Hutan Pinus Songgon, Hutan Kekinian di Banyuwangi

1:27 PM

Kali ini saya akan mengajak kalian untuk berjalan-jalan menikmati alam di Kabupaten Banyuwangi. Siapa pembaca blog ini yang sudah pernah ke Banyuwangi? minimal ngelewati aja sih hehehe

Jadi ceritanya saya mendapat ajakan dari teman main untuk explore daerah Kecamatan Songgon, karena waktu itu lagi booming-bomming nya Rumah Pohon di Hutan Pinus Songgon. Kebetulan teman saya ini bisa dikatakan sebagai jurnalis juga, jadi mereka mendapat semacam “kartu sakti” ataupun privillage untuk berkunjung ke tempat wisata yang sebenarnya saat itu masih dalam tahap pembangunan di beberapa sudut area dan belum dibuka untuk umum. Dan tentu saja bertemu langsung dengan owner yang menggagas ide tempat ini.

Kecamatan Songgon yang terletak di kaki Gunung Raung ini relatif memiliki suhu udara yang dingin, sehingga sebagian besar warga di Kecamatan Songgon bekerja di bidang perkebunan. Akses menuju Kecamatan Songgon dari Banyuwangi Kota kurang lebih 1 jam atau sekitar 26 KM dengan kondisi jalan tidak terlalu lebar tapi sudah beraspal di bagian jalan utamanya.
Untuk menuju ke daerah Hutan Pinus Songgon, jika baru pertama kali kesini adalah dengan mencari papan petunjuk jalan menuju Wisata Arung Jeram Karo Adventure, karena letak lokasi yang searah.

Sekitar pukul 8 pagi, saya sudah tiba di lokasi, hanya ada sekitar dua atau tiga penjual yang membuka warung jajan kecil-kecilan di tengah-tengah hutan pinus ini. Karena masih pagi, hanya ada beberapa pengunjung saja selain rombongan saya yang sudah tiba. Terbukti masih belum banyak yang mengetahui mengenai lokasi ini, satu-satunya cara untuk membuat tempat ini akan semakin hits adalah nanti bakalan ada pengunjung lain yang posting dan repost di sosial media baik oleh akun personal maupun akun wisata.

Kedatangan saya dan rombongan langsung disambut oleh si empunya dan mulai dijelaskan asal muasalnya dibangun tempat ini. Intinya adalah ingin mempromosikan alam Banyuwangi tanpa merusak ekosistem yang ada, tentunya dengan penambahan-penambahan “aksesoris” instagrammable supaya lebih keceh dan nggak melulu cuman melihat pohon-pohon saja.

Saya mulai mengexplore apa saja yang ada di sekitar Hutan Pinus Songgon ini, yaitu segera menuju spot menara pandang dimana pengunjung bisa melihat aliran sungai dan hijaunya alam di sekitar tempat ini. Untuk berfoto di spot menara pandang ini, tiap pengunjung diberi batas waktu maksimal sekitar 5 menit, supaya tidak ada yang menang sendiri dan ingin berlama-lama di atas, karena yang antri banyak. Harus gerak cepat jika ingin ambil foto hehe

hutan pinus songgon
Menara pandang Hutan Pinus Songgon

Puas di spot menara pandang, saya menuju ke jembatan gantung di bagian bawah area ini, cukup berjalan kaki saja karena tidak jauh. Dengan melihat-lihat jejeran pohon-pohon yang menjulang tinggi dan sawah yang menghijau serta aliran air sungai yang jernih, membuat mata segar. 

Jembatan gantung di area hutan pinus

Selesai urusan foto-foto di sekitar jembatan, saya kembali ke area utama. Kali ini saya pergi ke rumah pohon, ada beberapa rumah pohon yang sudah dibangun, jadi pengunjung bisa mengambil foto temannya dari sisi rumah pohon di seberangnya, asik kan. Lagi-lagi kudu punya teman dengan skill fotografi yang oke, supaya nggak perlu ambil foto berulang ulang tak terhingga, karena kalau pengunjung banyak akan semakin panjang antriannya.


Rumah Pohon ( sumber foto : dari sini )

Yuk lanjut lagi ke spot berikutnya yaitu di hammock bersusun, saya menyebutnya begitu. Jadi waktu itu si empunya memasangkan lima tingkat hammock bersusun, supaya lebih seru ketika diambil fotonya hahaha. Ada aja keseruan ketika teman-teman saya mencoba menaiki hammocknya, ada  yang takut ketinggian, ada yang takut jatuh, ada yang tertawa terus sampai bikin teman yang dibawahnya otomatis takut karena kakinya terayun-ayun ke bawah.

Seru seruan di Hammock Hutan Pinus Songgon

Belum banyak pengunjung di pagi hari

Spot foto selanjutnya adalah adanya payung-payung berwarna warni yang digantung dan ditata sedemikan rupa mirip sebuah altar pernikahan dengan tambahan kain-kain rumbai. Syahdu gimana gitu, sayangnya saya tidak berminat untuk mengambil foto di spot ini hehe

Rencananya di area ini akan ada persewaan camping ground juga, jadi nanti pihak pengelola akan menyediakan tenda-tenda kecil untuk disewa pengunjung. Bagi yang ingin menikmati suara jangkrik di malam hari mungkin pilihan camping di tempat ini perlu dicoba.

Saya dan rombongan tidak berlama-lama untuk foto-foto di Hutan Pinus Songgon, karena agenda selanjutnya adalah menuju Air Terjun Lider, oya untuk menuju Air Terjun Lider saya berpindah moda transportasi dengan naik jeep yang ada di Hutan Pinus Songgon. Jeep jeep yang saya lihat disini nantinya bisa dimanfaatkan pengunjung berkeliling Songgon yaitu menuju area wisata lain.

Pose dulu sebelum berangkat. Yang nyetir bukan saya ya haha

Kalau kalian mempunyai banyak waktu di Banyuwangi, Songgon bisa dijadikan alternatif tempat refreshing sejenak nih


FYI :
  • Kunjungan saya ke Songgon ini tahun 2016 dan untuk trip menuju Air Terjun Lider menggunakan jeep gratis, hal ini karena kunjungan “kenegaraan” teman saya ya.  
  • Waktu naik ke menara pandang saat itu belum ada tarif.




48 comments:

  1. tahun 2016 udah bagus, semoga tahun 2019 lebih bagus ya mbak,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kakak semoga di tahun 2019 ini pengunjungnya lebih bisa menjaga kebersihan alam di tempat wisata ini, biar ga kotor & banyak sampah, kan jelek juga kalo banyak sampah dimana mana

      Delete
  2. Saya pernah ke Banyuwangi tahun 2006 hadiri pernikahan sahabat mIRC hahaha. Hwah, hutan pinusnya bagus ya, tertata dengan baik, ngiler lihat hammock-nya itu hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow taun 2006 udah luama banget itu ya, dan banyuwangi taun segitu belum banyak tempat2 wisata seperti ini. Iya mba, kalo lagi sepi pengunjung, bisa bebas mau duduk di hammock sebelah mana, kalo rame wahh siap2 ga kebagian

      Delete
  3. Asli keren ..., 2 foto teratas itu, kak.
    Tepat banget pengambilan gambarnya, mewakili sekitaran alam yang diceritakan di hutan pinus Songgon ini.

    Lah 😱
    Yang nyetir jeep itu kak Ainun lagi akting ceritanya, ya .. ?.
    Takut ya ngebut naik jeep .. ?
    Wwwkkk ..., sama dengan diriku kalau gitu ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. matur nuwun kak himawan, fotografernya ikuti perintah modelnya wkwkwkw

      iya itu pura2 sok foto gaya aja yang diatas jeep, kalo nyetir jeep kayaknya takut karena ga biasa bawa yang model mobil begituan hehe

      Delete
    2. Wwwkkk ..
      Pinterlah kuy modelnya ngarahin gaya photographernya ..
      Sami-sami, kak :)

      Meski pura-pura atau akting doang nyetir jeep .., keren kok hasilnya.
      Seolah kayak cewek tomboy jagoan .. ala-ala tomb rider gituuu .. 😁

      Delete
    3. hahaha aku memang keren #mendadakpingsan

      Delete
    4. Ini tabung Oksigennya datang, kaaak ..

      Hayoook siuman lagi ..
      Hahahaha

      Delete
    5. hahaha pertolongan nya mantul

      Delete
    6. Cie mas hima kata-katanya menggoda teh ainun ni ye,..diem-diem udah nangring diatas aja,..ea πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    7. hahaha ada ada aja ini mas kuanyu

      Delete
  4. mbaaa.. serius, saya sering liat tuh hammock gitu, tapi belum pernah liat secara dekat, dan saya kepo, itu naiknya gimana? hahaha

    liatnya aja saya udah ngilu, takut jatuh hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salto caranya, kak ...
      Hahahah ..πŸ˜…
      *Bercanda*

      Aku juga beberapakali lihat hammock bersusun kayak gitu, tapi belum pernah nyobain .. atau juga lihat cara gimana naiknya.

      Kayaknya siih .., kudu dengan bantuan naik tangga yang diletakkan di batang pohon, kak Rey πŸ€”

      Delete
    2. duluuuu waktu hits hitsnya hammock bersusun sampe 5 hammock lebih, aku juga mikir cara naiknya. Nah yang aku naiki ini caranya : naiknya secara manual kalau cuma di tingkat ke-2 atau ketiga, duduk pelan2 di tingkat bawahnya, tarik hammock diatasnya, pindah posisi pelan2, butuh keseimbangan.
      karna aku ditingkat ke-4, naik tangga, tangganya ditaruh ditengah2 hammock bagian depan, jadi pas pindah duduk ke hammocknya yang agak takut, karena kalau nggak bisa jaga keseimbangan, bawaannya kayak mau jatuh ke belakang, puter badan di dalam hammock saja susah hahaha

      Delete
    3. oohhhhh eemmmm jiiiihhhhhh..
      Fix saya nggak bisa naik gituan wakakaka
      Takut saya mba hahaha.

      Bener kan, butuh perjuangan, dulu juga saya pikir pakai tangga di taruh di batang pohon kayak Hima pikir, lah ternyataaaa..
      Btw kalau kita udah di atas, terus yang dibawah naik, nggak bakal goyang-goyang kan?
      hahahaa

      Delete
  5. itu cara naik ke hammock paling atas gimana ya mbak? kok saya ga kepikiran caranya? apa lewat hammock2 dibawahnya? atau manjat dari pohon :V

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa naik hammocok2 dari bawahnya atau bisa naik tangga besi, kebetulan kemarin ada tangga besi, jadi yang paling atas naik tangga dlu. Ngeri ngeri gimana gitu hehehe

      Delete
    2. @sabda,..kita naiknya pakai jaring laba-laba aja gan,..jadi kayak spiderman gitu,..kan seru,..wkwkckk,..tapi kalau jatuh karena kebanyakan gaya jangan salahkan saya,..ha-ha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  6. banyuwangi, pacet mojokerto tempatnya emang asik asik lah. rekomendasi ngilangin stress nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup bener mas fikri, ngomongin pacet udah lama juga aku ga kesana.

      Delete
  7. Ini hutan menakhjubkan sekali pemandangannya,..hari libur sepertinya pergi main ke sini cocok banget nih,..bisa cuci baju,..loh kok cuci baju,..he-he,..cuci mata maksudnya,..aoalagi ada tempat santai yang dibawa dari rumah,..makin mantap dah hidup ini,..serasa ada surga di dunia,..ea 😁😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa bisa itu cuci baju disana hehehe, kan ada aliran sungai dibawah, airnya bersih bening seger, buat becek-becek asik juga.
      tapii kalau misal nyuci bajupun kasian sungainya, airnya terkontaminasi sama deterjen yang aku bawa hhaha

      Delete
  8. Kalau masih sebatas rumah pohon, jembatan, dan menara pandang, saya rasa masih oke. Tapi kalau sudah ada penambahan payung, sayap-sayap, ini yang saya malas. Saya rasa saya juga tahu kenapa kamu malas berfoto di area payung itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha sepertinya isi hatiku bisa dibaca dan dimengerti nih
      iya gitu mas darius hehe

      Delete
  9. Tempat seperti ini asik buat wisata ma keluarga. Fun dan edukatif juga rasanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. betull bang Day, fun happy aja bawaannya disini, adem juga banyak pohon-pohonnya

      Delete
    2. Di sini ada juga yang pny hammock tingkat gitu, tapi rada khawatir mau naik hehe

      Delete
    3. iya bang kalo ragu kayaknya mending ga usah, soalnya ya ngeri ngeri jungkir balik kalo dapet tingkat yang atas

      Delete
  10. Kok Banyuwangi sekarang banyak tempat wisata bagus yah? Jadi pengen ke sana deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iyaa ayo sini sini ke Banyuwangi, aku stay nya di Jember sih, ke Banyuwangi sekitar 1-2 jam berkendara. Wisata kota pun juga cukup banyak, mau kuliner ada, pantai dalam kota juga ada

      Delete
  11. relax banget tidur disitu sis yang apasih namanya hammock

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener namanya hammock, awal kemunculan si hammock ini sampe ada komunitas hammock di kotaku hehehe

      Delete
  12. Wowww.....nuansa hijau di tambah dengan adanya ayunan berserta pondoknya,membuat saya ingin juga kesana......tapi dengan siapa yah.....dengan siapa.....!!!terus yang modalinnya juga siapa...... :)ahhh...ngayal dulu siapa tahu dapat uang berkarung karung.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwk hayoo khayalin dulu kang pengennya ngajak sapa, gebetan mungkin, cem-ceman mungkin (tau ga ya bahasa ini kang nata hehe), tetangga mungkin, atau sodara sendiri
      soal modal kudu nyisihin dulu dari hasil ngeblog hehehe, murah meriah kesininya, tapi kang nata dari mana dulu ya :D

      amin aminnn, rajin rajin ikut kuis aja kang, siapa tau rejeki. Kayak aku banci kuis wkwkwk

      Delete
  13. Hi Kak Ainun,

    Duh, kalau aku diajak main ke Menara Pandang Hutan Pinus Songgon pasti betah deh berlama-lama duduk disana menikmati pemandangan hijaunya :D

    Regards,
    Dee Rahma

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Kak Dee,

      wahhh pasti kak Dee bakalan betah,tempatnya adem & view ijo ijo kayak gini bikin tenang rasanya. Yuk kapan main2 ke Jatim lagi

      Delete
  14. Nganu, aku takut ketinggian juga wakakaka.

    Belom pernah ke Banyuwangi, padahal pengen banget :((

    ReplyDelete
  15. Nah, ini hutannya bagus banget. Pengen deh kesana.

    ReplyDelete
  16. Aku pernah jg ke pinus ini, 2x kayaknya ksnanya hehe. Asik tempatnya sejukkkkkkkk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah sampe 2x ternyata mas joe ini, mantul.
      iya bener tempatnya adem, sejuk gitu, pas lahh buat refreshing sejenak

      Delete
  17. Hutan yang sangat menarik sekali. Hijau dan tentunya sangat nyaman untuk berwisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali. buat refreshing sejenak okelah tempat ini

      Delete
  18. kalau siang gini hutannya bagus ya mbak, nggak ada kesan angker atau gimana. duh bayangnku hutan di banyuwangi itu ala ala cerita KKN desa penari, hehhe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Powered by Blogger.