Charity When Traveling

berbagi ketika traveling


Memutuskan nge-trip sambil charity sepertinya susah-susah gampang. Susahnya adalah ketika lokasi tujuan trip yang jauh dan barang bawaan banyak. Tapi kalau sudah niat, apapun halangannya show must go on.

Seperti ketika saya berkunjung ke Tanah Flores. Rombongan saya yang rata-rata berangkatnya beda kota, ada yang berangkat dari Jakarta dan Surabaya. Teman yang di Jakarta bingung atur bagasi, belum koper, belum backpack, belum yang dos-dos berisikan paket buku. 

Saya berangkat dari Surabaya dan baru ketemu dengan sebagian teman-teman di Bandara Sultan Hasanuddin Makasar, itupun karena rute pesawat yang saya pilih transit lebih dulu di Makasar. Dan tetep ya riweuhnya di pengurusan packing bagasi hahaha.

Nge-trip plus sedikit berbagi dengan warga lokal terutama anak-anak, titik lokasi pertama yang akan menjadi sasaran rombongan saya ada di Kabupaten Sikka. Perjalanan dari Kota Maumere menuju Kabupaten Sikka ternyata cukup jauh juga, kurang lebih satu jam, dari yang awalnya melalui jalanan aspal mulus, kemudian beralih ke jalanan tanah yang berbatasan dekat dengan Laut Sawu. 

Sampai di lokasi Gereja Sikka, semua rombongan semburat, ada yang ke bagian belakang gereja yang berdekatan dengan Laut Sawu, ada yang sibuk foto-foto, dan ada yang asik bercengkrama dengan Mama-Mama penjual kain tenun.

Waktu yang saya habiskan di kawasan Gereja Sikka cukup lama juga, karena pengunjungnya hanya rombongan saya saja, jadi terkesan eksklusif dan bebas mau explore kesana-kemari. Dipuas-puasin.

Beberapa teman ada yang kembali ke tempat parkir kendaraan, disinilah kita mengumpulkan anak-anak yang berada di sekitar lokasi. Mereka seneng banget melihat saya dan rombongan, seperti turis asing saja. 

Dirasa cukup juga jumlah anak-anak yang berkumpul di dekat kendaraan kita, kini saatnya mengeluarkan kardus-kardus yang berisi paket sekolah maupun buku.

gereja sikka


Seperti yang kita tahu, anak-anak kan identik dengan keramaian yang ngga bisa diam atau ketawa melulu, sama persis ketika mereka kita kumpulkan untuk kita beri paket-paket gymick ini. Rebutan barang selalu ada tapi mereka tetap masih bisa kita nasihati baik-baik, penurut semua kok. Ahh senengnya liat mereka happy kayak gini.

Selesai bagi-bagi, saya ikutan dong bercanda sama mereka, nggak lupa juga foto-foto buat kenang-kenangan. Nggak ada yang nolak ketika diajak foto bersama, seneng narsis juga ternyata hahaha.

Kunjungan saya selanjutnya yaitu menuju Kampung Adat Bena yang berada di Kabupaten Ngada. Puas explore area kampung adat ini, sebelum pulang rombongan saya bikin permainan sederhana dulu barengan anak-anak yang tinggal disini plus bagi-bagi gymick buat mereka semua. 

kampung adat bena


Anak-anak patuh sama perintah rombongan saya, disuruh baris rapi ya baris rapi. Lumayan banyak juga anak-anak yang tinggal di kampung Adat Bena ini, rame sendiri pokoknya hahaha.

Paket gymick yang kita bawa terbilang sederhana seperti kaos atau buku-buku tapi anak-anak di tempat ini suka sekali menerimanya, saya jadi ikutan happy. 

Bercanda barengan mereka sampai lupa waktu tahu-tahu sudah gelap. Kapan-kapan kok pengen balik lagi kesini ya. Penduduknya ramah menyambut wisatawan seperti saya dan auranya menyenangkan.

Kalau sudah bertemu dengan warga lokal, barang bawaan yang semula berat dibawa ketika packing, jadi terasa ringan dan nggak berasa capeknya ketika melihat anak-anak di lokasi tujuan sumringah semua.

Bahkan ada teman trip saya yang barengan ke Flores ini, sampai sekarang masih aktif membuat campaign charity ketika traveling, misal ketika ke Sumba, teman saya mengumpulkan donasi dari teman-teman yang lain untuk dibelikan peralatan sekolah. Mereka nggak tanggung-tanggung juga ngeluarin duit pribadi untuk membantu kebutuhan adik-adik di suatu sekolah yang terletak di pelosok Sumba sana. Bahkan sampai terjun langsung mengurus segala keperluannya. Oya, sampai pernah di undang di acara Kick Andy juga di Metro TV. 

Selagi masih bisa berbuat kebaikan apapun caranya, ya sudah dijalani sesuai kemampuan. Nothing to lose.

Jangan berhenti berbagi 



Comments

  1. Awwww.. Mba Inunnnn, sungguh meleleh baca ini.
    Beneran deh, Mba Inun itu salah satu dari travel blogger yang travelnya itu bener-bener niat banget, maksudnya bukan hanya sekadar keliling di beberapa tempat, tapi juga mencoba dan menjalani berbagai hal yang dilakukan seorang traveler sejati.

    Jadi ingat Mba sapa ya itu yang terkenal punya buku dan film itu? Trinity ya?
    Lebih konsisten aja Mba Inun, saya yakin Mba Inun bisa jadi Trinity selanjutnya, bahkan lebih keceh!

    Saya ingat berbagai hal yang saya baca di blog ini, bukan semata cuman lokasi wisata maupun tempat baru, tapi kegiatan-kegiatan, sama yang takjub tuh traveling sendiri, menginap di kamar isinya banyak orang, saya pernah baca Trinity seperti itu juga, keceh banget, apalagi sambil charuty gini, masha Allaaahh :)

    ReplyDelete
  2. Ya ampun mbakkk

    Niat banget dehh. Tapi seneng juga sih bacanya. Adem gitu bawannya. Takjub gw masih kepikiran traveling sambil charity. Oh iya btw, anak gw udah lahir mbak, wkwkwkwk. Sila baca di blog gw.

    ReplyDelete
  3. Kak Ainun, mulia sekali perbuatan Kakak ������ terima kasih karena udah berbagi cerita iniiii!! Nggak habis pikir, Kak Ainun dan teman-teman bisa sepeduli itu dengan anak-anak di tempat Kakak pergi travel ������
    Semoga rejeki Kakak dilancarkan selalu yaaa ��������

    ReplyDelete
  4. Kakkk... kamu keceee bangeett bisa traveling tapi tetap ingat untuk berbagi. Kebayang bagaimana rempongnya kalian ngurus bagasi tapi melihat foto kakak bersama anak-anak, keliatan kakak happy banget. Setidaknya kerempongan selama perjalanan berbuah manis yaa kaak πŸ˜† Makasih yaa kak mengingatkan kami untuk tetap berbagiii.. Ditunggu kisah kakak lainnyaaa πŸ˜‰

    ReplyDelete
  5. Mbaaaa Ainun 😍

    You are so cool, mba! Salut deh masih kepikiran untuk charity padahal lagi yalan-yalan. Pasti nggak gampang mengumpulkan niat dan persiapannya πŸ˜†πŸ’•

    Seru ya mba, bisa berbagi kebahagiaan pada sesama. Selalu suka baca cerita seperti ini yang membuat hati hangattt. Semoga semakin banyak yang melakukan hal serupa 😍 Thanks for the stories, mba πŸ’•

    ReplyDelete
  6. Aku yg baca ceritanya ikut berasa terharu mba, ngebayangin anak2 itu senengnya Nerima buku2 :). Apalagi dilakukan sambil jalan2. Tapi memang segala sesuatu yg udah diniatin kuat, ga bakal terasa berat saat dilakuin ya mba.

    Semoga aja makin banyak yg mau ikut membantu seperti yg mba lakuin :)

    ReplyDelete
  7. ini sebenranya yg bikin seru mbak
    engga cuma ngetrip foto buat publikasi atau pencapaian tapi ada misi sosial
    lelah dan panjangnya perjalanan rasanya trobati
    asli keren dan seru banget ceritanya
    sukses untuk mbak ainun :)

    ReplyDelete
  8. mbak, sumpah merinding pas baca kalimat penutupnya. sepakat banget sih, nothing to lose, uhuhu. peluk jauh mbak Ainun dan rombongan yang baik hati ini. keren juga ya traveling sambil campaign charity, semoga suatu saat bisa kaya mbak Ainun dan teman2 rombongannya, bisa niat banget berbagai meski bawaannya rempong. soalnya aku blm kebayang gimana riwehnya mbak, apalagi aku pergi 3 hari aja bawa koper, karena barang nggak bisa masuk ke tas ukuran 35 L. Padahal mah isinya barang pribadi semua :(

    ReplyDelete
  9. Ikut senang juga anak anak gembira terima buku. Mungkin karena disana buku agak langka makanya anak anak sangat senang ketika ada yang ngasih buku.

    Jauh juga perjalanannya harus ke Makassar dulu baru ke Nusa tenggara, untunglah semuanya lancar tanpa hambatan ya mbak.

    ReplyDelete
  10. wahh kudu sabar dan perkiraan yang mateng kalo berbeda lokasi ingin kumpul di suatu titik di waktu yang tepat, apalagi jakarta Surabaya. kadang ada jam molornya hihihi

    ReplyDelete
  11. mbak keren banget, pulang pasti bahagianya dobel ini rasanya. Sekedar traveling aja udah bahagia, la ini sembari ada kegiatan charity nya. Mbak semoga dimudahkan semua urusannya ya. Baik banget sama rombongannya juga

    ReplyDelete
  12. Hallo mbak Ainun, pertama - tama saya ingin ucapkan terima kasih untuk kepedulian yang luar biasa besar bagi kami yang di timur sana. Gereja Sikka? di MOF. 32 tahun yang lalu, tempat pertama yang menyambut saya yaitu tanah Flores, tepatnya di Kabupaten Sikka Maumere. Membaca tulisan tentang donasi ke sumba jadi bukti kepedulian yang luar biasa dari mbak Ainun dan rekan. Saya hanya bisa bilang terima kasih dan doa untuk mbak Ainun dan rekan, semoga selalu sehat dan terus menjadi berkat.

    Bukan backpacker bisa...

    ReplyDelete
  13. Luar biasa mbak Ainun dan komunitasnya ini Travelling sekaligus berbagi dengan warga sekitar terutama anak2..😊😊

    Memang kalau kita pikir lagi didaerah pedalaman masih banyak anak2 Regenerasi penerus bangsa ini yang masih mermerlukan biaya untuk pendidikannya. Memang mengurus itu semua perlu waktu. Tetapi sekecil apapun bantuan yang kita berikan bagi mereka adalah sebuah semangat untuk menuju masa depan serta wawasan baginya.

    Dan apa yang dilakukan mbak Ainun dan kawan2 mungkin bisa membuka mata hati pemerintah untuk bisa kembali meninjau anak2 regenerasi bangsa yang memang perlu dibantu masa depannya..😊😊

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang