Kembali ke Jaman Retro di Meotel Jember

1:03 AM

Ada yang tahu Band Legendaris Indonesia bernama Naif? Iya, Naif yang terkenal dengan gaya nyentrik khas retronya itu, retro yang nggak lepas dari kesan vespa dan celana cutbray. Gaya retro yang terkesan seperti jadul ini memang long lasting, sampai dibuat hotel dengan konsep retro banget.



Seperti biasa, saya pun sebagai seorang  #cewekbookingan  yang kepo dengan hotel berkonsep retro pun, akhirnya mengiyakan ajakan untuk staycation di Hotel Meotel Jember. Waktu awal pembangunan hotel ini, memang bikin penasaran orang yang lewat, karena ada pajangan bis yang berdiri di atas bangunan bagian depan hotel. Nah lho.

Tampak depan Meotel Jember (source : booking.com)

Saya nggak sengaja menginap pada saat pembukaan Soft Launching Hotel Meotel dan hanya ada 2 kamar yang terisi oleh tamu. Acara staycation pun bermula dengan drama, kamar yang saya dapatkan berada di lantai 8, kebetulan saya dan roommate berencana untuk berenang keesokan paginya, dan untuk menuju lantai pool yang berada di lantai 5, saya harus turun dulu ke Loby untuk kemudian diantar oleh pihak hotel menuju ke lantai 5. Nggak praktis banget kan. Menurut pihak hotel, karena masih awal pembukaan dan belum siapnya fasilitas "key card" kamar hotel untuk mengakses semua lantai. Sampai akhirnya pihak hotel, memberikan solusi untuk memindahkan kamar dari lantai 8 ke lantai 5.

Meotel Jember
Desainnya keceh abis

Loby Hotel

Oke, saya akan cerita mengenai interior hotel. Loby Hotel dipenuhi dengan sofa dan bantal warna warni yang bercorak etnik khas retro. Kursinya yang empuk, bikin betah duduk disini.

Lobi Hotel

Sofanya empuk
Bersebelahan dengan Loby, ada cafe bernama Ukafe dengan tatanan retro modern menurut saya, kursi bar tinggi dan meja pun berdesain mobil VW Combi. Karena masih baru, jadi tidak semua menu ready, jangankan menu, kulkas pendingin saja masih kosong isinya




Di Lantai 1 ini juga terdapat sudut ruang yang difungsikan sebagai tempat pajangan batik khas Jember dan pernak pernik khas Meotel seperti bantal yang dijual untuk umum. Dinding Toilet di Loby pun, juga cukup menarik dengan lukisan dinding khas Meotel. Dan katanya temen nih, desain toilet cowok keceh abis, sayang saya nggak berani masuk, takut diusir hahaha

Sudut Loby yang juga difungsikan menjual pernak pernik Meotel


Menuju Kamar

Yes, saatnya menuju ke kamar dengan menggunakan fasilitas Lift hotel yang dibuat poto-able dan narsis-able dengan sisi-sisinya berdindingkan cermin. Interior di selasar tiap lantai di desain dengan wall decor yang berisikan kalimat-kalimat nyentrik.


Lift di Meotel

Membuka pintu kamar, saya disambut disebelah kiri oleh gantungan baju dengan model lemari terbuka tempat meletakkan barang bawaan dan kamar mandi di sebelah kanan. Tempat tidur yang saya pesan adalah double bed, dengan kasur yang empuk, maklum hotel baru dan tamu pertama yang menginap, jadi masih enak banget kasurnya. Sebagian besar kamar hotel jarang menyediakan guling kan, di Meotel ini tiap kasur disediakan guling kecil dengan tulisan "Hug Me", nah loo

Ada guling keci yang unyu
Fasilitas kamar yang saya dapat yaitu seperangkat bahan untuk nge-teh dan ngopi dalam kemasan sachet, water heater, dua botol air mineral, dua gelas dengan desain unik, TV gede dengan channel cukup banyak, brankas tempat menyimpan barang berharga, handuk mandi, laundry bag sampai sandal hotel.




Terkesan jadul tapi apik

Buat nyimpen barang berharga

Hotel Meotel berlokasi di dekat pemukiman warga, jadi saya nggak berharap view-nya adalah pemandangan yang ijo-ijo, alhasil view dari jendela kamar adalah atap rumah warga di sekitar hotel.

Cermin di kamar segede ini

Untuk kamar mandinya nih, dari segi ukuran nggak terlalu luas, karena bukan kamar mandi model bathtub, cukup dengan toilet duduk, shower, cermin dan wastafel. Yang saya suka adalah kemasan toiletrisnya yang sangat unik, dikemas dalam wadah kotak, jadi tinggal geser saja dan isinya lengkap, yaitu terdapat sikat gigi plus pasti gigi, sabun ukuran mini, shower cap, cotton bud, dan sisir kecil. Oke ga tuh.

Shower di kamar mandi

Perlengkapan mandi


Pool

Ini dia saat yang ditunggu-tunggu, sekedar renang maupun berendam cantik dan memperbanyak file foto hehehe. Untuk ukuran kolam tidak besar, kalau hotel lagi penuh tamu dan semuanya ada di kolam, ya bakalan nggak cukup. Di bagian pool ini terdapat mini bar, sayangnya waktu saya menginap masih belum beroperasi. Tempat untuk mandi maupun membilas diri sehabis berenang pun, tersedia cukup banyak bilik. Di bagian outdoor kamar mandi, juga terdapat shower untuk sekedar membilas. Desain pool yang minimalis membuat saya betah berlama-lama disini, selain karena penghuninya cuman saya dan roommate.

Pool ketika malam

Shower bilas di area luar


Gym Area, Meeting Room

Di Lantai 5 terdapat ruangan yang cukup luas sebagai tempat berolahraga, yes, yang pengen badannya tetap segar bugar, tamu hotel bisa memanfaatkan fasilitas Gym dengan alat yang cukup lengkap. Saya nggak nyobain, karena waktu menginap, area ini belum dioperasikan. Di Hotel Meotel juga terdapat fasilitas Meeting Room, saya beruntung mendapat kesempatan untuk diajak berkeliling hotel oleh staf hotel melihat semua fasilitas meeting yang ada disini.




Sarapan

Oke kali ini saya nggak bisa ngerasain sarapan di restonya, karena resto dalam tahap dekorasi dan beres-beres alias belum ready. Jadi, pagi itu saya ditelpon oleh bagian resepsionis, ditanyai mau makan jam berapa karena sarapan akan diantar ke kamar dan pilihannya hanya nasi goreng saja.

Menu sarapan

Lalu bagaimana dengan interior restonya?
Resto Hotel Meotel lumayan luas, penataan alat makan sudah ready di meja, terdapat dua buah ruang, indoor dan outdoor. Untuk area indoor, material yang digunakan didominasi kayu dengan lapisan cat berwarna cokelat mengkilap. Sedangkan, area outdoor yang hanya tersedia beberapa kursi saja, di desain dengan sedikit colourful.

Resto Meotel


Cafe Hotel

Untuk mengisi waktu sebelum jam check-out, saya turun ke Lobi untuk nyobain Ukafe. Ukafe ini adalah kafe hotel yang juga terbuka untuk umum. Interior Ukafe keceh abis, dengan meja bar berbentuk seperti mobil VW Combi, lantai bermotif vintage sampai lampu gantung minimalis yang stylish abis. Tersedia banyak kursi di Ukafe, nggak perlu khawatir nggak kebagian kursi. Tingal pilih mau indoor atau outdoor, atmosfernya bikin betah ngobrol santai disini, apalagi kalau sepi pengunjung.




Yang menarik lagi adalah adanya bis di bagian atas depan hotel, ternyata ini bukan pajangan biasa, tetapi bisa dinaiki beneran, tapi nggak jalan lho. Di dalam bis ini, interiornya sudah disulap semenarik mungkin, dengan kursi ala bis tapi berhadap-hadapan, jadi pengunjung bisa memilih untuk makan di area bis ini atau di Ukafe. Perabot makan sepert wastafel dibuat dari tong bekas, yang di desain dengan dominan warna merah, kreatif banget idenya.

Mau milih tempat duduk di area "bis" ini juga bisa

Kreatif banget

Lahan Parkir

Area parkir di Hotel Meotel menurut saya kurang luas, kapasitas mobil hanya cukup menampung beberapa unit saja. Dari area parkir ini, terdapat lift penghubung ke Lobi, jadi tidak perlu memutar keluar tempat parkir dulu untuk menuju area Lobi.


Untuk rate harga, saya mendapatkan harga 388ribu. Dari segi lokasi, Hotel Meotel masih berada di daerah kota Jember dan di area sekitar hotel terdapat banyak tempat makan serta lokasi yang dekat dengan Universitas Muhammadiyah Jember. Karena lokasi di area kampus, mau nyari makan dengan kantong mahasiswa pun tinggal pilih, beragam banget plihannya.



Meotel Jember by Dafam
Jl. Karimata No 43
Jember

16 comments:

  1. suka banget sama konsep hotelnya yang unik nih mba :) jadi referensi bulan depan mau ke Jember

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhh bulan depan mau ke jember nih, iya mbak interior hotelnya foto-able banget ehee, sekarang kalo lewat depan hotel ini nggak pernah sepi, terutama di Ukafe nya

      Delete
  2. wah konsepnya vintageem suka banget nih jarang2 ada holte yg bertemakan vintage gaul seperti ini... thx infonya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener vintage yang kekinian ya mas aldhi. Sama sama mas aldhi

      Delete
  3. Sering lewat sini tapu malah nggak tau nama hotelnya apa :') desainnya memang dari luar unik dan ternyata dalamnya juga bida dibilang instagramable hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa mbak, dulu waktu awal pembangunan, bis nya itu yg bikin penasaran, cuman pajangan aja atau gimana, ternyata dibuat cafe cafe-an

      Delete
  4. nyaman ya, yang penting nyaman kalau pilih hotel

    ReplyDelete
  5. Waaahhhh mupeeenggg, kayaknya hawa-hawanya kudu ngeJember nih hahaha
    tapi kamarnya kecil sih ya, agak rempong kalau bawa anak kecil.
    Tapi serius, tempatnya kece dan instagramabel banget!
    Bikin mupeng dan aura narsis jadi meluap hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe cuss ke jember mb
      iya mb, kamar yg aku tempati ini kecil, kalo bawa anak kecil kayaknya juga kurang luas. Mungkin bisa dipilihan kamar yg diatasnya ini yg lebih gedean

      hotelnya juga mayan potoable sih mba, ya mayan juga buat foto2 jadinya

      Delete
  6. Sebentar ya Mbak, aku mau teriak dulu: AHHHHHHHH GILAAAAAA LUCU BANGEEETTT!!!
    Sumpah, aku paling ga tahan ketemu hotel kaya gini. Kudu wajib banget bobo manja di sini. Duh duh tapi di Jember, harus ngerayu suami pas mudik minta ijin ibu boleh nginep di hotel. Semalem aja. Wish me luck. Langsung masuk list ini mah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha kirain mau teriak apaan mb
      bobo manja bolehlahh dimari, bondowoso jember kalo pas pulkam juga ga jauh2 banget, 45 menit nyampe hehehe, kalo motoran

      kayaknya di luar jember juga ada meotel mb, kayak di kebumen sama purwokerto

      Delete
  7. Aku suka printilan alias pernak~perniknya .. ketje banget desainnya ya.
    Boleh ngga ya printilannya dibeli, kak ?.
    Aku kok pengin ngoleksinya :)
    Lucu soalnya ..., kan keren ya buat hiasan kamar gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak bisa dibeli bantalnya yg bentuk rambut kriting itu, ada ini
      aku waktu kesana juga pengennn beli bawaannya, lucu, jarang kan ada yg punya
      waduh jadi pengen ke meotel cuma buat beli bantalnya nih

      Delete
  8. kereeeen siiih ini. yakin aku kalo udh ready dan 100% siap, jadinya bakal unik ;). Kalo kapan2 ke jember,aku bakal nginep situ ah. suka liat kartu yg bentuk kaset itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba sayangnya waktu itu blum ready 100%, sarapan masih di kamar :(
      lucu ide kartu bentuknya kaset, jadul banget tapi keren

      Delete

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Powered by Blogger.