Seporsi Sego Cawuk Khas Banyuwangi


Destinasi refreshing kali ini yaitu ke Banyuwangi, niat hati pertama sampai di Banyuwangi harus mencari sarapan, maklum berangkat dari Jember jam 04.30 pagi dengan kereta. Dan tiba di stasiun sudah di jemput si travelmate. Mantap hehehe.

Lokasi sarapan pun saya serahkan sepenuhnya ke travelmate yang sudah merantau cukup lama ke Banyuwangi yaitu di warung sego cawuk Bu Sri yang berlokasi di daerah Kepatihan dan harus blusukan gang.

sego cawuk banyuwangi

Warung sego cawuk Bu Sri digelar di depan teras rumahnya yang nggak terlalu luas, satu meja panjang dan beberapa kursi nampak di sebelah kiri dari meja kerja Bu Sri ini. Memang kebanyakan orang yang makan disini kalau saya perhatikan, setelah selesai makan, lalu bayar dan langsung meninggalkan lokasi. Mungkin mereka sadar ya, kalau pengunjungnya banyak dan beberapa ada yang niat untuk makan disana, sedangkan kursi yang disediakan tidak terlalu banyak.

Nah, konon katanya si travelmate Andre, warung sego cawuk Bu Sri ini cepat banget habisnya, kurang lebih jam 9 pagi sudah habis dagangannya. Saya sendiri tiba di lokasi kurang lebih jam 08.30 dan itupun lumayan antri, beruntung saya masih kebagian.

warung sego cawuk bu sri banyuwangi


Cawuk dalam bahasa Jawa berarti disuap pakai tangan. Memang sego cawuk ini paling maknyus kalo dimakan dengan tangan alias dicawuk. Isian dari sego cawuk ini terdiri dari nasi putih yang disiram dengan kuah pindang dan kuah trancam (kelapa parut), siraman dari dua macam kuah ini memang awalnya terkesan aneh tapi setelah disantap enak juga dengan perpaduan rasa gurih dan manis.

sego cawuk banyuwangi

sego cawuk banyuwangi

Taburan menunya yang lain yaitu irisan ketimun, daun semanggi rebus dan sambal serai. Sambal serai ini dibuat dari ulegan blimbing wuluh dan serai. Untuk lauknya bisa pilih sendiri, ada cecek atau kulit sapi dan telur rebus dengan bumbu petis.

sego cawuk banyuwangi

Teman paling nikmat untuk menyantap sego cawuk ini yaitu teh manis hangat, nikmatnya maknyus pemirsa. Untuk ukuran porsinya menurut saya cukup banyak ya, kalau melihat isiannya yang memang beragam, sudah pas lah ukuran sarapan seperti ini. Penyajian terakhir dari sego cawuk ini yaitu taburan beberapa potong kerupuk. Soal harga sudah pasti amat terjangkau, cukup dengan Rp. 10.000 saja untuk seporsi nasi enak ini.

sego cawuk banyuwangi

Nggak salah tempat waktu diajak kesini sama travelmate, besok-besok kalau ada teman yang menanyakan soal tempat sarapan oke, warung sederhana ini bolehlah saya rekomendasikan.


Sego cawuk Bu Sri
Jl. Kyai Saleh, Gang Kepatihan, Banyuwangi


13 comments:

  1. Aduh mba, sambalnya menggugah selera sekali, jadi lapar :)))) by the way, harganya sangat affordable ya, nggak heran kalau banyak yang datang ~ saya pribadi sepertinya hanya pernah coba sego-segoan itu yang di Yogyakarta, Sego Kucing kalau nggak salah namanya *lupa-lupa ingat* ehehe. Terus jadi penasaran bagaimana rasa Sego Cawuk yang mba tuliskan :9

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe bacanya pas siang-siang ya mba
      aku liat pertama kali aneh, semua rasa kuah, bumbu dicampur aja, porsi gede pula ahaha.kalo ke banyuwangi bisa dicoba sego ini mba

      betulll, namanya sego kucing, di daerah jember dan banyuwangi banyak yang jual dan disebutnya sego kucing, karena porsi yang nggak besar dan isiannya simple

      Delete
  2. Menu makanan ini kayaknya cocok deh dengan lidah dan perut saya yang Notobenenya " ewong Desoh " ini, tapi bagaimana cobainnya yah, soalnya saya disumatera. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe semoga ada kesempatan ke Banyuwangi ya kang nata. etapi di sumatra sono makanan yang sejenis kayak gini ada ga kang? kalo sumatra yang selalu ada dipikiranku ya pempek gitu

      Delete
  3. Wewwww, Mba, itu ada kuahnya dan makannya pakai tangan aja? keren ih, kalau saya nggak bisa tuh hahaha.
    Harga makanannya murmerrr, pas banget buat sarapan.
    Makanan khas Jawa itu memang beragam ya buat sarapan.

    Lauknya banyak macamnya.

    Kalau di Buton, dulu adanya nasi kuning atau nasi songkol.
    Isinya, nasi, ikan goreng dan sambal.
    Itu doang hahaha.

    Beda kalau di Jawa, isinya macam-macam, ada kering tempe lah, ini lah, itu lah, tak lupa juga kerupuk :D

    Makanya saya kalau sarapan makanan khas gini, bikin penjualnya terheran-heran.
    Soalnya bahkan pecel aja, saya cuman mau sayur yang nggak macem-macem, kasih bumbu pecel, nggak mau kering tempe atau lainnya, lauknya ayam goreng atau telur goreng, udah deh :D

    tapi, meskipun demikian, saya kepo nyoba-nyobain berbagai makanan khas gini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku makannya pakai sendok mbak untuk sego cawuk ini, karena nggak disedian juga tempat cuci tangan seperti depot atau resto. penjualnya kayaknya milih praktisnya juga

      nasi kuning ada juga ya di buton?
      iya bener kalo di jawa timuran sini isinya ada yang sambel goreng ati, ini aku demen banget mba hahaha

      nahh pecel ini apalagi, kalo dirumah nggak sempet sarapan, di depan kantor ada pujasera, ujung ujungnya milih sarapan pecel . tiap kota isiannya memang ada beda beda sedikit ya untuk campuran pecelnya, kalo di jember nggak ada kering tempe
      saking seringnya aku makan pecel, kalo kata temen temen kantor 'lama lama muka kayak pecel'.

      Delete
  4. Rasa lauknya asing di telingaku mba alias belum pernah coba, tapi saya penasaran sama rasa daun semangginya apakah seperti rasa daun singkong? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. daun seperti semanggi ini selama ini aku nggak pernah doyan makan mba, nah karena kemarin ini isiannya cuman daun semanggi meskipun awalnya takut nggak cocok sama rasanya, ternyata daun semangginya nggak berasa pahit, mungkin mirip singkong ya mbak

      Delete
  5. Wah mantapnya sego cawuk Banyuwangi.. terntata ada daun semanggi nya ya? Aku belum pernah makan semanggi. Jadi penasaran pingin nyobain sego cawuk Banyuwangi. Menggugah selera makanku..😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe aku juga baru pertama nyobain daun semanggi dimakan, enak ternyata mbak, yang mengolah udah ahli :)
      semoga nanti ada kesempatan berkunjung ke Banyuwangi ya mba, biar bisa cobain juga

      Delete
  6. kalau pakai tangan memang lezatnya terasa nambah mbak, menurutku sih, hihihi. aku kangen jalan-jalan makan di warung-warung yang merakyat, Mbak. karena dari situ biasanya cerita perjalanan kita jadi lebih menarik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak ajeng biasanya kalo makan pake tangan sensasinya beda ya, langsung lep gitu hehe
      udah lama ya nggak makan di warung warung beginian ya mba, apalagi sejak ada wabah ini, bisa jadi beli trus dibungkus bawa pulang

      Delete
  7. Mba kalo di tempat asalku juga ada yang klo modelan jual nasi pagi2 gini, agak jam 9an uda abis, tapi klo tempatku namane sego penggel

    Sego cawuk ini mantap kali kelihatannya
    Apalagi ada pindang dan trancamnya, yang aku bayanginnya urap urap pedes, ehm nyuuuuummm


    Seneng klo kulineran bareng travelmate ya mba, apalagi dapet spot makanannya yang murmer tapi enak2 :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

latest 'gram from @ainun_isnaeni