Pengalaman Nonton Langsung Moto GP di Sirkuit Mandalika

nonton moto gp mandalika



Sempat ragu ketika pemberitaan mengenai pelaksanaan Moto GP akan di gelar di Indonesia, mana beritanya simpang siur, antara iya dan tidak. Sampai akhirnya ramai juga berita pembangunan sirkuit Mandalika yang mulai dipersiapkan pemerintah dan ini membuat saya yakin kalau Moto GP 2022 bakalan digelar di Pulau Lombok. 

Kurang lebih 3 bulan sebelum keberangkatan, saya mulai mempersiapkan budget dan sering menengok aplikasi travel untuk memantau harga tiket pesawat. Iya cuma dipantau dan nggak dibeli karena saya pikir masih jauh. Dan akhirnya penyesalan selalu datang terakhir, beberapa minggu sebelum hari H, niat hati mau booking pesawat, lahh kok harganya sudah nggak masuk akal, rute Surabaya – Lombok bisa mencapai 2 juta.

Drama-drama ngetrip dalam rangka Moto GP memang mewarnai perjalanan saya saat itu. Nanti aja ah saya buat pos terpisah aja, biar kelihatan banyak gitu postingannya. Postingan kali ini, saya mau cerita soal perjalanan ke arena sirkuit Mandalikanya.

Perjalanan Menuju Sirkuit Mandalika
Hari minggu pagi sekitar jam 9 pagi, saya dan Mbak Andy blogger Lombok keluar dari rumah Mbak Andy menuju Bandara Selaparang untuk menumpang bis yang sudah disediakan dengan tujuan Sirkuit Mandalika. Sampai Bandara Selaparang, ampunnn banyak banget antriannya, antara pesimis dan optimis bakalan dapat bis atau nggak.

Mana antriannya nggak jelas juga, yang datang lebih dulu malah nggak dapat bis. Mau masuk bis kudu rebutan juga. Luar biasa. 
moto gp mandalika lombok
Rebutan mau masuk bis


Di Bandara Selaparang ini, saya juga ketemuan sama travel Blogger Jombang si Alid dan temannya si Bayu, saking padatnya calon penonton Moto GP, kita nggak bisa berdiri berdekatan.

Cukup lama juga saya dan mbak Andy berdiri mengantri untuk bisa masuk ke dalam bis, setiap ada bis selalu buru-buru diserbu pengunjung dari arah lain. Pas giliran saya sudah dibagian depan, saya dan mbak Andy gandengan tangan, kalau nggak, bakalan terpisah nantinya. Kali ini, mbak Andy sigap banget hahaha. Pokoknya ndusel-ndusel aja biar cepat masuk ke dalam bis. Sumpahhh badan saya yang kecil ini sampai kegencet sama pak Polisi dan pengunjung yang lain.

Lega bisa dapat kursi di dalam bis, setelah sekian jam berdiri dibawah sengatan matahari. Perjalanan di dalam kota Mataram selama menuju ke jalur Mandalika terbilang masih cukup lancar, tetapi ketika hampir masuk di wilayah Bandara Internasional Lombok, macetnya nggak ketulungan, macet parah, plus diselingi dengan rombongan mobil pejabat yang memakai jalur sisi satunya. Alhasil, deretan sisi jalan yang saya gunakan kudu mengalah dengan rombongan pejabat tadi.

Ibaratnya nih, kalau dari Mataram menuju Bandara Internasional Lombok yang biasanya memakan waktu kurang lebih 45 menit, saat momen Moto GP kemarin bisa 2 jam lebih. 
mandalika lombok


Saat itu jam menunjukkan pukul 14.00 WITA dan posisi saya masih di dalam bis, sedangkan perjalanan untuk sampai ke sirkuit masih panjang karena terhalang oleh kemacetan yang mengular. Saya juga pasrah sebenernya, tapi rasanya kok nggak ikhlas ya hahaha, Race dimulai jam 15.00 WITA dan jam 14.00 WITA belum nampak sama sekali area Kuta.
menuju sirkuit mandalika


Beberapa penumpang juga mulai gelisah, bahkan mas-mas dan bapak-bapak bercanda juga 

“Nggak apa-apa dah kalau nggak keburu nonton”, sahutnya

“Jangan Pak, sia-sia dong saya jauh-jauh ke Lombok, sayang tiketnya hahaha”, jawab saya

Kurang lebih jam setengah tiga sore, saya sudah sampai di titik pemberhentian penukaran tiket, itupun ditambah dengan lari-lari, takut antrian tiketnya panjang juga. Disini saya berpisah dengan mbak Andy, karena tiket saya dan mbak Andy berbeda Zona. Kita berjuang sendiri-sendiri untuk sampai ke Zona masing-masing.
nonton moto gp mandalika
Menuju tempat penukaran tiket, melewati bazaar dulu


Kelar urusan menukar bookingan tiket dengan gelang, saya masih harus antri lagi menggunakan bis khusus yang mengantar penonton sesuai zona masing-masing. Ternyata nggak semudah itu untuk bisa sampai ke sirkuit. Untung saja, saya langsung dapat bis sesuai zona tempat duduk saya. 

Perjalanan dari tempat penukaran tiket menuju zona J tempat saya menonton juga nggak dekat, lumayan jauh juga. Kalau jalan kaki ya bakalan lama nyampenya. Sampai di bus stop zona J, saya masih harus jalan kaki menuju zona tempat duduk ditemani dengan guyuran hujan yang semakin lama semakin deras.
moto gp mandalika
Masih jalan lagi menuju zona J


Beruntungnya, karena hujan deras saat itu, race ditunda satu jam. Saya jadi punya kesempatan untuk melihat jalannya race dari awal. Sayang banget, Marquez nggak bisa ikut dikarenakan kecelakaan saat race pemanasan. Padahal saya sudah duduk di Official Fans Clubnya Mark Marquez. Meskipun banyak yang sedih, tapi semua penonton memaklumi dengan kondisinya saat itu.
moto gp mandalika lombok

sirkuit mandalika lombokw


Oya, karena saya memilih zona Official Fans Clubnya Mark Marquez, sebelumnya saya menukarkan tiket dulu dengan kaos official. Jadi, kaos ini merupakan salah satu merchandise yang didapatkan oleh penonton khusus di zonanya Mark Marquez saja.

Kurang lebih tepat jam 3 sore WITA, race sudah mulai dipersiapkan, karena hujan sudah mulai reda berkat pawang hujan Mbak Rara yang jadi primadona di sirkuit Mandalika.


Comments

  1. Waaaahhh akhirnya ada share dari Mba Ainun tentang Mandalika kemareeen, setelah liat di IG Mba aku penasaran bgt pengalaman Mba pas disana. Ternyata riweuh banget yaaa, bahkan sejak mau berangkatnya.... kayaknya emang event pertama kali jadi antusiasnya tinggi banget dan aku juga penasaran tuh pas hujan, gimana nih para penontonnya neduh dimana dan turun gak semangat nontonnya karena udah keguyur duluan

    ReplyDelete
  2. Asyik banget ya, biarpun penuh drama, tapi justru itu lebih berkesan :D
    Ini udah sering banget tuh, rajin ngecek sesuatu, ngiler sama harganya, tapi nggak dibooking, mendekati hari H, harganya naik gila-gilaan, nyesal deh, hahaha.

    selama pandemi kemaren saya juga gitu, tapi buat hotel sih :D

    Btw, kayaknya pemerintah memperhatikan banget ya, agar acara tersebut benar-benar bisa dinikmati manfaatnya sama masyarakat lokal, dengan cara dibikinin bazar di area-area yang strategis kayak di penukaran tiket, cuman sih kurang strategisnya di situ, orang buru-buru mau nukar tiket, mana sempat belanja hahaha

    ReplyDelete
  3. Wah gila ya, mau ke sirkuit Mandalika saja repot dan penuh drama. Mau masuk bis saja harus desak-desakan, jadi ingat waktu mudik lebaran kemarin.πŸ˜‚

    Untungnya masih ada waktu dan mbak Ainun bisa nonton MotoGP.

    Pesan dari artikel ini adalah; jadilah pejabat biar nonton MotoGP enak.😁

    ReplyDelete
  4. iri iri iri baca postingan ini sekaligus waktu liat story2 IG mbak Ainun. wkwkwk. Untung aja hujan ya mbak, jd ditunda 1 jam. coba kl nggak hujan dan race tepat waktu, kecewa nggak bisa liat dari awal. btw, nggak foto bareng mbak Rara? eh

    ReplyDelete
  5. Mbak Ainun keren banget bisa nonton langsung moto GP di Mandalika, Lombok, NTB. Selalu saluuut dg temen yg sukses merealisasikan niatnya dg bela2in menyisihkan tabungan buat ongkos pesawat, padahal mahal lho tp Alhamdulillah bs tercapai krn komitmen ya, ah cakepnya dirimu Mbak ^^

    ReplyDelete
  6. Mbaaaa kece bingits dah bisa sampe sana, meski drama macet, antrian bus tapi terbayar ya..memang takdir Allah kasih hujan jadinya acaranya ditunda 1 jam ehhee..btw aku juga penggemar Marquez sedih yah ga bisa ikutan huhu

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillaah mbak Ainun tercapai cita2nya nonton Moto GP langsung di Mandalika :D Meskipun penuh drama, berdesak2an di bus plus kepusingan mahalnya tiket pesawat hihihi :D Seru dong dapat kaos, kenang2an seumur hidup nih :) Bersyukur banget ya masyarakat lokal bisa turut menikmati acara internasional yang mengharumkan Tanah Air :)

    ReplyDelete
  8. Seru banget mbak Ainun. Emang beda kalau baca pengalaman teman blogger dibanding ulasan media mainstream manapun. Mau buruburu baca postingan selanjutnya nih

    ReplyDelete
  9. Ya Tuhaan ... sungguh sebuah perjuangan. Sejak awal naik bis saja sudah kegencet-gencet, Mbak .... sampai sana masih berjuang ke zona masing-masing pula ... dududu, membayangkannya saja kugak kuat :D

    ReplyDelete
  10. BOK! Seru juga cerita perjalanannya. Ahaha. Di balik keasyikan menonton Moto GP, tersimpan perjuangan menuju tempat acaranya. Syukurlah keburu nonton ya, Mbak! Temen saya juga ada yang bela-belain nonton Moto GP, terbang dari Kalimantan. Mana Kalimantannya yang agak terpencil, gitu. Ajang Moto GP ajang internasional yang memang sayang dilewatkan, asal punya dana aja ke sananya. Perjuangan nonton Moto GP gak kalah seru dengan perjuangan fan KPop buat nonton idolanya. Hihihi.

    ReplyDelete
  11. Saya termasuk yang pantengin IG storynya mba lho, seru banget ya nonton langsung di sana, ditambah dengan drama2 pas mau nonton ini yang bikin banyak yang mau diceritain ke temen, berharap saya bisa ke Lombok suatu saat melihat sirkuit Mandalika dari deket kayak mba, aminkan dulu ya hehe :)

    ReplyDelete
  12. Penyesalan selalu datang terlambat maak kalau di awal namanya pendaftaranπŸ˜ƒ, driver aku kemarin pas di Lombok juga bilang seumur2 baru pas moto gp lombok macet... btw mbaa bukit seger itu kereen lho kl bisa nonton moto gp disana yaa... tapi kata driverku sih kusus penduduk sanaπŸ˜ƒ

    Tapi keren mbaa akirnya bisa nonton

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang