunakan kombinasi bahan, sehingga lebih estetik. Harga juga lebih terjangkau untuk meja kayu yang dikombinasikan dengan kaca atau besi. Untuk itu, Anda harus memilih meja kerja kantor berkualitas yang dilihat dari kondisi semua bahan kombinasi tersebut. 
3.       Memilih Desain Sesuai Kebutuhan
Tips penting berikutnya adalah memilih desain sesuai kebutuhan. Anda harus memilih desain meja kerja agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Jika membutuhkan meja untuk meletakkan banyak dokumen penting, pilihlah meja dengan slot khusus atau meja yang dilengkapi rak penyimpanan. Sebaliknya, jika hanya membutuhkan meja untuk menulis atau mengetik di komputer atau laptop, maka cukup dengan meja kerja simpel.
4.        Memilih Model Meja Sesuai Tema Ruangan
Alangkah baiknya jika meja kerja kantor disesuaikan juga dengan tema ruang kerja. Anda bisa menyesuaikan keduanya dengan menyamakan warna. Sebagai contoh, jika tema ruangannya klasik, maka bisa memilih meja berwarna cokelat atau hitam yang dipadukan dengan warna dinding cokelat muda atau abu-abu. Tambahkan aksesoris ruangan yang sesuai untuk mempercantik ruang kerja Anda.
Tips Jitu Memilih Meja Kerja Kantor Terbaik

5.          Menyesuaikan dengan Bujet
Bujet adalah aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam membeli sesuatu. Tentu saja harga furnitur yang tidak murah menjadikan perlunya penyesuaian bujet. Anda bisa menentukan range dana pembelian meja kerja kantor terbaik, sehingga nantinya bisa membeli produk yang harganya sesuai dengan range tersebut. Dengan demikian, Anda tak perlu cemas lagi karena over budget.
6.           Memilih Rekan Produsen Terbaik
Setelah mempertimbangkan berbagai hal di atas, tips ampuh yang terakhir adalah memilih rekan produsen terbaik. Anda harus mencari toko yang menyediakan meja kerja terlengkap dengan kualitas terbaik. Hal ini penting agar Anda benar-benar menemukan produk berkualitas dengan harga yang sesuai. Pelayanannya juga terjamin.
Sebagai rekomendasi, Anda bisa menemukan meja kerja kualitas unggul secara online di situs arkadifurniture.co.id. Di sana, Anda akan mendapatkan berbagai model meja kerja nyaman dan tahan lama dengan berbagai bahannya yang berkualitas.
Dengan mengikuti tips di atas, Anda akan mendapatkan meja kerja kantor terbaik. Proses bekerja di kantor akan optimal karena nyaman dengan fasilitasnya. Berbagai penyesuaian antara kebutuhan, selera, dan bujet juga sangat penting untuk mendapatkan furnitur terbaik. Sebagai rekomendasi, buatlah perencanaan mengenai meja kerja yang akan dipilih agar proses pembelian lebih tepat dan efektif.

14 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Soju


Soju yang awalnya dulu saya kira adalah Suju, yaitu akronim dari Super Junior, band hits asal korea ternyata salah. Maklum meskipun sempat les bahasa Korea tapi untuk listening sepertinya masih kurang bagus hehe.

Jadi, soju ini adalah minuman beralkohol khas dari Korea Selatan. Minuman soju dibuat dari bahan utama yaitu beras. Selain beras, soju juga bisa dibuat dengan menggunakan ubi, gandum, kentang atau tapioka. Minuman soju ini tidak berwarna alias bening dan memiliki kadar alkohol antara 20% sampai 40%.

soju

Sejarah Soju
Menurut Wikipedia, soju dibuat pertama kali pada tahun 1300 sewaktu orang Mongol berperang melawan Korea. Soju sendiri banyak diproduksi di kota-kota tempat  tentara Mongol menetap, seperti di kota Andong, Kaesong dan Jeju. Dan di kota Andong lah yang dikenal sebagai pusat produksi soju tradisional terbesar hingga saat ini.

Dulunya nih, soju adalah minuman mahal yang hanya bisa dikonsumsi oleh kalangan tertentu. Setelah teknik pembuatannya diketahui secara luas, soju perlahan mulai dikenal di kalangan rakyat biasa. Soju menjadi minuman rakyat Korea yang populer setelah dipakainya sirup gula hasil impor yang berharga murah untuk proses pembuatan soju.

Varian Soju
Di negara asalnya sana, Korea Selatan, soju memiliki beberapa varian rasa, seperti soju dengan merk Soju Chum Churum yaitu ada rasa peach, lemon, anggur, strawberry dan juga rasa Yakult.


Manfaat Soju
Disebut-sebut, soju memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Lah kok bisa, ini minuman beralkohol padahal.

Ternyata, minuman yang mengandung alkohol memiliki pH  seimbang yang dapat membuat kulit wajah tidak terlalu berminyak atau terlalu kering alias memperlambat penuaan.

Harga Soju
Soal harga soju sendiri, di Korea sana dijual dengan kisaran harga Rp 11.000 – Rp. 34.000, wow murah amat yak. Tapi jika membeli online, maka harga soju berkisar diantara Rp 60.000 – Rp. 100.000.

Apakah saya pernah membeli soju? Tentu saja belum pernah. Tapi kalau disuguhi soju, pernah.

Ceritanya ketika bertamu nih, maklum lingkup dunia kantor saya, orang-orangnya terbiasa dengan minuman beralkohol (beberapa sih), enak-enak bertamu bukannya minuman biasa yang ditawarin, malah soju. Baiklah.


Jadi, masyarakat Korea selain minum soju original, mereka juga sering mencampur soju dengan rasa lain seperti dicampur dengan Cola. Kali ini, selain saya minum soju original merk Jinro dan soju rasa strawberry dari merk Chum Churum, si tuan rumah malah meminta saya untuk membeli Sprite, Yakult dan Coffe Latte untuk dicampur dengan soju ini.


Karena ogah banyak-banyak konsumsi soju, untuk varian campur-campur, saya hanya experiment untuk varian soju dicampur dengan coffe latte saja. Setelah dirasakan, rasanya lebih dominan ke latte, jadi rasa sojunya nggak begitu terasa. Karena yang mencampur teman, jadi dia mengira-ngira saja takaran perbandingan dari air soju dan coffe lattenya sampai dirasa pas.

Kalau melihat film atau drakor dengan adegan minum soju bergembira, bisa dibayangkan minum soju ini serasa seperti ngeteh cantik sambil ngemil manja di café. Hal ini juga karena soju sudah menjadi “teman sehari-hari” disela-sela rutinitas warganya.




10 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

latest 'gram from @ainun_isnaeni