Segarnya Uncle Ice Cream


Must to eat when visit Singapore is Uncle Ice Cream. Yup, sebenarnya ini adalah sebutan untuk es krim potong yang biasanya di jual di Indonesia, meskipun saya sendiri masih jarang menemui penjual es krim potong di Negara sendiri. Disebut Uncle Ice Cream karena sebagian besar penjualnya seorang paman. Sebut saja begitu. Penjual ice cream ini banyak ditemui di sepanjang Orchard Rd. Saya juga menjumpai mereka di sepanjang Boat Quay. 
Es Krim Potong ( Pict : Fr google )
Siang itu, sewaktu saya berkeliling di sekitaran Merlion cuaca cukup panas dan saya tidak memutuskan membeli ice cream di sana. Pikir saya nanti saja sewaktu di Orchard. Dan ketika explore di sekitaran Orchard malam hari, saya tidak menjumpai penjual ice cream, mereka sudah tutup. Yah, kesempatan untuk merasakan ice cream potong khas Singapura akan terlewatkan begitu saja. 

Saya berjalan terus menyusuri depan mall-mall dan akhirnya penjual ice cream masih ada yang berjualan di sana. Hanya dengan S$1 kita bisa menikmati ice cream dengan pilihan beragam toping. Saya pun memilih wafer sebagai teman makan ice cream. Sayangnya sewaktu saya mau mengambil gambar, si penjual tidak mau difoto. Ya sudahlah tidak apa-apa. Harusnya mengambil gambar dari jauh tanpa sepengetahuan mereka. Menyantap ice cream di malam hari sambil menikmati pemandangan malam Orchard sangat menyenangkan. Sluurrpp

0 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Heartbroken by the Crane Dance


Pertunjukan yang tergolong baru di Singapura dan bisa dinikmati gratis saat ini yaitu The Crane Dance yang lokasinya terletak dibelakang area Universal Studio ( Waterfront Station ). Teknologi yang diusung Crane Dance sangat canggih, sebelum dimulai memang terkesan seperti tumpukan besi-besi di pinggiran pantai yang tidak jelas bentuknya. Sekitar jam 9 malam, pertunjukan animatronik pun dimulai. Penonton langsung diam seketika menikmati alunan musik yang mellow. Saat itu paling banyak turis Indonesia sepanjang mata saya memandang, di kursi belakang deretan orang Jawa yang bahasanya tidak asing di telinga, samping kanan bapak ibu entah dari mana yang sudah siap dengan handy cam-nya, sebelah kanan, teman saya yang berdua dengan pacarnya. Selama pertunjukan berlangsung, saya menikmati setiap gerakan-gerakan robotic Crane Dance dan musiknya yang melankolis. Dalam benak sempat terpikir mengenai irama musiknya, kenapa harus mellow disaat seperti itu, tidak seperti saat menonton Songs of the Sea yang ceria. Walaupun akhirnya saya pun larut dalam atraksi Crane Dance. Kalau saya cermati dan resapi alur ceritanya, Crane Dance ini menceritakan tentang “love each other”, seperti sepasang dua makhluk hidup yang saling mencintai lengkap dengan ilustrasi gambar hati, kemudian ada saat dimana hati tersebut patah terbagi menjadi dua, menyentuh. And I imagine that it is I who have a broken heart. Dan pertunjukan pun ditutup dengan permainan kembang api. 



0 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Briyani Cita Rasa India


Berlibur bukan hanya menikmati waktu untuk bersenang-senang saja, perut juga perlu dimanjakan. Terkadang, makanan di luar negeri tidak sesuai dengan lidah orang Indonesia, butuh penyesuaian dengan rasanya yang agak aneh. Tapi, hampir di banyak negara paling tidak ada food centre yang menjual makanan dengan cita rasa Asia. Kalau sulit menemukannya, ujung-ujungnya makan di resto siap saji. Singapura tidak demikian, negara ini memiliki banyak tempat makan yang tersebar di pelosok kota. 

Nasi Briyani Ayam

Memang, ada baiknya kita menanyakan terlebih dulu ke penjualnya apakah itu mengandung babi atau tidak, terutama bagi muslim. Kuliner kali ini ke Singapura, saya memang ingin merasakan Nasi Briyani dan kebetulan teman saya mengajak makan siang di Resto yang sesuai dengan lidah orang Asia seperti saya. Di Singapore Zam Zam Restaurant yang berlokasi di North Bridge Rd, tidak jauh dari Masjid Sultan berada, saya mencoba makan Nasi Briyani Ayam dan minumannya sejenis es teh tarik. Ukuran porsi nasi briyani ini cukup banyak dan mengenyangkan. Aroma rempahnya sangat terasa. Dan es teh tariknya menyegarkan (S$ 1.5), cocok diminum saat cuaca panas.
Dan ini membuat saya ketagihan untuk membeli kedua kalinya di hari berikutnya. Kuliner lain yang layak untuk dicoba yaitu martabak ala India lengkap dengan kuah karinya.
Martabak India
Es Teh Tarik
Zam Zam Restaurant

3 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

latest 'gram from @ainun_isnaeni