Mewujudkan Impian dengan Langkah Jenius


“Tahun depan mau lihat Aurora di Iceland ah”                                     
“Bulan depan harus aktif lagi di Reksadana biar kaya”


Kalimat itu hanya terlintas di angan-angan saja. Bermula dari banyaknya keinginan tapi jarang terealisasikannya, membuat saya membuka tambahan rekening lagi, satu rekening untuk menabung yang ditujukan untuk mewujudkan hobi jalan-jalan sekaligus untuk berinvestasi dan satu rekening untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi apa daya, terkadang muncul ajakan dari sahabat untuk traveling singkat di kala weekend dan godaan untuk nongkrong di café kekinian, yang otomatis membuat saya harus mengambil alokasi simpanan di ATM untuk memenuhi semua godaan tersebut. 

Alhasil, investasi berupa Reksadana yang saya rencanakan berujung vakum. Memang, yang namanya hiburan perlu tapi juga tidak terus menerus setiap hari atau bahkan setiap minggunya.

Maunya mencari tabungan yang biaya adminnya tidak terlalu besar tapi dapat bunga yang besar. Susah kan mencari bank yang mengikuti maunya saya. Secara tidak sengaja, saya melihat postingan di social media Influencer seperti Adis Whatever Backpacker yang menceritakan tentang Jenius, awalnya saya berpikir “nama Bank apa sih ini, kok tidak pernah tahu!”


Dari rasa penasaran tingkat tinggi mengenai sosok Jenius, saya mulai mencari tahu di Google yang memberikan link ke website Jenius dan cerita pengalaman pengguna Jenius. Membaca informasi mengenai Jenius awalnya berpikir “Oke juga nih Bank”, tapi apakah memang ada Bank Jenius?


Ternyata Jenius adalah produk perbankan elektronik dari PT. Bank BTPN Tbk. Semua transaksi di Jenius hanya dilakukan secara mobile melalui smartphone, dari mulai pembukaan rekening, blokir kartu ATM, sampai mengirimkan tagihan ke sesama pengguna Jenius. Aplikasi Jenius ini sudah tersedia di Apple Store dan Google Play Store.


Yang membuat saya takjub dengan Jenius adalah membuka rekening tanpa perlu repot antri ke Bank dan tanpa mengeluarkan biaya Materai. Jadi, saya cukup mengunggah NPWP, foto selfie dengan KTP, memberikan data diri sesuai format yang diminta hanya melalui smartphone. Data pribadi saya pun terlindungi dengan aman karena Jenius terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Maka dari itu, layanan perbankan Jenius ini juga memiliki julukan Experience Banking Reinvented. Dengan Jenius, saya sebagai nasabah memiliki kendali penuh dalam mengatur keuangan melalui smartphone dengan aman, mudah dan cerdas.


Keistimewaan Jenius

Lalu apa yang membuat saya memilih Jenius sebagai asisten finansial saya?

Pertama, tentu saja tabungan Jenius tidak memerlukan saldo awal pada saat pembukaan rekening, luar biasa kan? Biasanya, Bank mensyaratkan pembukaan rekening untuk status karyawan yang mempunyai pendapatan tetap rata-rata 100ribu sampai 500ribu rupiah tergantung jenis tabungannya. Aneh juga kalau saya memilih membuka tabungan dengan saldo awal 10ribu yang dikhususkan untuk tabungan pelajar

Proses mendaftar pun mudah, saya cukup menginstal aplikasi Jenius dan mengisi semua data yang diminta. Serta memastikan alamat email yang digunakan adalah alamat email aktif karena verifikasi dan pemberitahuan akan dikirim via email oleh pihak Jenius. Setelah terdaftar memiliki akun Jenius, rekening saya tidak langsung aktif, jadi saya pergi ke BTPN terdekat untuk mengaktifkan rekening tersebut. Kartu ATM Debit Utama akan saya terima dalam jangka waktu 1 minggu setelah mengaktifkan rekening. Benar saja, dalam jangka waktu 1 minggu Kartu ATM sudah saya terima. Kartu ATM ini dikirim dari Kantor Pusat  BTPN di Jakarta, padahal saya tinggal di Jember.


Alasan kedua yaitu di Jenius tidak ada biaya admin bulanan, boleh senang kan saya? Benar-benar tidak ada biaya siluman yang mungkin nasabah tidak mengetahui tiba-tiba ada potongan di rekening dan tahu-tahu saldo berkurang. Saya sendiri bukan termasuk tipe orang yang tiap bulan rajin ke Bank untuk cetak transaksi, selama ini saya hanya memantau dari ATM. Biaya admin dan bunga tabungan pun saya tidak pernah memantau berapa nilainya.


Alasan selanjutnya, di Jenius tidak ada saldo minimum, saya mau menutup rekening kapan pun juga bisa dan tidak ada biaya penalti. Selain itu, kartu ATM yang saya terima gratis dari Bank juga tidak dikenakan biaya kartu bulanan. Hebat banget kan Jenius ini, mengerti yang saya mau.

Fitur Jenius
Untuk mewujudkan hobi saya bertualang, saya sangat terbantu dengan fitur yang diberikan oleh Jenius. Memang selama saya menabung saat ini pun ada saja godaan untuk menarik beberapa rupiah terutama untuk kebutuhan yang sifatnya konsumtif. Sifat seperti ini yang membuat rekening tidak bisa terkumpul banyak.

Kartu Debit Fleksible
Di Jenius, nasabah bisa mempunyai 3 kartu debit. Wow, baru tahu nih ada Bank yang bisa mengeluarkan sampai 3 kartu debit. Dengan adanya layanan 3 Kartu Debit Jenius tersebut, saya bisa membagi pos-pos tabungan.

Jadi, kartu ATM Utama dinamakan m-Card. Kartu m-Card inilah yang saya terima pertama kali. Di m-Card ini pula saya menyimpan saldo rekening utama. Dengan m-Card saya bisa menggunakan untuk tarik tunai melalui ATM Bersama atau bertransaksi online maupun offline di merchant Visa dan dapat digunakan juga untuk bertransaksi di luar negeri. Ini penting, karena saya membutuhkan kartu ATM yang bisa diterima secara Internasional.

Jenius diterima di Cafe Internasional

Seperti saat saya bepergian ke Thailand beberapa waktu lalu, kartu debit Jenius dengan mudahnya diterima untuk bertransaksi di café maupun pusat perbelanjaan. Dengan intensitas bepergian ke luar negeri yang terkadang suka mendadak ini, memudahkan saya dengan adanya m-Card, karena saya tidak perlu lagi pergi ke money changer dan meminimalkan juga untuk membawa uang tunai banyak. Cashless dan praktis kan. Saya cukup menarik uang tunai melalui ATM di negara tujuan yang berlogo Visa dan dikenai biaya penarikan sebesar 25ribu per transaksi. Tidak terlalu besar juga biayanya dan nilai tukarnya pun masih ramah di rekening


Mudah digunakan, nge-trip pun aman dan nyaman

Kartu Debit kedua dinamakan e-Card, yaitu kartu debit virtual atau nonfisik. Kartu ini dapat digunakan untuk bertransaksi online tanpa kartu kredit di seluruh merchant Visa. Positifnya adalah, jika bertransaksi menggunakan e-Card dapat meminimalkan kejadian pembobolan rekening di dunia maya. Maka dari itu saya menyiapkan saldo secukupnya saja jika ingin menggunakan e-Card ini.

Selanjutnya yaitu Kartu Debit x-Card, yaitu kartu debit tambahan yang bisa diberi nama sesuai keinginan nasabah dan bisa dibuat maksimal 3 kartu. x-Card milik saya sendiri diberi nama Hura-Hura. Untuk saat ini, saya membuat 1 x-Card, yang saya tujukan untuk keperluan konsumtif ringan seperti ngopi dengan sahabat, membeli cemilan maupun pakaian.




Save It
Untuk mewujudkan hobi jalan-jalan, saya menyukai Fitur Save It untuk menabung dengan bunga yang cukup besar juga. Fitur Save It Jenius terdiri dari Flexi Saver, Dream Saver dan Maxi Saver.

Apakah itu Flexi Saver?
Flexi Saver adalah tabungan fleksibel berbunga setara deposito yang dapat disetor dan ditarik sesuai keinginan. Dengan Flexi Saver, nasabah mendapatkan bunga 5% p.a tanpa saldo minimum dan tanpa periode tertentu. Bunga tabungan dihitung harian dan dibayarkan tiap bulan. Saya memanfaatkan Flexi Saver untuk menyimpan dana darurat, untuk mengantisipasi kejadian tidak menyenangkan yang suka muncul tidak terduga.



Lalu apakah Dream Saver itu?
Yup, Dream Saver juga memudahkan hidup saya dengan caranya yang mudah dan praktis untuk menyimpan dana jalan-jalan. Menabung di Dream Saver akan mendapatkan bunga sebesar 5% p.a setiap tabungan yang saya miliki. Saya bebas menentukan setoran awal dan periode penyetorannya, entah harian, mingguan ataupun bulanan. Lebih menyenangkan lagi dari Dream Saver adalah saya bisa menghentikan sementara jika sewaktu-waktu menarik semua dana, tetapi perhitungan bunga tetap berjalan. Supaya uang gajian tidak lekas menghilang, saya harus selalu disiplin untuk menyisihkan nominal gaji yang sudah saya perhitungkan.



Nah, jika ingin mendapatkan suku bunga yang cukup tinggi lagi bisa memanfaatkan Deposito Maxi Saver. Di Maxi Saver, nasabah dapat mulai menabung dengan nilai pokok 10juta, semakin besar nilai pokok, maka semakin tinggi suku bunga hingga 7% p.a. dan bebas menentukan periode deposito dari 1 hingga 12 bulan.

Oya, fitur Flexi Saver, Dream Saver maupun Maxi Saver ini sangat mudah dilakukan, karena cukup dengan top up dari saldo aktif. Sehingga transaksi dengan m-Card dengan sumber dari saldo aktif pun tidak bisa mengakses simpanan uang yang berada di 3 jenis tabungan Fitur Save It.


Kemudahan apalagi yang saya dapatkan dari Jenius?

Saya sering memanfaatkan fitur Send It untuk membayar tagihan belanja online dan membeli pulsa. Semua transaksi terekam di aplikasi Jenius, sehingga saya tidak penasaran lagi kemana uang saya dibelanjakan selama ini. Memang tidak semua transaksi pembelanjaan di toko offline diberi struk belanja, paling tidak dengan adanya history transaksi di Jenius, pembukuan keuangan lebih teroganisir.


Jenius benar-benar membuat urusan keuangan saya mudah dengan kendali penuh dari smartphone. Bagaimana dengan kalian, ada cerita #hari2Jenius yang bisa di sharing kah?

47 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Kembali ke Jaman Retro di Meotel Jember


Ada yang tahu Band Legendaris Indonesia bernama Naif? Iya, Naif yang terkenal dengan gaya nyentrik khas retronya itu, retro yang nggak lepas dari kesan vespa dan celana cutbray. Gaya retro yang terkesan seperti jadul ini memang long lasting, sampai dibuat hotel dengan konsep retro banget.



Seperti biasa, saya pun sebagai seorang  #cewekbookingan  yang kepo dengan hotel berkonsep retro pun, akhirnya mengiyakan ajakan untuk staycation di Hotel Meotel Jember. Waktu awal pembangunan hotel ini, memang bikin penasaran orang yang lewat, karena ada pajangan bis yang berdiri di atas bangunan bagian depan hotel. Nah lho.

Tampak depan Meotel Jember (source : booking.com)

Saya nggak sengaja menginap pada saat pembukaan Soft Launching Hotel Meotel dan hanya ada 2 kamar yang terisi oleh tamu. Acara staycation pun bermula dengan drama, kamar yang saya dapatkan berada di lantai 8, kebetulan saya dan roommate berencana untuk berenang keesokan paginya, dan untuk menuju lantai pool yang berada di lantai 5, saya harus turun dulu ke Loby untuk kemudian diantar oleh pihak hotel menuju ke lantai 5. Nggak praktis banget kan. Menurut pihak hotel, karena masih awal pembukaan dan belum siapnya fasilitas "key card" kamar hotel untuk mengakses semua lantai. Sampai akhirnya pihak hotel, memberikan solusi untuk memindahkan kamar dari lantai 8 ke lantai 5.

Meotel Jember
Desainnya keceh abis

Loby Hotel

Oke, saya akan cerita mengenai interior hotel. Loby Hotel dipenuhi dengan sofa dan bantal warna warni yang bercorak etnik khas retro. Kursinya yang empuk, bikin betah duduk disini.

Lobi Hotel

Sofanya empuk
Bersebelahan dengan Loby, ada cafe bernama Ukafe dengan tatanan retro modern menurut saya, kursi bar tinggi dan meja pun berdesain mobil VW Combi. Karena masih baru, jadi tidak semua menu ready, jangankan menu, kulkas pendingin saja masih kosong isinya




Di Lantai 1 ini juga terdapat sudut ruang yang difungsikan sebagai tempat pajangan batik khas Jember dan pernak pernik khas Meotel seperti bantal yang dijual untuk umum. Dinding Toilet di Loby pun, juga cukup menarik dengan lukisan dinding khas Meotel. Dan katanya temen nih, desain toilet cowok keceh abis, sayang saya nggak berani masuk, takut diusir hahaha

Sudut Loby yang juga difungsikan menjual pernak pernik Meotel


Menuju Kamar

Yes, saatnya menuju ke kamar dengan menggunakan fasilitas Lift hotel yang dibuat poto-able dan narsis-able dengan sisi-sisinya berdindingkan cermin. Interior di selasar tiap lantai di desain dengan wall decor yang berisikan kalimat-kalimat nyentrik.


Lift di Meotel

Membuka pintu kamar, saya disambut disebelah kiri oleh gantungan baju dengan model lemari terbuka tempat meletakkan barang bawaan dan kamar mandi di sebelah kanan. Tempat tidur yang saya pesan adalah double bed, dengan kasur yang empuk, maklum hotel baru dan tamu pertama yang menginap, jadi masih enak banget kasurnya. Sebagian besar kamar hotel jarang menyediakan guling kan, di Meotel ini tiap kasur disediakan guling kecil dengan tulisan "Hug Me", nah loo

Ada guling keci yang unyu
Fasilitas kamar yang saya dapat yaitu seperangkat bahan untuk nge-teh dan ngopi dalam kemasan sachet, water heater, dua botol air mineral, dua gelas dengan desain unik, TV gede dengan channel cukup banyak, brankas tempat menyimpan barang berharga, handuk mandi, laundry bag sampai sandal hotel.




Terkesan jadul tapi apik

Buat nyimpen barang berharga

Hotel Meotel berlokasi di dekat pemukiman warga, jadi saya nggak berharap view-nya adalah pemandangan yang ijo-ijo, alhasil view dari jendela kamar adalah atap rumah warga di sekitar hotel.

Cermin di kamar segede ini

Untuk kamar mandinya nih, dari segi ukuran nggak terlalu luas, karena bukan kamar mandi model bathtub, cukup dengan toilet duduk, shower, cermin dan wastafel. Yang saya suka adalah kemasan toiletrisnya yang sangat unik, dikemas dalam wadah kotak, jadi tinggal geser saja dan isinya lengkap, yaitu terdapat sikat gigi plus pasti gigi, sabun ukuran mini, shower cap, cotton bud, dan sisir kecil. Oke ga tuh.

Shower di kamar mandi

Perlengkapan mandi


Pool

Ini dia saat yang ditunggu-tunggu, sekedar renang maupun berendam cantik dan memperbanyak file foto hehehe. Untuk ukuran kolam tidak besar, kalau hotel lagi penuh tamu dan semuanya ada di kolam, ya bakalan nggak cukup. Di bagian pool ini terdapat mini bar, sayangnya waktu saya menginap masih belum beroperasi. Tempat untuk mandi maupun membilas diri sehabis berenang pun, tersedia cukup banyak bilik. Di bagian outdoor kamar mandi, juga terdapat shower untuk sekedar membilas. Desain pool yang minimalis membuat saya betah berlama-lama disini, selain karena penghuninya cuman saya dan roommate.

Pool ketika malam

Shower bilas di area luar


Gym Area, Meeting Room

Di Lantai 5 terdapat ruangan yang cukup luas sebagai tempat berolahraga, yes, yang pengen badannya tetap segar bugar, tamu hotel bisa memanfaatkan fasilitas Gym dengan alat yang cukup lengkap. Saya nggak nyobain, karena waktu menginap, area ini belum dioperasikan. Di Hotel Meotel juga terdapat fasilitas Meeting Room, saya beruntung mendapat kesempatan untuk diajak berkeliling hotel oleh staf hotel melihat semua fasilitas meeting yang ada disini.




Sarapan

Oke kali ini saya nggak bisa ngerasain sarapan di restonya, karena resto dalam tahap dekorasi dan beres-beres alias belum ready. Jadi, pagi itu saya ditelpon oleh bagian resepsionis, ditanyai mau makan jam berapa karena sarapan akan diantar ke kamar dan pilihannya hanya nasi goreng saja.

Menu sarapan

Lalu bagaimana dengan interior restonya?
Resto Hotel Meotel lumayan luas, penataan alat makan sudah ready di meja, terdapat dua buah ruang, indoor dan outdoor. Untuk area indoor, material yang digunakan didominasi kayu dengan lapisan cat berwarna cokelat mengkilap. Sedangkan, area outdoor yang hanya tersedia beberapa kursi saja, di desain dengan sedikit colourful.

Resto Meotel


Cafe Hotel

Untuk mengisi waktu sebelum jam check-out, saya turun ke Lobi untuk nyobain Ukafe. Ukafe ini adalah kafe hotel yang juga terbuka untuk umum. Interior Ukafe keceh abis, dengan meja bar berbentuk seperti mobil VW Combi, lantai bermotif vintage sampai lampu gantung minimalis yang stylish abis. Tersedia banyak kursi di Ukafe, nggak perlu khawatir nggak kebagian kursi. Tingal pilih mau indoor atau outdoor, atmosfernya bikin betah ngobrol santai disini, apalagi kalau sepi pengunjung.




Yang menarik lagi adalah adanya bis di bagian atas depan hotel, ternyata ini bukan pajangan biasa, tetapi bisa dinaiki beneran, tapi nggak jalan lho. Di dalam bis ini, interiornya sudah disulap semenarik mungkin, dengan kursi ala bis tapi berhadap-hadapan, jadi pengunjung bisa memilih untuk makan di area bis ini atau di Ukafe. Perabot makan sepert wastafel dibuat dari tong bekas, yang di desain dengan dominan warna merah, kreatif banget idenya.

Mau milih tempat duduk di area "bis" ini juga bisa

Kreatif banget

Lahan Parkir

Area parkir di Hotel Meotel menurut saya kurang luas, kapasitas mobil hanya cukup menampung beberapa unit saja. Dari area parkir ini, terdapat lift penghubung ke Lobi, jadi tidak perlu memutar keluar tempat parkir dulu untuk menuju area Lobi.


Untuk rate harga, saya mendapatkan harga 388ribu. Dari segi lokasi, Hotel Meotel masih berada di daerah kota Jember dan di area sekitar hotel terdapat banyak tempat makan serta lokasi yang dekat dengan Universitas Muhammadiyah Jember. Karena lokasi di area kampus, mau nyari makan dengan kantong mahasiswa pun tinggal pilih, beragam banget plihannya.



Meotel Jember by Dafam
Jl. Karimata No 43
Jember

24 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

latest 'gram from @ainun_isnaeni