Jelajah Desa Wisata & Fun Camp Jember : Mengenal Situs Duplang

situs duplang jember


Saya baru mengetahui kalau di Kabupaten Jember terdapat situs sejarah, setelah sohib-sohib menceritakan pengalamannya berkunjung ke Situs Purbakala ini.

“Lahh emangnya ada ya”, tanyaku

“Lhooo yopo seh wong iki”, jawab sohib

Memang kalau untuk wisata dalam kota sendiri, saya nggak begitu banyak tahu nama-namanya, dulu seringnya kalau explore memilih luar kota.

Mengenal Situs Duplang, Situs Megalitikum di Jember
Peradaban di Kabupaten Jember dimulai sejak zaman Batu Besar (Megalitikum) pada masa 1000 SM. Jenis batu pada zaman Megalitikum seperti menhir, sarkopagus, batu kenong, dolmen dan masih banyak lagi.

Di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa ini, batu-batu purbakala tersebar di berbagai tempat, ada yang di rumah warga, areal persawahan sampai ada yang di halaman kantor desa. Situs di desa Kamal ada 2 yaitu Situs Duplang dan Situs Klanceng.
situs duplang arjasa

megalitikum jember


Setelah berkunjung ke Kamal View, kali ini, tujuan saya dan rombongan adalah ke Situs Duplang. Situs ini memiliki banyak batu megalitikum, lokasinya berada di pinggir jalan area lahan pertanian warga, tapi masih harus masuk lagi melewati jalanan menanjak gitu.
situs duplang arjasa jember

situs megalitikum jember


Situs Duplang memiliki koleksi berupa satu kubur baru, tujuh batu kenong dan dua batu menhir. Semua batu yang ada disini ditata dengan rapi dan tentu saja areanya bersih.

Ternyata area Situs Duplang ini nggak sepi-sepi banget seperti perkiraan saya sebelumnya, ada penjual minuman segar juga dan satu rumah, sepertinya rumah dari juru kunci dari situs ini.
situs purbakala jember


Meskipun saat saya berkunjung ke Situs Duplang siang hari yang terik, rasanya kayak merinding disco, di area sini saya dan beberapa teman lain bersikap tenang dan nggak urakan, nggak baik kalau bikin kegaduhan di area makam.

Akhirnya, saya bisa melihat dengan lebih dekat wujud dari Menhir dan kubur batu lainnya yang ada, di tiap-tiap kubur batu terdapat papan informasi yang bertuliskan kode situs untuk memudahkan pihak terkait memeriksa berkasnya gitu. Selain kode-kode situs yang tertulis, tersedia juga papan yang menjelaskan apa itu Menhir atau Dolmen.

Menhir
Menurut papan yang tertancap di samping batu besar di Situs Duplang ini, Menhir adalah tempat pemujaan kepada roh nenek moyang atau orang prasejarah.
situs arjasa jember

sejarah situs duplang


Berada di kawasan ini, melihat Menhir jadi inget pelajaran sejarah waktu sekolah dulu, tahunya hanya dari buku pelajaran dan setelah melihat sendiri “wow luar biasa”, bahkan masih dilestarikan sampai sekarang.

Dolmen
Dolmen adalah meja batu dimana tiap sisinya ditopang dengan 4-6 batu, yang dibawahnya dijadikan kubur batu.
batu purbakala jember

situs purbakala arjasa jember


Untungnya, di area Situs Duplang ini juga ada pemandunya, jadi kalau ada pengunjung yang minta penjelasan soal batu-batu purbakala atau gimana sejarahnya, nanti mbak-mbak pemandunya bisa membantu menjelaskan.

Di tempat tinggal teman-teman ada Situs Purbakala juga nggak ya? 


Comments

  1. Menhir, dolmen, sarkoagus, adalah nama-nama familiar yang sering dibahas pas masih SMP dulu. Sampe apal. Btw itu dulu kayak apa ya orang-orang zaman sebelum masehi. Membayagkan kalau mereka itu hitam dan gak pakai baju dan nyembah-nyembah batu ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga ga bisa bayangin kang Amir, kalau kita disuruh ga pake baju kayaknya bakalan nolak ya
      tapi manusia zaman dulu baik-baik aja malahan
      nahh itu dia mungkin zaman dulu sebelum ada agama masuk ke Indo mungkin ya kang, jadi manusia purba nyembah-nyembah batu gitu

      Delete
  2. Kirain aku batu menhir agak kecil, ternyata gede juga dan tingginya hampir sepundak mbak Ainun ya.

    Memang kadang kalo kota sendiri tidak terlalu paham, wisata apa saja yang ada, malah seringnya ke kota sebelah ya mbak.😂

    Di Cikande juga ada mbak situs megalitikum seperti duplang ini, cuma kalo disini sepi, tidak ada yang jualan, rumah penduduk juga jauh, jadi kalo kesana seram apalagi kalo sore hari, merinding.

    ReplyDelete
  3. Jadi keinget sama pelajaran sejarah SMP hahahaha. Di Malang sini banyaknya candi sih mba Ainun hehehe. Eh...tapi nggak tau deng kalau ada yang belum aku tahu. Kadang ada juga kayak semacam patirtan atau petirtaan gitu di sini.

    ReplyDelete
  4. Ya ampun ini pelajaran sejarah pas kapan ya mbak? Inget banget dulu pernah belajar tentang Menhir, dolmen, Sarkoagus, cuma lupa pas kapan hahhaha.

    Kalau mengunjungi tempat bersejarah kaya gini emang wajib ada pemandunya ya mbak biar kita tau ceritanya, ga cuma liat2 atau foto tanpa tau sejarahya hahhaa

    ReplyDelete
  5. Aku suka deh mba ke situs purbakala, terus merenung jaman dulu mereka bikinnya gimana :)

    djangki

    ReplyDelete
  6. Saya tuh suka banget ama gayanya Mba inun ini, santai tapi tetep kecehhh.
    Btw kereeen ini, saya dulu aslinya suka banget pelajaran sejarah, tapi saking lamanya ga pernah dibaca lagi ya lupa, ingatnya cuman sejarah kemerdekaan,mungkin karena sering di SUrabaya dan liat bekas-bekas sejarah.
    Padahal dulu suka banget pelajari tentang situs kayak gini

    ReplyDelete
  7. ngeliat ini aku jadi mikir, di Surabaya ada situs kayak gini nggak sih?
    dan sejauh ini aku cari nggak ada hehe
    adanya di Sidoarjo kalo nggak salah

    btw, itu mereka jaman dulu gimana ya ngangkat-ngangkat batunya?
    kayaknya pada kuat banget

    ReplyDelete
  8. Aaa Kak Ainun vibes nya merinding gimana gitu ya Kak.. Di tempatku kalau nggak salah juga ada situs peninggalan gitu, but aku rasa nggak selengkap situs Duplang ini. Idk, karena belum pernah ke sana.. Btw juga, jadi inget pelajaran sejarah. Sejak SD keknya sudah diajarin tapi end up ga bisa ngebayangin gimana wujudnya.Karena walaupun ada fotonya di buku tapi tetep aja beda rasanya kalau liat foto yang dari blog ini heheh.. Dengan foto dari Kak Ainun jadi tahu deh.. Makasih Kak Ainun..

    Itu tiket masuknya berapa ya Kak Ainun?

    ReplyDelete
  9. Situs yang ada menhirnya! Woow...jadi ingat cerita Asterix (obelix dan menhirnya!).

    Nggak mau coba ngangkat mba Ainun?��

    Btw happy new year 2022 sukses sehat dan semangat menulis selalu!��

    ReplyDelete
  10. Review tempat wisata memang Mbak Ainun ahlinya. Terima kasih telah berbagi. Selamat akhir pekan.

    ReplyDelete
  11. Kalau berkunjung ke situs macam gini itu berasa diajak balik ke jaman berburu dan meramu. Rata-rata situs tersebut berupa sebuah komplek. Biasa pemukiman, pemandian, pemujaan, dll.

    Sudah saatnya kita lebih mengenal kota sendiri :D

    ReplyDelete
  12. Jadi tertarik untuk melihat langsung ke lokasi setelah baca review kk

    ReplyDelete
  13. Mba, aku dulu paling suka pelajaran sejarah saat membahas barang2 purbakala dan manusia purba. Menarik aja sih, ngebayangin dulu manusia zaman purba bisa hidup dengan segala keterbatasan, dan peralatan2 yang dipakai.

    Walau aku suka penasaran Yaa, gimana caranya para arkeolog itu bisa tahu benda2 yang mereka temukan adalah barang purbakala.

    Dan itu kubur batu, fungsinya untuk mengubur manusia atau barang? Penasaran aja apa ada sesuatu yang dikubur di dalamnya?

    ReplyDelete
  14. Jadi ingat waktu SD dulu, di Bogor juga ada situs bersejarah berupa Batu Tulis. Banyak batu-batu dengan tulisan maupun berupa jejak kaki, dll. Cuman karena udah lama sekali jadi lupa lokasinya.

    ReplyDelete
  15. Baru tahu di Jember ada situs peninggalan manusia purba. Sepertinya baru ditemukan situs ini, atau sayanya aja yang kudet ngga tahu kalau dari dulu sudah ada situs duplang Jember.

    Menarik, soalnya wisata sejarah di Jember minim seingatku waktu beberapa tahun silam kuliah disana.

    ReplyDelete
  16. Wah aku kok jadi keinget buku sejarah pas mbahas kerajaan kutai dulu ya. soalnya lebare iku mbahas menhir kubur batu dan peninggalan peninggalan lainnya...Dan di situ rame rame siang aja berasa agak merinding disko ya mba..apalagi kalau datang sendirian hihi..dan ternyata iki kotane mas anang hermansyah ya di jember jatim

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang