Napak Tilas di Gili Trawangan

wisata di lombok


Akhirnya setelah 7 tahun berselang, saya kembali lagi ke Pulau Lombok. Agendanya tentu saja nggak jauh-jauh dari kata liburan. Momen ke Lombok kali ini sekalian mau nonton Moto GP, jadi di pas-pasin agendanya. 

Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya sudah sok pede menyiapkan catatan atau itinerary pengen kesini kesana. Minimal ke Sembalun atau Gili lain selain trio Gili Trawangan. Ternyata oh ternyata, persewaan motor di Lombok sudah full booked semua karena barengan sama event dunia, Moto GP. Jadi, saya mikir ulang pengen kemana-mananya, soalnya akses tempat wisata di Lombok saling berjauhan dan jarang ada angkutan umum kalau menuju ke lokasi wisata.

Sampai akhirnya saya memutuskan untuk balik lagi ke Gili Trawangan, itupun karena ada teman dari Backpacker Indonesia yang mempunyai agenda ke sana. Hitung-hitung napak tilas juga.

Di satu sisi, saya memilih balik lagi ke Gili Trawangan karena untuk menuju Bangsal bisa menggunakan transportasi umum seperti Damri. Dan hotel yang masih kosong juga tersedia di daerah Gili ini dibandingkan di Mataram yang juga sudah full booked semua.

Menuju Gili Trawangan

Yup, pagi itu saya meluncur ke Terminal Mandalika, teman-teman baru saya dari Backpacker Indonesia sudah tiba lebih dulu, untung saya datangnya masih keburu, jadi nggak ditinggal.

Perjalanan dari Terminal Mandalika menuju Bangsal kurang lebih 1 jam dan angkutan Damri yang saya tumpangi saat itu memang nggak full penumpang. Tarif naik armada Damri dari Kota Mataram ke Bangsal kurang lebih 20 ribu.

Sampai di Bangsal, saya dibuat pangling. Sekarang pelabuhannya sudah lumayan bagus, lahan parkirnya juga sudah dipaving, jadi terlihat lebih bersih. Lokasi bangunan utama atau tempat penjualan tiketnya juga sudah berubah, bukan lagi di sebuah aula gede seperti saat saya datang terakhir kalinya. Tempat penjualan tiket kapal berada di sebelah kiri dari dermaga dan nggak terlalu luas juga. Lagi-lagi tiket kapal dari Bangsal menuju Gili Trawangan yaitu 20 ribu aja.

pelabuhan bangsal pemenang
Area parkir

tiket menuju gili trawangan
Beli tiket dulu

gili trawangan lombok


Oya, area untuk mengantri menuju ke kapal juga sudah bagus, mirip kayak bandara gitu, lebih tertata. Disini nanti wisatawan ditawari sama Bapak-bapak yang menawarkan paket snorkeling atau diving. Pinter-pinter nawar aja disini.

Waktu itu saya nggak ada rencana untuk nyebur ke laut, tapi melihat antusias teman baru saya mas Reno yang pengen nyemplung untuk melihat patung seni di bawah laut akhirnya saya ikutan juga, karena wishlist saya juga pengen bisa melihat langsung patung bawah laut yang berada di kawasan Gili ini. Untuk harga tripnya, kurang lebih 175 ribu sudah termasuk persewaan kameran Go Pro. Momen kali ini, saya memang nggak pengen kelewatan buat foto-foto hahaha, jadi rela sekalian ngeluarin budget tambahan untuk sewa Go Pro.

gili trawangan

gili air lombok

Kalau naik kapal umum, kudu siap barengan dengan warga lokal juga, kadang kapal terasa sesak dengan bahan sembako yang nantinya dijual lagi oleh warga lokal, tapi seru juga bisa berbaur seperti ini. Lama perjalanan menyeberang juga nggak lama, palingan 30 menit.

perahu menuju gili

gili trawangan

Waktunya Snorkeling

Pilihan waktu untuk snorkeling yang ditawarkan cukup beragam, karena saya menyeberang pagi, jadi saya dan mas Reno memilih jam 2 siang. Karena kalau memilih keesokan harinya, nggak bakalan keburu, karena pagi-pagi sudah berencana mau balik lagi ke Mataram.

Sampai di hotel, saya langsung mencari tempat agen tur snorkeling yang sudah dipesan tadi, mas pegawainya bilang kalau kamera Go Pro-nya sudah keluar semua, jadi nggak ada sisa. Yahhh, saya dan mas Reno sudah kecewa dong. Padahal kita pengennya ada dokumentasi bawah airnya. 

Sempet ketemu sama bapak dari agen lain yang menawarkan untuk sesi privat island hopping dengan harga yang masih masuk akal plus sudah ada fasilitas Go Pro dan kita nggak berani memberikan jawaban “iya”, karena masih menunggu jawaban dari pihak agen pertama mengenai ketersediaan kamera Go Pro. 

Saya dan mas Reno sama-sama sungkan pas mau bilang, kalau kamera Go Pro-nya nggak dapat, turnya dibatalin aja. Maksudnya sih, mau ambil paket tur yang dari agen yang lain gitu.

Detik-detik menjelang keberangkatan, ehh tiba-tiba mas pegawainya datang sambil membawa kamera Go Pro. Akhirnya berangkat juga deh.

Ada beberapa spot untuk tamu nyemplung termasuk menuju ke tempat penangkaran penyu juga. Titik spot pertama saya nggak mau rugi, ikutan nyemplung juga barengan rombongan lain. Dan yang penting adalah kudu nyemplung di spot patung eksotis. 

menuju gili meno

wisata gili trawangan

Di titik spot patung ini, saya merasa napas saya nggak kuat waktu mau nyelam dan ombak memang cukup berguncang gitu, dibuat napas biasa di atas air aja kayak ngos-ngosan banget, aslikkk. Saya sampai pegangan sama guide dan minta tolong untuk dibawa ke kapal aja untuk nenangin diri. Sampai-sampai mikir, apakah ini efek covid yang dulu pernah saya alami, yang bisa membuat nafas terasa ngos-ngosan dan berat.

gili trawangan


Spot terakhir dari tur island hopping yaitu ke tempat penangkaran penyu, sebenarnya pengen nyemplung lagi, tapi kok sudah males duluan gitu. Ya sudah akhirnya saya menikmati view dari atas kapal aja.

Siang itu tur berakhir bahagia 𝩀

Kembali ke Pelabuhan Bangsal Pemenang

Pagi ini, saya berencana balik ke Mataram lebih awal, sekitar jam 8 pagi. Tiket kembali ke Bangsal dari Gili Trawangan hanya 15 ribu. Enaknya kalau memilih penyeberangan lebih pagi, penumpangnya nggak terlalu banyak. Saya kembali lebih awal juga karena teman trip saya ada flight balik siang hari.

tiket gili trawangan

menuju gili trawangan

tiket trawangan


Dari Bangsal ke Mataram memang agak susah kalau transportasi umum, intinya ada jam-jam tertentu dari armada Damri di terminal Bangsal. Nah, kalau berangkat ke Bangsal naik Damri, lebih enaknya minta nomor telepon drivernya, jadi biar besoknya sudah tahu perkiraan ada Damrinya jam berapa aja.

perahu gili trawangan
Balik ke Pelabuhan Bangsal


Kali ini, saya lebih memilih charter mobil dari Pelabuhan Bangsal. Memang agak mahal, tapi karena dikejar waktu, pilihan charter mobil adalah yang terbaik. Pinter-pinternya kita aja untuk tawar menawar dengan drivernya, waktu itu saya dikenai 300 ribu untuk 3 orang. Jadi per orang hanya mengeluarkan 100 ribu. Padahal rutenya lumayan jauh, dari Pelabuhan Bangsal mengantar teman saya dulu ke Bandara, yang mana juga jauh banget di Lombok Tengah. Setelah dari Bandara mengantar saya ke penginapan di Mataram dan itupun masih mampir ke pusat oleh-oleh. 

Yuk, ke Lombok lagi yuk!




Comments

  1. Seruuuuu banget deh, kapan ya saya bisa snorkling, guaya banget si mamak Rey, padahal saya takut air kedalaman, bisa panik dah itu.
    Btw, saya kalau ke Lombok pengennya ke Sembalun, dari lama tuh saya penasaran dengan kecantikan alamnya.
    Kalau pantai, entah karena di Buton juga banyak pantai, jadi kurang tertarik, pengennya yang cantik-cantik dari alam ijo-ijo :D

    ReplyDelete
  2. Wah menarik banget kayaknya emang harus sewa mobil atau motor ya di Lombok dan naik damri pas ke gili Trawangan, pengen banget kesana

    ReplyDelete
  3. Kalau gak bisa berenang boleh ikutan snorkling gak ya di giri trawangan. Kepengen ikutan tapi bisanya gaya batu

    ReplyDelete
  4. Saya baru tahu nih tentang patung eksotis di Gili trawangan. Itu memang dibikin buat wisata gitu ya, mbak?

    ReplyDelete
  5. Sekarang sudah semakin rapi dan tertata dengan baik ya Gili Trawangan inio. Aku dulu kesana tahun 2008 masih banyak alaminya hihihi. Jadi kangen kesana lagi euy.

    ReplyDelete
  6. Jadi pengen kesana lihaat penyu sama penasaran sama snorkeling dehh pokoknya nanti kalau anak sudah besar

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang