Perjuangan Menuju Air Terjun Lider

11:01 AM

Puas menikmati Hutan Pinus Songgon, saya segera beranjak menuju jeep yang sudah disediakan si owner dan pengelola Hutan Pinus, tujuan berikutnya yaitu Air Terjun Lider. Konsep perjalanan off road ini bakalan seru sepertinya. Naik jeep terbuka, panas-panasan dan berdebu, mantap hahaha

Ternyata lumayan jauh perjalanan dari Hutan Pinus Songgon menuju Air Terjun Lider ini, jeep yang saya tumpangi melesat melalui area rumah penduduk dengan jalan aspal yang tidak terlalu lebar, melewati rimbunnya hutan kecil di area perkampungan Songgon dengan jalan yang meliuk-liuk indah.

Sampai pada saatnya, jeep melewati jalan desa beraspal tanah atau makadam dan cukup untuk dilalui satu mobil saja. Perjalanan sempat terhambat kurang lebih setengah jam, karena ada truk yang mogok dan berhenti di jalan beraspal tanah itu. Saya kira truk ukuran sedang tidak bisa melewati jalan setapak ini, ternyata saya menemukan juga truk atau kendaraan besar di perkampungan penduduk yang jauh di “pedalaman” ini.

Perjalanan masih terus berlanjut dan kali ini jeep melewati area kebun cengkeh maupun tebu yang berada di kawasan perkebunan Bayu Kidul sampai melewati Pos Kantor Perhutani Sidomulyo, Kali Setail Kecamatan Sempu. Jalanan bermakadam ini sukses membuat pantat, pinggang remuk redam hahaha, tapi karena naik mobil model jeep terbuka, saya tidak melulu harus duduk, justru dengan berdiri rasanya lebih “nyaman” aja.

Ketika rombongan saya datang, tampak beberapa pengunjung lain yang juga sudah datang. Memang, tadi di perjalanan bertemu dengan rombongan remaja-remaja gaul yang mengendarai motor, sehingga perjalanan mereka lebih cepat sampai.


Air Terjun Lider

Saya kembali berjuang untuk menuju air terjun, dari area tempat parkir masih berjalan menuruni tangga-tangga alami dari tanah, dengan tinggi tiap anak tangganya yang cukup aduhai untuk membuat betis ini pegal. Tidak hanya melewati area hutan kecil, beberapa kali saya harus menyeberangi anak sungai, untung saja kedalamannya dangkal meskipun arusnya cukup kencang juga.

Air Terjun Lider dengan kealamiannya

Jalan turun menuju air terjun dan perjuangannya

Area Parkir


Banyaknya pengunjung saat itu dan saling menyemangati pengunjung yang lain, membuat perjalanan yang “berat” ini menjadi menyenangkan, sepanjang jalan menyusuri hutan ada saja candaan yang membuat tertawa, apalagi Guide dari pihak pengelola juga humoris. Klop deh

Air sungainya seger

Jalanan menuju air terjun

Kurang lebih 1 jam perjalanan menyusuri hutan, saya tiba di air terjun Lider. Seneng? Capek pemirsa. Saya nggak langsung foto-foto, tapi mengistirahatkan kaki dan badan ini di bambu-bambu yang diubah menjadi tempat duduk sederhana.

Mulai foto-foto di Air Terjun Lider

Beberapa pengunjung seperti remaja-remaja gaul tadi mulai mengeluarkan smartphone nya dan selfie sepuasnya, saya sendiri masih bersantai-santai dan menikmati hempasan air terjun yang sampai ke wajah saya.

Air Terjun Lider ini tepatnya berada di lereng timur Gunung Raung dan memiliki ketinggian air kurang lebih 60 meter. Di sekitar air terjun masih terlihat alami rimbunnya daun-daun yang menghijau dan batu-batu besar di bawah aliran airnya. Saya tidak turun kebawah karena memang malas untuk main basah-basahan seluruh badan. 


Puas mengambil momen di Air Terjun Lider, saya dan rombongan kembali ke area parkir dengan melalui jalur yang sama dengan keberangkatan tadi, kembali menyeberangi sungai dan menembus rimbunnya ranting dan pohon di dalam hutan.

Menyeberangi sungai beberapa kali

Kembali Menuju Hutan Pinus Songgon
Jalan balik menuju Hutan Pinus Songgon berbeda dengan jalan berangkatnya, saya melewati hamparan perkebunan tebu yang di beberapa bagiannya sudah mulai ditebang siap panen dan sepanjang perjalanan penuh dengan debu-debu beterbangan yang luar biasa.


Panasnya luar biasa

Kalau kalian memiliki jiwa petualang, silahkan main-main ke Air Terjun Lider ini dan siapkan stamina yang oke



FYI :

-     Jika berinisiatif ke Air Terjun Lider dengan menggunakan motor, usahakan jangan motor matic, karena di beberapa jalan makadam, terdapat batu-batu yang cukup besar dan bisa membuat bagiah bawah motor berbenturan dengan batu-batu sadis ini.









35 comments:

  1. Indah sekali kak, jadi pengen berpetualang nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, jadi anak petualang nih nanti. Banyak air terjun di Banyuwangi, kalau explore sehari ga cukup

      Delete
  2. Garuk garuk kepala ketika membaca harus berjalan selama sejam dari parkir jeep ke air terjunnya. Ciapeeeekkkk bingit dah ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, di jalan udah dibanting-banting, sampe lokasi masih harus jalan kaki lagi, iya ciapeekkk kak hahha

      Delete
    2. @ Putu Eka :

      Kalau di kabupaten Magelang, rute dan struktur air terjun Lider ini ...,namanya air terjun Kedung Kayang.

      Lokasinya turun ditempuh berjalan kaki, setelah itu melewati batu-batu besar alirannya ..
      Air terjunnya gede dan tinggi.

      Delete
    3. akuu pengen ke kedung kayang ini kak himawan, hits banget ya sekarang, ambil foto dari rumah pohon ya itu

      Delete
  3. Perjuangan banget ya keliatannya kalo mau ke sana. Tapi semua terbayar ketika ngeliat air terjun yang begitu indah itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sipo kaka, bener yang dibilang para sesepuh "bersakit sakit dahulu, beriang riang kemudian" #ngawur

      Delete
  4. Tuh kan bener bagus Banyuwangi...

    Cuti mana cuti....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha

      tinggal atur aja jatah cutinya, kalo ada kecepit day gitu

      Delete
  5. Bagusnya,..itu air mancurnya tinggi banget ya teh sampai 60 meter,..tiang telkomsel aja enggak mungkin setinggi itu,..he-he,..kalau sampai ke bawah masih tinggal percikan airnya aja mungkin 😁😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa kak kuanyu, kalo dilihat dari bawah, tingginya terlihat nggak tinggi-tinggi banget, tapi kenyataannya tinggi hahaha
      air terjun yang ini debit airnya cukup gede, kalodi tempat aku foto cuman terasa percikannya aja, tapi kalo mau turun main-main air ya lumayan terasa guyuran airnya

      Delete
    2. Wah, pasti enak teh ya,..pasti dingin airnya 😀

      Delete
    3. yup dingin seger gituu,

      Delete
  6. that's awesome effort to arrive at lider waterfalls, kalau saya jumpa air sis biasa lupa naik pinginnya mandi terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. ...,mandi terus ..., ntar pilek plus masuk angin perut kembung loooh ..

      Wwwkkk 😅

      Delete
    2. hahaha enak enak mandi tau tau udah sore.
      Iya bener kata kak himawan, bisa-bisa penyakit masuk angin kembung dan tangan keriput karena kebanyakan berendam di air muncul :D

      Delete
  7. Wuidiih ..,kenceng juga aliran air terjunnya ...
    Ketje badai, euyyy !

    Seperti kak Ainun, aku rada takut juga bermain-main di bawah sekitaran air terjun.
    Takutnya datang banjir kiriman dari dataran atasnya.
    Masalahmya beberapakali ada kejadian seperti itu, kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nahhh itu dia kak, aku kalo main ke air terjun ga berani deket deket juga di deket hempasan airnya yg deres itu. Hindari juga main ke air terjun waktu musim hujan, karena kondisi air dibagian atas nggak bisa tau & nggak keliatan. Bahaya juga

      Delete
  8. Wah keren juga nih air terjunnya,,,gak sia sia deh perjalanan jauh mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha ninja hatori bukan ya ini lagunya

      Delete
  9. Cieee..cieeee asyik banget yah ke jalan jalan ke Air terjun, apalagi ada yang pengangin, tambah asyikkkk....

    Di tempat saya ada juga air terjun,tapi agak lumayan jauh sekitar 2 jam -an dari rumah, padahal lokasinya indah dan menarik sekali, semenarik artikel ini.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixi tangan nyewa kang hahaha

      2 jam dari rumah, trus sampai lokasi apa masih harus treking cantik gitu? bener bener adventure berarti ya. Karena di banyuwangi sendiri, ada kondisi air terjun yang cuma turun dikit dari jalan raya, ga perlu usaha extra untuk menikmati sensasi di air terjun

      Delete
  10. air terjunnya keliatan deras ya, mengucur ke bawah, asik liburannya.. penuh perjuangan tapi puas pada akhirnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. seperti pepatah "bersakit-sakit dulu, senang kemudian" hehehe

      iyaa debit airnya cukup deras juga, mungkin kalo main air tepat dibawah guyuran air terjunnya, badan terasa kayak dihantam gitu

      Delete
  11. Aku selalu kagum tiapkali mengunjungi air terjun. Tapi harus siap2 fisik ekstra sih ya, karena biasanya jalur menuju air terjun itu menanjak dan cukup jauh. Alias hiking

    -Fajarwalker.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget kak fajar, aku kalo main ke air terjun tergantung mood hahaha.
      apalagi kalo jaraknya jauh, kudu siap stamina oke

      Delete
  12. segar banget mbaaa..
    Pas baca awal-awal penuh debu kepanasan, terus liat air terjun gitu, rasanya pengen langsung nyebur ya :D

    Seru banget.

    Emang, air terjun itu semacam surga di tengah belantara, kebanyakan letaknya menantang untuk dikunjungi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mb kalo trip yang awalnya penuh "tantangan" yang harus trekking dulu, capek capek dulu, ketika nemu air terjun seger gini pengen mandi aja. Soalnya di perjalanan pasti keringatan gobyos apalagi kalo cuaca panas

      Delete
    2. Gak sabar rasanya nunggu anak-anak mandiri, pengen ajakin mereka petualangan di hutan sejak kecil, masa ngemall mulu.
      Di mulai dari yang sedang2 aja sih, sampai yang jauh2 kayak gini :D

      Delete
    3. nahh iya mba, kayaknya di surabaya ada hutan kota apa hutan bambu gitu ya, lupa namanya
      ngemall juga enak tp bikin dompet teriak teriak minta dibelanjain hehehe

      Delete
  13. Replies
    1. iya mbakk, apalagi kalo pas musim kemarau, panasnya siang hari lalu ketemu air dingin kayak gini, segerr

      Delete
  14. Air terjunnya sih bagus, cmn sayang akses ke sana masih butuh perjuangan dan lika-liku. Pemerintah setempat harus nih cepat-cepat bikin jalan yang bagus, biar banyak yang berkunjung juga. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul aksesnya butuh perjuangan, dan lokasi juga di lereng gunung, jadi agak melosok jauhhh. Setuju nih kalo sampe dibuat akses menuju kesana lebih bagusan dikitt, biar ga pegel2 banget badan hehehe

      Delete

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Powered by Blogger.