Cintaku ke OYO Bukanlah Cinta Biasa


Bulan Februari terlihat spesial dari bulan-bulan yang lain dalam penanggalan dan terlihat lebih pendek dalam hal jumlah harinya yaitu 28 atau 29 hari saja. Di setiap tahun kabisat, bulan Februari hanya terdiri dari 29 hari. Dan biasanya nih bulan Februari diidentikkan dengan bulan kasih sayang atau bulan penuh cinta.

Untuk menunjukkan rasa sayang maupun rasa cinta terhadap seseorang, biasanya pasangan memberikan bunga mawar. Pemilihan warna bunga pada bunga mawar ini memiliki arti yang beragam, seperti warna merah yang melambangkan cinta sejati.

Sama halnya dengan ketika memilih akomodasi atau tempat tinggal, kita akan merasa sreg dan cocok kalau dari pertama kali merasakan nyaman ketika bersamanya, ciee.. 

Seperti ketika saya pertama kali menginap di OYO Hotels Indonesia. Dari segi lokasi mudah ditemukan dan bisa menyesuaikan dengan tujuan kita, mau pilih di tengah kota ataupun di daerah pinggiran kota juga ada. Jadi nggak perlu bingung lagi untuk menentukan mau menginap dimana, karena jaringan OYO Hotel tersebar merata di hampir seluruh pulau di Indonesia.


Ada Cinta di Jember

Saat ini saya tinggal di Kota Jember, ada tempat wisata yang diidentikkan dengan cinta atau Love yaitu Teluk Love. Pertama kali mendengar nama tempat wisata ini, saya heran “kenapa harus Love ya?”, ternyata hal ini dikarenakan kalau dilihat dari atas bukit yang dinamakan Bukit Domba, teluk ini membentuk seperti simbol Love. Keajaiban alam yang luar biasa dari sang Pencipta.

Teluk Love Jember (sumber foto : travelkompas)

Di setiap akhir pekan, Teluk Love ramai dikunjungi oleh wisatawan dari warga Jember sendiri maupun dari kota tetangga seperti Bondowoso atau Banyuwangi. Mitos dari Teluk Love ini juga tidak jauh-jauh dari namanya cinta, yaitu bagi siapa yang mengunjungi Teluk Love bersama pasangan atau menyatakan cinta di tempat ini, maka hubungan yang terjalin akan langgeng.


Untuk menuju Teluk Love yang terletak di Kecamatan Ambulu, dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam berkendara dari pusat kota Jember. Tentunya saya ikut bangga jika Teluk Love makin ramai dikunjungi oleh teman-teman dari luar kota Jember.


Staycation di OYO The Peak Jember

Saking cintanya sama Jember nih, saya sering staycation di Hotel Jember saja, pilihan saya kali ini yaitu di OYO 620 The Peak Guesthouse Syariah. Lokasinya berada di pusat kota, dekat dengan kampus Universitas Muhammadiyah Jember. Di OYO The Peak ini tepatnya di bagian lobby hotel juga terdapat café yang biasa ramai dikunjungi oleh anak-anak muda Jember.  


Memilih penginapan OYO The Peak ini juga memudahkan saya untuk mengexplore kota Jember, baik kulinernya maupun wisata alamnya seperti menuju ke Teluk Love.

Menginap di OYO The Peak Guesthouse memberikan kenyamanan tersendiri. Nyaman karena fasilitas yang diberikan bisa memenuhi kebutuhan saya sebagai tamu hotel yaitu seperti adanya TV, AC yang bekerja dengan baik, kamar mandi yang bersih dan lingkungan yang aman. Tempat tidurnya pun empuk dan nyaman dengan adanya 2 bantal dan bed cover warna putih yang cukup tebal. Penginapan di OYO The Peak Guesthouse ini, saya dapatkan hanya dengan membayar Rp. 116.100 saja.







Cinta Sepenuh Hati dari OYO

OYO Rooms atau yang lebih dikenal dengan OYO merupakan jaringan layanan perhotelan yang didirikan pertama kali oleh Ritesh Agarwal di India pada tahun 2013. Dan sejak saat itu berkembang menjadi lebih dari 35.000 hotel di 800 kota di India, Malaysia, Nepal, Cina , Uni Emirat Arab, Inggris dan bahkan di Indonesia.

OYO Rooms ini memiliki beberapa produk dan layanan yang disesuaikan untuk kebutuhan pelancong, yaitu seperti :
·  OYO Townhouse yang dipromosikan karena hotel lingkungan berada di segmen menengah yang ditargetkan untuk para wisatawan milenial yang menginginkan akomodasi ekonomi premium.
·   OYO Home, yang diklaim OYO adalah Sistem Manajemen Rumah perdesaan India yang menawarkan rumah-rumah pribadi di berbagai lokasi dan sepenuhnya dikelola oleh OYO
·  OYO Vacation Homes yang mengidentifikasi dirinya sebagai merek rumah liburan terbesar ke-3 di dunia dengan merek manajemen persewaan liburan Belvilla, Danland, dan DanCenter bersama dengan Traum-Ferienwohnungen yang berbasis di Jerman.
·   SilverKey diluncurkan pada bulan April 2018, melayani kebutuhan para pelancong bisnis yang melakukan perjalanan bisnis untuk jangka waktu pendek atau panjang
·  Palette menawarkan staycation yang dikuratori dengan sempurna bagi mereka yang mencari pengalaman intuitif dengan harga kompetitif, kategori resor liburan kelas atas
·   Collection O adalah kategori terbaru di bawah portofolio hotel OYO yang memenuhi persyaratan untuk pelancong bisnis yang cerdas
·  OYO LIFE, ditargetkan untuk kalangan milenial dan profesional muda yang mencari rumah yang dikelola penuh dengan persewaan jangka panjang, dengan harga terjangkau


Yang membuat saya cinta sama OYO adalah karena OYO sering memberikan promo diskon, bahkan dengan harga Rp. 99.000 saja sudah bisa menginap di OYO.  Apalagi di bulan kasih sayang, yaitu Bulan Februari ini, OYO memberikan diskon 90% dengan memasukkan kode kupon yang sudah tertera di aplikasi OYO.  Dengan rincian mendapatkan potongan harga menginap 60% hingga Rp. 5.000.000 dan mendapatkan tambahan 30% cashback OYO Points. Jangan lupa Kode Kupon ini dimasukkan ketika proses check-out pembayaran. Gimana nggak cinta coba sama OYO.



Promo OYO

Mudahnya Menginap di OYO Hotels

Kemudahan lain yang diberikan oleh OYO yaitu cara pemesanan yang sangat mudah. Tidak hanya melalui website di www.oyorooms.com saja, pemesanan kamar di OYO juga bisa dilakukan melalui smartphone yaitu dengan mengunduh aplikasi OYO di Play Store atau IOS.


Langkah mudah untuk melakukan pemesanan yaitu :
  • Daftarkan alamat email kalian terlebih dulu. Lengkapi data diri yang diminta dengan benar
  • Cari hotel atau kota tujuan untuk menginap.
  • Pilih Kategori Kamar yang sesuai.
  • Pilih metode pembayaran yang dikehendaki.

Tidak lama kemudian akan menerima email Konfirmasi Pemesanan dari OYO. Gampang banget kan!




Cara OYO memperlakukan pelanggan setianya sudah tidak perlu diragukan lagi, seperti adanya program-program promo dengan harga terjangkau yang bisa dimanfaatkan oleh para traveler. Dan tentunya pendekatan “personal” seperti ini terasa lebih spesial. Jadi nggak sabar buat liburan ke kota lain nih. Nah, supaya kalian nggak ketinggalan info menarik dari OYO, jangan lupa untuk follow sosial media OYO Indonesia di Twitter @oyoindonesia, Instagram @oyo.indonesia dan Facebook di @OYO






22 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Thailand Trip : Menikmati Malam di Area Touristy Bangkok dan Mengunjungi Asiatique The Riverfront



Masih hari pertama di Bangkok, malam harinya saya sudah janjian di Central Wolrd dengan teman yang stay di Bangkok, kelebihan lokasi hotel tempat saya menginap adalah dekat dengan tempat perbelanjaan ternama, seperti Platinum Fashion Mall, Pasar Pratunam dan Central World. Nggak heran tempat-tempat perbelanjaan dan kuliner di daerah Pratunam ini selalu ramai oleh turis. Berhubung belum mengenal lokasi sekitar hotel, sebelum berangkat saya menanyakan lebih dulu ke resepsionis hotel lokasi Central World dan ternyata memang gampang ditemukan.


Dari hotel saya yaitu Glur Central Pratunam, keluar menuju jalan besar, menyusuri trotoar kearah Platinum Fashion Mall, kemudian tinggal menyeberang jalan menuju kearah Sky Walk Central World. Tulisan Central World akan terpampang gede diatas bangunan Mall yang nampak mewah.



Teman dari komunitas Jember Backpacker inipun mengajak saya untuk chill out di tempat makan keceh alias tempat gaulnya pekerja maupun turis-turis di kawasan Pratunam ini, yaitu mengawali malam dengan menikmati pizza.



Selanjutnya, saya dan si Lia berjalan kaki menuju BTS Siam dan lumayan panjang juga rute dari Central World menuju BTS Siam. Penduduk kota besar seperti Bangkok ini sudah sangat terbiasa dengan berjalan kaki kemana-mana dan menaiki moda transportasi kereta, jalannya lumayan cepat mereka. Aku sendiri “senang” jalan kaki kalau pas traveling aja hehe



Untuk menuju Asiatique juga mudah, cukup dengan naik BTS (Silom Line) ke Saphan Taksin Station dan turun di dermaga Sathorn, pengunjung tinggal menunggu boat gratis ke Asiatique. Disepanjang perjalanan dengan boat ini, saya bisa menikmati dengan leluasa view malam Sungai Chao Phraya dan gemerlap lampu dari bangunan-bangunan pencakar langit disepanjang sisi sungai.
Asiatique bangkok
Antri boat


Menghabiskan Malam di Asiatique

Asiatique ini terkenal sebagai tempat wisata belanja, kuliner maupun hiburan. Semua yang dicari wisatawan bisa di dapatkan di satu tempat ini. Mencari makan malam atau mencoba mango sticky rice juga ada disini, tinggal sesuaikan dengan budget saja. Kalaupun ingin menikmati pemandangan kota Bangkok dari ketinggian bisa mencoba naik wahana ferris wheel atau bianglala.





Mencari souvenir khas Thailand juga bisa ditemukan disini, bakalan bingung mau masuk toko yang mana dan yang paling dicari wisatawan yaitu sampul paspor yang bisa dicustom sesuai keinginan. 


souvenir bangkok
Custom sampul paspor



Saya sendiri mencoba menelusuri blok-blok jalan disini, dan ketika ingin kembali lagi ke tempat toko sebelumnya, malah nggak ketemu. Nggak banyak kegiatan yang saya lakukan disini selain berfoto dan menikmati minuman dingin di sebuah kedai minuman sambil ngobrol cantik dengan si Lia, itung-itung reunian.




Waktu menunjukkan sekitar hampir jam 11 malam, saya bergegas menuju dermaga untuk menaiki boat dengan tujuan akhir dermaga Sathorn dan kembali memilih BTS menuju BTS Siam.

Saya dan Lia berpisah di persimpangan jalan menuju Central World, Lia memastikan bahwa saya akan baik-baik saja sepanjang berjalan kaki menuju hotel. Sebenarnya saya agak takut juga jalan sendirian tapi saya mencoba menenangkan diri sendiri bahwa saya akan baik-baik saja. Di depan Central World masih banyak orang, sepertinya sebagian besar dari mereka adalah karyawan mall.

Karena waktu sudah jam 12 malam dan saya masih dipinggir jalan seperti ini, maka jembatan Sky Walk yang menghubungkan Central World dan kawasan Platinum Fashion Mall sudah terkunci, maka saya pun menyusuri pinggir jalan.

Langkah kaki nggak terasa semakin cepat berjalan, rasanya ingin cepat sampai di Hotel dan beruntung saya sampai dengan selamat.

32 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Suka Kuliner? Yuk, Kenalan Sama Sate Taichan


Kemunculan kuliner baru memang selalu membuat siapa saja penasaran, begitu pula dengan saya. Kali ini ketika nongkrong dengan jelas terdengar ajakan temen saya.

“Pesen sate taichan yuk” ajak Andre

“Hah, taichan, duhh apalagi ini, sate kan ya gitu-gitu aja toh”

Sate taichan merupakan inovasi baru dari bidang kuliner yang layak untuk dicoba, jadi sate taichan ini terbuat dari daging ayam yang dibakar tanpa baluran bumbu kacang atau kecap seperti sate pada umumnya. Penyajian sate taichan inipun hanya dengan perasan jeruk nipis dan sambal dan daging sate untuk sate taichan berwarna putih polos yang hanya diberi bumbu garam, jeruk nipis dan sedikit cabai.

Apa itu Sate Taichan
Sumber Foto ( disini )

Biasanya nih orang Indonesia nggak kenyang kalau makan sate nggak pakai nasi, tapi kalau makan nasi takut kekenyangan, nah bingung kan! Menikmati sate taichan nggak harus dengan nasi, biasanya beberapa orang menyantap sate taichan dengan lontong. Mau dibuat sebagai penganan ringan juga bisa, dicemil saja daging satenya, sama-sama enaknya kok.
 
Asal-usul kemunculan Sate Taichan

Awalnya saya mengira kalau sate taichan ini adalah kuliner khas dari luar negeri, mendengar namanya saja seperti ala-ala Jepang atau China. Dari informasi yang saya telusuri melalui internet, sate taichan tercipta dari pasangan muda-mudi Jepang dan Indonesia yang ingin membeli sate di kawasan Senayan, Jakarta. 

Si pria Jepang ini tidak terlalu menyukai sate dengan bumbu kacang seperti sate umumnya. Lalu si pria Jepang berinisiatif membakar sendiri sate pesanannya dengan hanya memberi garam dan jeruk nipis sebagai bumbu satenya. Dan setelah sate matang, si pria Jepang melumuri satenya dengan sambal sebagai pengganti bumbu kacang. Ketika ditanya oleh si penjual aslinya, si pria Jepang langsung berujar “sate taichan”.  Nah, berawal dari sini sate taichan langsung viral.

Viralnya Sate Taichan

Maraknya penjual sate taichan tidak hanya di Jakarta saja, di beberapa kota besar di penjuru Indonesia pasti sudah ada yang membuka tempat makan dengan menu sate taichan. Nggak dipungkiri dengan kota Jember tempat saya tinggal saat ini. Dari yang awalnya si penjual memposting menu sate taichan melalui sosial media, seketika itu juga para pengguna sosial media langsung mendatangi kedainya. Inilah yang dinamakan “the power of socmed”, dan nggak pakai lama parkiran kedai tampak penuh dengan muda-mudi anak kampus.

Sebenarnya meskipun disebut dengan sate taichan, di benak kita pasti bayangan sate ya sate ayam atau sate kambing yang umum dijual. Nih, saya ulas sedikit mengenai perbedaan sate taichan dengan sate pada umumnya.

Sumber foto ( disini )


Bagaimana Rasanya?

Untuk sate taichan, bumbu yang digunakan sederhana yaitu cabai, garam dan jeruk nipis. Karena kesederhanaan bumbunya tersebut, cita rasa yang dihasilkan juga sederhana, yaitu gurih dan asam. Namun bukan berarti sederhana disini tidak enak ya, sate taichan tetap enak kok untuk dinikmati.

Sedangkan sate yang umum dijual, rasanya berpadu antara manis, pedas dan gurih dari beberapa varian bumbu-bumbu yang digunakan.  


Bumbu yang Digunakan

Membuat sate pada umumnya dibutuhkan bumbu kacang, kecap, bawang merah sebagai taburan atau pelengkap hidangan, cukup banyak kan. Sedangkan untuk membuat sate taichan, bumbu yang digunakan mudah saja, yaitu cabai, jeruk nipis dan garam.

Dan sekarang nih, untuk menikmati sate taichan nggak hanya dibakar saja tapi juga bisa dinikmati versi sate taichan goring.

Tampilan Sate

Dari sisi tampilan sate, untuk sate taichan terlihat dagingnya putih pucat apabila dibandingkan dengan sate biasanya, karena sate yang umum dijual pada saat dibakar, masih dicampuri dengan bumbu kecap sehingga dagingnya terlihat berwarna. Sedangkan pada sate taichan, prosesnya hanya diberi bumbu garam dan jeruk nipis.  

Gimana kalian apakah masih doyan sate? Kalau saya sih suka, enak soalnya.

29 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

latest 'gram from @ainun_isnaeni