Remembering Crane Dance

Saya termasuk yang jarang membuka postingan lama banget, paling hanya mengingat "ohhh pernah nulis ini ya" dan mengingat sekilas sejarah dibalik tulisan itu kalau memang ada yang bisa dikenang.

Kok ya kebetulan si Mbak Rey ini berkomentar di blogpost yang saya post di tahun 2012 lalu dengan tulisan yang berjudul "Heartbroken by The Crane Dance". Pas baca lagi judulnya, jadi keingat dong sama judulnya, ini kan jadi membuka memori lama hahaha. 

crane-dance-singapore

Memang ada dasarnya kenapa ada tambahan kata-kata heartbroken di judul blogpost yang lama itu.  Singkat cerita, ketika saya menonton pertunjukan Crane Dance ini nggak lama dari acara putus cintaan gitu, nah kan jadi tau semua wkwkwkwk. Jadi mikir lagi, "gilak ya habis putus, move on nya langsung terbang ke Singapore" 🀣, padahal mah enggak begitu.

Crane Dance Singapore

Cerita lagi ah soal crane dance ini. Jadi crane dance ini adalah sebuah pertunjukan robotik dari mesin crane alias mesin derek yang di desain dengan sangat apiknya oleh desainer panggung handal dunia yang sudah terkenal di kalangan artis mancanegara yang bernama Jeremy Railton. Si Jeremy ini menyulap crane menjadi dua robot burung angsa gigantik yang tingginya mencapai 30 meter. 

Dan menurut mbah Google, proses pembuatan crance dance ini menghabiskan waktu sekitar 3 tahun. Lama banget ya ternyata ckckck.

It's Show Time

Untuk dapat menikmati pertunjukan gratis ini, saya harus menuju ke Sentosa Island, karena saya nyari transportasi yang murah meriah enak, ya pilih naik monorail dari Vivo City Mall. Lumayan lah bisa melihat pemandangan area Sentosa Island dari ketinggian. 

Cerita soal crane dance ini, menurut historynya, terinspirasi dari cerita rakyat yaitu tentang sepasang burung yang menari di alam bebas dan menceritakan kekuatan cinta yang menghiasi kehidupan bahkan  kepada benda mati.

pertunjukan crane dance
Crane Dance


Waktu awal saya nonton crane dance, nggak sempet browsing, karena memang nggak terpikirkan buat nonton ini, saya nurut saja sama teman yang ngajak jalan kemana malam itu.

Ketika menyaksikan pertama kali, cerita yang saya tangkap dari pertunjukan mesin crane ini adalah si robot angsa ini saya ibaratkan manusia, mereka saling menari, menggoda dan akhirnya jatuh cinta. Romantis banget. Saya nonton sampai mata berkaca-kaca karena sweet banget ceritanya plus ditambah kesedihan putus cinta, wew. Cuma saat pas nonton pertunjukannya  saja sih bagian sedihnya hahaha.

Tapi ini beneran kenapa bisa bagus begitu ya, saya sampai kagum sama si pencetus idenya, keren pakai banget.

Pertunjukkan crane dance ini juga dihadirkan dengan tambahan efek sound, musik, layar LED, air terjun yang keluar di bagian punggung si robot angsa dan juga yang keluar dari sisi kanan kiri sayapnya. Terlihat bener bener kayak burung angsa.

Sepanjang waktu selama pertunjukan berlangsung, hampir semua pengunjung yang hadir terpesona dengan pertunjukannya, sepi bener nggak ada yang berisik, semua khusyuk banget nontonnya. 

Setelah pertunjukan berakhir, kesimpulan yang dapat saya ambil dari menyaksikan crane dance adalah binatang saja bisa saling mencintai satu sama lain, menerima satu sama lain, saling sayang satu sama lain, pastinya manusia juga bisa bertindak seperti itu. Hari-hari yang dilalui bakalan happy terus tentunya. 

Oya, jam pertunjukan crane dance ini mulai sekitar jam 8 malam dan kemungkinan berakhir di jam 9 malam. Jadi buat yang ingin menonton crane dance siap-siap balik hotelnya malam-malam. 

Kalau ke Singapore lagi kayaknya mau deh nonton lagi, kan gratis 🀣

Dan kalau teman-teman ke Sentosa Island, boleh juga tuh mampir kesini.







Comments

  1. Anjaayyy Keren banget Crance Dancenya..Sempat bingung, Yang saya tahu Crance Dance menyala tidak ada di Indonesia ohhh ternyata di Singapore yaa mbak.😊😊 Tepatnya di Sentosa Island.


    Fantastis juga yaa Crance Dance yang berbentuk burung atau angsa ditambah dihiasi lampu led, air mancur serta warna-warni lainnya yang cukup menakjubkan. Seolah germerlap malam yang penuh pesona..😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, ayo kang Satria ajak Vina untuk nonton bareng di Singapura.πŸ™‚πŸ˜ƒ

      Delete
  2. Wow ngga nyangka kalo mesin derek crane bisa dibuat untuk pertunjukan seperti itu ya, ide yang kreatif ya mbak Ainun.

    Cuma sayangnya adanya di Singapura ya, mungkin kalo di Jakarta ada pasti rame juga yang nonton, cuma bikinnya juga lama ya sampai 3 tahun.

    Sudah lama juga mbak Ainun ngeblog dari 2012, kalo saya di blogspot dari 2017.πŸ˜ƒ

    ReplyDelete
  3. Gokiil kerennyaaaa ..., lantas aku balik bertanya ke pikiranku sendiri , 'Kapaaan yak Indonesia ada fasilitas entertainment gratis seketjeh kayak gituu .. ?'.

    Coba [masih ngebayangin] di dekat candi Borobudur [wuaaah maunyaaa .. mentqng-mentang ada di kotaku, wwkkwwk waauu��] dilengkapi tayangan indah begini.
    Ngga peelu njiplak persis, sih.
    Misalnya saja tokohnya diganti burung garuda ..., hopo horaaaa tambah tenar nama candi Borobudur di seantero jagad ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. *Eeeh ..., muncul emotnya kok anak taoge seeh itu ..

      Kuulangi lagi akh, ganti emot yang lain ...

      (✷‿✷)

      Delete
    2. Kita sepemikiran Mas Himawant, πŸ˜† aku juga mikirnya, kapan di sini ada hiburan gratis sebagus itu yaa..

      Delete
  4. Wah, aku nggak tahu kalau ada Crane Dance ini di Sentosa 😭 yang aku tahu cuma Song of The Sea yang biaya pertunjukannya mahal jadi aku nggak pernah nonton juga huahahaha.
    Aku tertarik sekali untuk nonton Crane Dance ini, apalagi gratis 🀭 bolehlah kapan-kapan kalau ke Singapore, menyediakan waktu luang saat malam untuk nonton pertunjukan ini hahaha.
    Terima kasih Kak Ainun atas reviewnya, jadi membuatku tambah rindu ke Singapore 😍

    ReplyDelete
  5. Dududu salfok sama putus cintanya, *malah dibahas lagi, wkwkkw
    kl ke singapore mau lah sempetin nontono ini, toh gratis :D

    ReplyDelete
  6. Unik juga ya dari Crane dibuat dance gitu coba ada di Indo ya, penasaran euy cus langsung liat yutub ah :D

    ReplyDelete
  7. Saya belum pernah menonton ini, mba. Keren ternyataaa :D

    By the way, mba Ainun mantul banget, putus cinta perginya ke Singapura. Pulang-pulang langsung cerah ceria tuh kayaknya. Lupa sama mantan yang sudah menguras airmata. Memang cara ampuh untuk mengobati patah hati adalah dengan pergi liburan *eh curcol jadinya* hahahahaha :))

    ReplyDelete
  8. weh sampe ke singapur mbak buat nenangin diri
    aku salut
    tapi emang si klo liat kayak gini langsung lupa deh permasalahan hehe
    aku suka klo pas transisi warna gitu kayak wow kok isa ya

    ReplyDelete
  9. Aku blm ke Sgp hiks hiks, pgnnya thn depan kesana, sama di kecil, mudah2an pandeminya udah berakhir ya mbak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang