Sehat Mental Itu Dimulai Dari Hati

mengatasi kesehatan mental


Kamu sehat?

Kalau mendapat pertanyaan seperti ini kesannya seperti ambigu. Pertama, kata sehat yang merujuk ke artian apakah kamu sudah sembuh dari sakit. Kedua, kata sehat yang bisa berarti “apakah kamu waras alias nggak gila”.

Soalnya nih, kalau di lingkungan teman-teman saya yang sering bercanda, pasti akan diartikan “apakah kamu sudah nggak gila”.  Parah kan.

Sekarang ini, kalau bisa jangan sampai menyepelekan soal kesehatan, apalagi yang namanya kesehatan mental. Kondisi pandemi yang terjadi, bakalan membuat orang berpikir lebih keras lagi gimana caranya survive dan kalau nggak berhasil mencari jalan keluarnya, ujung-ujungnya akan stress.

Apa itu Kesehatan Mental?
Pengertian menurut WHO, kesehatan mental adalah suatu keadaan sejahtera dimana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. 

Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin seseorang berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan lebih menghargai orang lain. Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuannya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup dan menjalin hubungan positif dengan sesamanya.

Dan sebaliknya nih, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan hati, kemampuan untuk berpikir  dan kendali emosi yang pada akhirnya mengarah pada perilaku yang buruk.

Jenis Kesehatan Mental
Jangan pernah menganggap masalah kesehatan mental adalah masalah sepele. Pasalnya, adanya gangguan pada jiwa seseorang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Ini nih beberapa jenis kesehatan mental yang perlu kita tahu.

Gangguan kecemasan
Seseorang yang mengalami gangguan kesehatan ini akan mengalami kecemasan saat merespons suatu situasi. Penderita akan mengalami rasa ketakutan yang hebat disertai dengan perubahan tanda fisik, seperti detak jantung yang semakin cepat, pusing  dan susah untuk konsentrasi.

Gangguan psikotik
Gangguan psikotik termasuk gangguan mental parah yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang nggak normal, seperti penyakit skizofrenia. 

Penderita skizofrenia biasanya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan mengalami kecemasan, depresi dan cenderung berpikiran untuk melakukan bunuh diri. Gejalanya seperti mengalami halusinasi, seperti mendengar, melihat atau merasakan sesuatu yang sebenarnya nggak ada.

Gangguan makan
Eating disorder termasuk juga dalam kategori penyakit serius dan mengakibatkan gangguan parah pada perilaku makan seseorang. Gangguan yang paling umum adalah anoreksia yaitu menganggap diri kelebihan berat badan padahal nggak, bulimia nervosa yaitu makan dalam jumlah besar yang kemudian dikeluarkan secara paksa, dan binge-eating yaitu makan berlebihan dan sulit dihentikan.

Gangguan suasana hati
Gangguan mental yang lain yaitu gangguan suasana hati atau disebut juga gangguan afektif yang membuat penderitanya merasa sedih terus-terusan dan jika bahagia akan menimbulkan perasaan terlalu bahagia yang berlebihan.

Gangguan ini termasuk juga Bipolar Disorder yaitu perpindahan emosional dari perasaan bahagia menjadi sedih secara ekstrem.

Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi
Hari gini membaca berita soal pandemi sudah pasti pikiran kemana-mana. Sama seperti saya yang awalnya kok takut ya mau divaksin. Parno sendiri bawaannya.

Jadi nih, selama masa pandemi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental, seperti :

Konsumsi makanan bergizi
Minimal nih, kita harus konsumsi makanan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan serat. Biasanya nutrisi tersebut diperoleh dari nasi, buah-buahan, sayuran, daging, kacang atau susu.

Nggak hanya untuk menjaga kesehatan tubuh aja, asupan nutrisi yang cukup juga dapat menjaga kesehatan mental.

Melakukan aktivitas fisik
Biar gimanapun, olahraga ringan seperti lari kecil perlu juga dilakukan. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh akan memproduksi hormon endorphin yang dapat meredakan stress, mengurangi rasa khawatir dan bisa memperbaiki mood.

Bijak memilah informasi
Perlu juga sekali-kali membatasi waktu untuk membaca, menonton atau mendengar berita baik dari televisi atau media sosial untuk mengurangi rasa cemas.

Meski begitu, kita jangan sampai menutup diri sepenuhnya dari informasi yang penting. Memilah informasi ada baiknya diterima secara kritis dan bijak.

Jangan Anggap Remeh Bullying
Akhir-akhir ini, saya cukup penasaran dengan seliweran berita dari Korea, dimana anak sekolah meninggal dunia karena jatuh dari lantai atas sekolahnya. Diduga korban meninggal akibat tindakan bullying teman-temannya. Pihak sekolah sampai menutup rapat kasus ini, tapi orang tua siswa  berjuang mempertahankan haknya untuk menuntut keadilan. Rasanya kalau melihat berita seperti ini kayak terbawa emosi pengen marah juga. 

Tentu saja kejadian ini nggak bisa dianggap remeh, karena tindakan bully bisa menimbulkan efek samping bagi korbannya, seperti :
  1. Gangguan mental, mulai dari sensitive, rasa marah yang meluap-luap, cemas, depresi hingga bunuh diri
  2. Menggunakan obat-obatan terlarang
  3. Tidak semangat berangkat sekolah
  4. Menarik diri dari lingkungan sosial sehingga nggak bisa berinteraksi dengan orang lain
Korban bullying umumya merasa nggak aman, terutama saat berada di lingkungan yang memungkinkan terjadinya perundungan, yang mana dampaknya kemungkinan besar akan terbawa sampai dewasa.

Itu sebabnya di sekolah ada bagian BK atau Bimbingan Konseling, yang mana guru akan membantu siswa dalam menangani masalah kesiswaan. 

Terus untuk yang sudah kerja kan nggak ada ruang bimbingan konseling? Jangan salah, hari gini untuk konseling sudah bisa online.

Nggak hanya membantu masalah sekolah atau percintaan aja, tapi konseling online juga bisa menangani masalah curhat pekerjaan. Seperti saya yang mencoba menggunakan cara online melalui aplikasi Riliv.

Jadi, Riliv ini adalah aplikasi kesehatan mental pertama di Indonesia, yang mempunyai misi untuk memberikan kemudahan kepada semua orang dalam mengakses layanan kesehatan mental yang terintegratif.

Cara Mudah Mengakses Riliv
Saya sendiri mengakses Riliv melalui aplikasi. Tinggal unduh di handphone dan ikuti petunjuknya. Semudah itu.
kesehatan mental


Kenapa saya pilih Riliv?

Tentu saja karena kemudahan yang ditawarkan, seperti nggak perlu datang ke kantor layanan psikologi dan bisa dilakukan kapanpun dimanapun, ada beberapa pilihan paket konseling yang ditawarkan.

Jadi nih, konsumen bebas memilih paket konseling yang mana, suka-suka kita aja.
Pokoknya, sekarang ini kalau lagi ada masalah atau ingin mencari solusi, nggak perlu susah-susah nyari psikiater. Semuanya sudah bisa dilakukan dari gawai, mau lewat telpon atau lewat chat, sah-sah aja.

Kesehatan mental penting sama halnya dengan kesehatan tubuh kita. Kalau badan nggak fit, pikiran biasanya juga nggak bakalan tenang. 

Yuk, jaga kesehatan mental kita biar hidup tenang.



Comments

  1. Kak Inun, senang deh Kakak mention soal aplikasi Riliv 😍. Aku pernah pakai app ini untuk fitur meditasinya dan aku suka banget 💕
    Pernah tahu juga ada fitur curhat dengan psikolog tapi belum pernah coba 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. yess, ternyata Lia juga pake ya. Membantu banget ini.
      apalagi sekarang di Jember, aku juga ga tau dimana dokter bidang psikolog dimana :D

      Delete
  2. Aplikasi ini TOP bgt.. aku suka make untuk meditasi. Cuma ya itu meditasinya cuma sempet seminggu sekali. 🤣
    Btw setuju. Kesehatan mental ini penting bangt. Jujur, aku udah jalan 3 bulan ini selalu konsul ke psikolog setiap 3 sampai 4 minggu sekali.. 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku mau niru kak Bay ah, kudu rutin ya. Aku sendiri soalnya ga pernah begitu

      Delete
  3. Pernah baca tentang Riliv ini, tapi terlupakan kembali, ingat lagi pas baca ini ��

    Kesehatan mental itu memang penting banget, karena obatnya juga susah.
    Kayak gangguan makan itu loh, sepele dengarnya, padahal luar biasa dampaknya.

    Udah paling pas deh dijaga kesehatan mental, biar ga terganggu, apalagi di masa pandemi ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku sendiri tau Riliv juga baru baru aja mba Rey hehehe

      dan aku ga nyangka kalau di Riliv termasuk komplit layanannya, huwaaa specless gitu
      iya mbak, dulu aku awal-awal tau soal gangguan makan, juga mikir,, kok bisa ya sampe susah makan dan pengaruhnya gede buat diri sendiri, ternyata memang ada yang sepert itu

      Delete
  4. Memang sih mbak, kalau masalah mental nggak bisa dianggap sepele
    Dan mungkin ya kalau ngomongin gangguan mental kita bakal mengarah ke orang dewasa secara mereka banyak beban dan tanggung jawab, tapi padahal remaja-remaja tanggung bisa lebih banyak mengidap gangguan mental (bukan sakit jiwa) dan mereka cenderung nggak tau mengatasinya (pengalaman pribadi hehe) adanya apk riliv ini kayaknya bakal bantu banget sih khususnya buat remaja-remaja yang bingung, nggak paham dengan apa yang mereka alami dan nggak tau harus ngomong sama siapa buat berbagi apa yang dirasakan. Dengan apk riliv jadi bisa konseling secara online dengan orang yang ahli yang bisa mengarahkan dengan benar.
    Aku belum pernah coba, masih dengar2 aja, tapi pingin coba

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu waktu aku masih muda #yaelah hahaha, juga pernah kayak stress atau bingung entah gimana, curhat ke sohib juga aku rasa waktu itu nggak bakalan bisa.
      psikolog juga masih belum aku, apalagi hape canggih masih belum punya

      jadi inget pernah bikin makalah waktu SMP dengan tema kenakalan remaja, dan mungkin bisa jadi imbasnya adalah ke kesehatan mental ya.

      Delete
  5. Dalam situasi pandemik begini sudah pastinya kesihatan mental juga penting. Satu usaha yang bagus menghasilkan aplikasi kaunseling yang boleh membantu mereka yang memerlukan untuk menaikkan semangat mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mbak, kalau pikiran lagi jenuh lama-lama bisa memicu stress juga dan bisa mengganggu kesehatan mental
      perlu suntikan semangat juga dengan konseling ini

      Delete
  6. Duh jangan sampai deh kita mengalami gangguan mental sampai parah banget, iya sih kadang kita ga bisa lepas dari beberapa masalah, dan memang ada baiknya kita terbuka, melalukan aktivitas positif termasuk membaca informasi dan konsultasi dengan orang yang tepat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yesss setuju lagi sama mbak Siti
      menyaring informasi sebelum kita masukkan ke pikiran ya mbak,, daripada nanti bikin diri sendiri banyak pikiran gara-gara mikir hal-hal yang belum tentu benar

      Delete
  7. Kesehatan mental ini masih sering dicuekin, ya... Apalagi untuk mereka yang masih struggle buat hidup sehat secara fisik. Ibaratnya, boro-boro mau mikirin masalah mental, bisa ngisi perut tiga kali sehari aja udah syukur. Sayangnya yang begini masih banyak :(
    Jadinya anak atau orang sekitarnya yang sering kena getahnya.

    Aku belum pernah nyoba aplikasi Riliv, sih... tapi bersyukur banget sekarang kesadaran mengenai kesehatan mental ini semakin meningkat dan makin ke sini makin mudah untuk mengakses psikolog atau psikiater.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener mba Hicha,untuk mereka pekerja yang lebih banyak menggunakan fisiknya sepertinya nggak terlalu musingin soal kesehatan mentalnya ya, mending mikir gimana caranya makan sehari-hari dulu aja. Sebabnya mereka juga nggak akan mikir hal-hal yang aneh-aneh juga.

      iya mba Hicha kehadiran aplikasi konseling online ini membantu juga buat masyarakat yang ingin konsultasi dengan cepat tanpa bingung nyari dimana psikolog itu berada

      Delete
  8. Karena saya ada PCos, mudah banget nih kena gangguan kecemasan. Penyebabnya ya dari makanan. Memang gaya hidup dan pola makan yang baik itu salah satu manfaatnya membuat kita jadi jauh dari penyakit mental.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Yanie, ternyata makanan yang sehat juga bisa membantu asupan nutrisi ya, jadi bawaannya badan hepi terus gitu, nggak mikir yang aneh-aneh

      Delete
  9. Adik aku pakai riliv ini juga buat konsultasi ke psikolog. Berguna banget terutama di masa pandemi. bisa langsung kontak tanpa harus heboh nyari-nyari atau daftar dulu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh ternyata adik mbak Mega udah pakai ya, aku baru tau juga baru-baru ini mbak

      Delete
  10. emang banget deh, bullying ini aku pernah ngalamin, jadi sensitif banget malah kalau dengar kata 'cantik' karena pengalaman masa lalu itu buruk dengan kata cantik itu sendiri..

    Senang nih dengan adanya Riliv ini ya mbak. jadi konsultasi dengan psikolog gampil, cukup lewat online dengan data yang dirahasiakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hikss iya bullying itu efeknya ternyata bisa membunuh orang
      sampe korbannya stress dan menanggung bebannya sendiri
      banyak banget cerita soal bullying ini ya.

      bener mba Ghina, sekarang mau konsultasi jadi gampang,semua serba online pokoknya

      Delete
  11. Pandemi ini emang berpengaruh banget ke kesehatan mental. Apalagi di sekeliling banyak orang yang makin cemas seiring bertambahnya kasus covid kan.
    Salah satu cara mengatasi cemas buat aku ya ngobrol sama orang. Asik juga nih akses untuk ngobrol dengan profesional sekarang makin mudah, tinggal klik app. Coba ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mbak Din, kalau pas pandemi gini banyak merenung nasib kayaknya bakalan stress juga dan malah tambah cemas.mending diisi sama kegiatan positif, nonton atau baca buku misalnya
      aku sendiri juga baru tau Riliv akhir-akhir ini mbak, cukup membantu juga aplikasinya
      jadi makin gampang kalau mau nyari temen curhat

      Delete
  12. "Pakek nanya segala, ya stress lah, bentar lagi juga gila"
    Begitu saya jawab kalo ditanya temen deket, lalu ketawa bersama-sama....

    Ngga gampang emang menjaga kesehatan mental itu ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, kadang kalau dapet pertanyaan dari temen suka gemes gemes sebel sendiri ya mbak

      iya mbak setujuu, menjaga kesehatan mental nggak gampang, berusaha untuk jaga pikiran tetep positif dan nggak mikir yang aneh-aneh

      Delete
  13. nah ini bener banget hiks
    kadang orang menyepelekan kondisi orang lain yang kondisi mentalnya lagi ga baik...ya mungkin stress karena kerjaan atau kesibukan yang tiada henti atau kegiatan yang itu itu aja xixixi

    eh kalau ngomongin masalah makan aku pernah mba ai...ntah ga tau uda nuju ke bulimia atau blom soalnya waktu kuliah aku takuuut banget ndut...aku ga maem nasi beberapa semester...makanku tuh aneh jadinya ga sesuai kaidah gizi lah. cuma sayur dan lauk makanya dulu kuliah tingkat akhir ceking kuruuuus banget...temen temenku pada histeris tiap hari ngomelin aku suruh makan hahah...aku dipantau dong..aduh pokoknya pernah pada masa masa itu karena takut dibully ndut saat lebaran...soalnya tante aku suka bandingin aku dan kakak dan bilang aku ndut jaman itu

    ReplyDelete
  14. Kalau di sini biasanya pake kata ini, Mbak Ainun: "awakmu wis waras?". Maksudnya bagus, sih, nanyain kondisi kita udah sembuh atau belum. Tapi waras kan konotasinya nganu ya, Mbak. Ehehehe. 🙈

    Ngomong-ngomong, aku pernah merasa kegendutan banget lho, Mbak. Sehari makan tiga kali, sih. Tapi sekali makan cuma 2 sendok nasi doang. Dan hasilnya bukannya tambah langsing, tapi malah jadi sakit-sakitan 🤣. Kondisi kayak gini bisa dibilang anoreksia gak, sih? 😬

    Tapi beberapa bulan ini aku udah mulai tobat. Udah mulai menerima kondisi tubuhku yang gemoy ini apa adanya. Daripada membatasi makan cuma sedikit kayak gitu, aku lebih memilih makan dengan porsi normal. Pokok lapar makan, tapi berhenti sebelum bener-bener kenyang 😄. Sama ditambah dengan olahraga ringan. Paling gak walaupun badan tetep gemoy, aku bisa bahagia dan berasa lebih sehat daripada sebelumnya.

    ReplyDelete
  15. Paling nggak seneng itu kalau lagi becanda, terus nyeletuk kata baper, seolah-olah kita harus terus terima kalau dipermalukan

    ReplyDelete
  16. Mbak sehat kan? 😄
    Langsung ditimpuk pakai sandal.😂😂😂

    Memang sih kesehatan mental itu penting mahal penting banget menurutku. Soalnya kena penyakit tapi kalo pikirannya sehat bisa jadi nanti cepat sembuh, tapi kalo orang sehat tapi pikirannya puyeng karena jualan sepi terus bisa jadi lama-lama stres.

    Baru tahu kalo ada aplikasi untuk konsultasi kesehatan mental. Coba lihat dulu ah fiturnya seperti apa. Ini aplikasi mirip psikolog ya mbak?

    ReplyDelete
  17. Kamu sehat? Haha kalimat ini sering didapat saat main game online. Mengganggu banget dan memang ambigu sih.

    Sepertinya anak moba ini harus instal riliv deh biar gak kena gangguan mental karena lama²main game moba. Hihi

    ReplyDelete
  18. aku juga sering ngikutin postingan riliv
    emang berguna banget mbak bikin mental kita sehat
    memang dari diri sendiri klo ngomongin mental health ini

    ReplyDelete
  19. Betul sekali tulisan diatas...Hati yang tulus serta ikhlas tentunya akan memberikan jiwa kita ketenangan dalam melakukan aktifitas dimanapun kita berada.😊😊

    Dan jika sudah seperti itu bukan tidak mungkin kita jauh dari yang namanya sifat iri dan dengki terlebih penyakit.

    Meski terkadang sehat jasmani serta rohani pada tubuh kita selalu akan ada ujiannya dari Allah.S,W,T.😊🙏🙏

    ReplyDelete
  20. bener banget mbak AInun, kesehatan mental di masa kaya sekarang tuh penting banget. mesti pinter2 olah stres dan informasi dari luar. jadi inget sikon saat kami positif kemarin. nggak bisa tidur nyenyak karena takut, khawatir, dll. hhh
    btw, temen2ku juga gt, mengartikan sehat jd candaan 'apakah kamu sudah waras setelah kemarin gila', wkwkw. tp aku merasakan banget, mereka memaknai sehat saat ini bukan gitu lagi..

    ReplyDelete
  21. Keren niiih mba aplikasinya. Apalagi di saat Pandemi kayak gini. Kesehatan mental penting banget dijaga. Mau kepoin ah aplikasinya 😁

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang