Tradisi Pasar Terapung Nan Unik

8:27 PM

Liburan long weekend Maret kemarin saya menghabiskan waktu di Banjarmasin.
Pertama kali menginjakkan kaki di tanah Banjar, saatnya berteriak ” Yeahh, I will lost in Banjarmasin”.

Ternyata jarak dari Bandara Syamsudin Noor ke daerah Antasari tempat tinggal saya lumayan jauh. Cara paling mudah menuju ke sana bagi orang asing adalah dengan Taksi Argo. Lagi-lagi taksi argo ( berpikir ulang ) sembari cuci mata di Bandara saya pun ngobrol-ngobrol dengan mbak-mbak yang ternyata berasal dari Jepara Jawa Tengah dan kebetulan dia tidak menemukan tiket pesawat untuk balik ke Jawa akhirnya dia menawarkan diri mengantarkan saya ke daerah Antasari.  I’m lucky.

Setelah berhasil menemukan tempat tinggal sementara di tempat Qori sang host yang akan menemani saya berkeliling Banjarmasin sore itu, saya istirahat sebentar.

Malam itu saya menghabiskan waktu dengan jalan-jalan keliling Kota, tempat pertama yang saya tuju adalah Duta Mall Banjarmasin. Disini saya, Agustin, Qori dan Mas Anas berencana akan nonton Film The Raid. Usai nonton, saya berkeliling-keliling kota Banjarmasin menikmati pemandangan malam di pusat kota. Amazing, dimana-mana baik itu dipinggir kota, di pusat kota dialiri sungai. Tidak heran bila kota ini mendapat julukan Kota Seribu Sungai.

Hari kedua di tanah Banjar saya sudah bersiap-siap di waktu subuh, saya akan berangkat pagi-pagi sekali ke Pasar Terapung Lok Baintan. Yup, saat itu di pagi buta yang masih gelap, dengan ditemani Qori saya pergi menuju Pasar Terapung Lok Baintan. Jalanan menuju ke kawasan Lok Baintan awalnya mulus karena jalanan beraspal ketika pertama masuk kawasan permukiman. Namun tidak semua jalanan beraspal, setelah melewati jalanan beraspal, kita harus melewati jalanan yang lumayan bikin pinggang meronta-ronta kesakitan.

Saat saya tiba disana, aktivitas di dermaga Lok Baintan belum terlihat sama sekali meskipun mentari sudah mulai muncul perlahan-lahan. Tidak berapa lama satu persatu pedagang di pasar terapung mulai berdatangan. Inilah kali pertama saya melihat aktivitas jual beli tidak di daratan. Langsung pula dari daerah asalnya. Menarik !!! Ini sebuah tradisi setempat yang sampai saat ini masih terus berjalan. Sesekali terlihat perahu klotok yang membawa rombongan wisatawan berdiam di sekitar lokasi pedagang bertransaksi, mereka melakukan hal yang sama seperti saya yaitu potret sana sini tanpa henti. 
Sunrise di Pasar Terapung

Saya tidak mau ketinggalan dengan pedagang-pedagang itu, teman saya Qori membantu mencarikan perahu lengang yang hanya di dayung oleh seorang ibu dan anaknya yang masih kecil. Warga di sekitar dermaga mengingatkan saya untuk santai saja waktu duduk di perahu, dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan perahu. Awalnya ragu untuk menerima ajakan naik perahu itu, kecil sekali seperti sudah mau tenggelam, mungkin karena tidak terbiasa naik perahu seukuran itu juga. Berhubung sudah jauh-jauh datang ke Banjarmasin, tidak ada salahnya merasakan sensasi berada di atas jukung. Perlahan saya bisa mengimbangi ibu yang duduk di belakang saya mendayung perahunya. 

Mencoba merasakan naik jukung
 
Keriuhan pasar terapung



Dari dekat, saya menyaksikan bagaimana aktivitas transaksi jual beli di atas air. Saya mencoba juga bertransaksi di atas perahu, pagi itu saya membeli beberapa roti. Lumayan juga rasanya. 
Pengganjal perut sementara waktu
Mentari pun sudah semakin beranjak naik dan saya cukup puas naik jukung, naiklah saya ke permukaan melalui pintu belakang rumah penduduk dan saya memberi beberapa lembar rupiah kepada ibu pendayung perahu tersebut sebagai ucapan terima kasih. Hampir semua rumah warga di daerah Lok Baintan beralaskan kayu dan bagian belakangnya atau tepatnya dapur juga berdiri diatas sungai.
Aktivitas Transaksi Jual Beli
Suatu saat pengen balik lagi ke sini, kurang lama naik perahunya. Kan nggak asik 😅

5 comments:

  1. blog walking nih salam kenal yaa INOEH.... wah saya belum sampai ke Banjarmasin

    ReplyDelete
  2. sama-sama nuansa biru. kalo sempet maenlah ke sana hehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Powered by Blogger.