Thailand Trip : Cara Menuju Hua Hin dan Bersenang-senang di Santorini Park

Hari ketiga di Thailand masih kepikiran pergi ke Hua Hin, antara ragu-ragu berhasil nggaknya sampai disana dan soal waktu yang takut nggak cukup. Bingung  

Jam sudah menunjukkan angka 8 dan saya masih berada di hotel, kalaupun akan tetap di Bangkok malah bingung mau pergi kemana, ke Khaosan Road pagi-pagi juga percuma, ke Chinatown malah lagi nggak pengen kesana, mau ke Theme Park seperti Line Village, lahh ini malah dari awal saya skip karena waktu yang terbatas.

cara menuju hua hin

Nekat, itu yang harus saya lakukan, karena dari awal memang pengen banget dan harus ke Hua Hin. Okelah saya sudah merelakan untuk menghanguskan hotel semalam saya di Jetty Hua Hin Hostel.

Koper saya titipkan di Glur Pratunam Hotel dan titip pesan ke mbak resepsionis kalau akan diambil malam hari. Biar nggak nyasar lagi, kali ini saya minta bantuan resepsionis untuk menuliskan nama terminal Sai Tai Mai. Dan nanya juga nyetop bisnya dari jalan sebelah mana, untungnya Bahasa Inggrisnya masih terdengar jelas di telinga saya.


Cara Menuju Hua Hin

Banyak cara untuk menuju Hua Hin dari Bangkok, yaitu bisa dari Terminal Mo Chit, dari Terminal Sai Tai Mai atau mau sewa mobil privat. Opsi terakhir jelas bukan pilihan saya kecuali bareng-bareng sekian orang teman untuk sharing budget.

Berbekal tulisan nama Terminal Sai Tai Mai dalam huruf Thailand dari resepsionis hotel, saya mengikuti arahan dari mbak resepsionis. Dari arah jalan raya depan hotel, saya belok kiri menuju arah Pratunam Fashion Mall, disana ada jembatan penyeberangan dan saya menyeberang melalui jalur yang benar ini, karena kemarin-kemarin saya menyeberang jalan kebanyakan langsung jalan saja, mengikuti orang lain.

Saya menunggu bis di depan area mall-mall di sekitaran Pratunam Fashion Mall. Yes, bis datang dan saya nggak yakin juga ini benar bisnya atau tidak. Asal naik

Waktu ibu kondektur menarik tarif bis, saya menunjukkan kertas kecil yang saya bawa ke ibunya dan ibunya dengan mulut yang tertutup masker mungkin menjawab “ooohh iya iya ini kesana”. Ya sudahlah saya pasrah

bis di bangkok
Kondektur yang saya temui kebanyakan perempuan

Disepanjang perjalanan di dalam bis ini, saya sudah siap ancang-ancang, gimana kalau ternyata bukan ini bisnya dan jaraknya semakin manjauh dari pusat kota Bangkok, mau tidak mau harus keluar uang lebih untuk naik taxi balik ke Bangkok.

30 menit belum sampai juga di Terminal Sai Tai Mai, bis melewati jalanan seperti jalan tol yang lebar seperti arah ke luar kota.

“duhh gimana nih, bener ngga ya” gitu aja terus membatin

Sampai akhirnya bis memasuki area gedung yang terlihat tidak terlalu modern, awalnya saya kira adalah pusat perbelanjaan atau supermarket. Ternyata ini adalah terminal terakhir. Akhirnya…

Tampak luar terminal, malah mirip mall ya

Saya masuk ke area gedung, mencoba mengikuti petunjuk dari blog yang sudah saya riset sebelumnya, mungkin posisi si empunya blog sama saya beda, jadi malah jalan ke parkiran yang saya tuju haha

Jadi, di dalam terminal Sai Tai Mai ini, lantai 1 banyak diisi oleh kios-kios pedagang serta beberapa ATM. Untuk menuju loket bis ada di lantai atasnya yaitu dengan ekskalator. Di lantai 2 nya pun juga ada beberapa kios pedagang, nampak juga deretan loket bis-bis tujuan luar kota Bangkok seperti ke Chiang Mai, Pattaya, dan hampir semua kota ada, tinggal pilih.



Kali ini saya tidak jadi naik bis untuk menuju Hua Hin, mungkin karena waktu nunggunya yang agak lama dan jam juga kurang cocok. Saya dibantu oleh security dan pegawai di terminal untuk menuju lokasi tiket Van. Untuk pilihan transportasi dengan Van, loketnya ada diluar gedung terminal, dekat dengan tempat turun saya tadi dari bis kota.

hua hin bangkok
Loketnya seperti ini

Saya asal memilih loket saja asalkan berangkatnya tidak lama-lama, saya sampaikan tujuannya adalah ke Santorini Park. Pegawainya cukup paham Bahasa Inggris jadi mengerti maksud saya. Saya tanyakan pula bagaimana dengan pemesanan Van balik dari Santorini ke Bangkok lagi. Jadi, dia menyarankan untuk menghubungi nomer telepon yang ada di karcis.


Pegawai yang berjaga di loket ini akan memberitahukan ke driver soal tujuan penumpang, nah karena saya turun di Santorini Park, jadi saya akan diturunkan di depan Santorini. Driver tidak bisa berbahasa Inggris, jadi sepanjang perjalanan, saya hanya diam membisu.

Tiket Van ini saya dapatkan dengan harga 160 Baht. Di dalam Van sudah ada 2 orang penumpang dan menunggu beberapa penumpang supaya terlihat penuh. Tepat jam 11, van berangkat menuju Hua Hin, melewati jalur padat lintas kota, mirip seperti di Surabaya atau Jakarta. Perjalanan ke Hua Hin ditempuh kurang lebih 2 jam jika arus lalu lintas lancar.

cara menuju hua hin


Bersenang-senang di Santorini Park

Saya diturunkan oleh driver di pinggir jalan, tepat di depan Santorini Park. Jalanan depan Santorini adalah 2 jalur dan berbadan lebar, mobil yang lewat pun hampir semua berjalan dengan kecepatan tinggi. Menurut info blog yang saya baca, tersedia underpass untuk menyeberang jalanan lebar ini, tapi saya tidak bisa menemukan di sebelah mana underpass berada.

hua hin bangkok
Jalanan yang diseberangi

santorini park cha am
Selamat datang di Santorini

Dibagian depan Santorini Park terdapat bangunan Tourist Information, semua nuansa bangunan diluar ini sudah berwarna putih biru khas Santorini, cantik.

Masih di luar theme park, instagenic

Untuk menuju Theme Park, pengunjung harus berjalan kaki kearah belakang dan akhirnya saya sampai juga di Santorini (KW). Jauh-jauh ke Hua Hin ketemunya sama orang Bandung, lagi liburan sekeluarga. Astaga jangan-jangan di dalam theme park banyak orang Indo.

Tiket masuk Santorini Park adalah sebesar 150 Baht, harga segini sudah termasuk naik wahana gratis 1 kali.

santorini park
Loket pembelian tiket masuk

Di dalam area Santorini hampir semua sudutnya instagrammble, merchant toko-toko branded pun juga ada disini, dengan penataan yang cukup menarik dari luar otomatis membuat pengunjung penasaran untuk masuk.

Santorini park
Pintu masuk

Cita-cita untuk foto dengan latar belakang bianglala bertuliskan Santorini Park sukses dilakukan. Di dalam area theme park ini, ada 1 café incaran yaitu Miffy’s Garden Café yang cukup terkenal, dengan bangunan dominan berwarna putih dan ada akses tangga di bagian depan café membuatnya tampak fotogenic.  

miffy's cafe santorini park

Karena asas tidak mau rugi sudah datang jauh-jauh kesini, saya harus masuk ke Miffy’s Café ini, untungnya pengunjungnya masih saya saja, jadi bebas mau foto-foto.

Di Miffy’s Garden Café saya memesan 1 porsi Mango Sticky Rice dengan harga 185 Baht dan Thai Tea dengan harga 115 Baht. Penataan yang cantik untuk mango sticky rice dengan harga segitu ya lumayan sepadan dengan rasa yang ditawarkan. Untuk rasa  benar-benar enak, enak banget.  Coba kalo di kotaku ada jual dengan harga segitu pasti nggak kebeli haha.


Nggak tega mau makan

Enak banget

Untuk wahana pilihan yang digratiskan karena sudah termasuk dengan biaya masuk theme park bebas dipilih pengunjung, inginnya naik wahana komidi putar, karena muter-muter tidak bisa menemukan lokasinya, akhirnya saya memilih naik semacam bom-bom car saja.





Cara menuju balik ke Bangkok

Jam sudah menunjukkan angka 3 sore, saya bergegas untuk keluar dari area theme park dan menuju ke bangunan Tourist Information. Mbak petugasnya baik banget, dia membantu saya mengorderkan travel van ke langganannya sepertinya, untungnya jamnya masih keburu. Saya tinggal duduk manis di ruangan ini sambil menunggu travel yang ditelpon mbaknya tiba.

santorini park
Tempat Tourist Information

Baru tahu juga kalau travel disini bisa menaikkan atau menurunkan penumpang di tengah perjalanan. Travel pulang kali ini disopiri oleh bapak tua, tapi kemahiran menyetirnya luar biasa, kencang. Lebih kencang daripada travel saya waktu berangkat.


Bangkok
Suasana jalanan di Bangkok

Travel saya tidak mempunyai tujuan di daerah hotel saya berada, tetapi berhenti di terminal Ekkamai. Dari terminal Ekkamai tinggal berjalan menuju arah luar terminal dan cari tangga untuk menuju BTS Ekkamai, lalu sesuaikan dimana lokasi BTS terdekat dengan hotel.

BTS di Bangkok

Dari BTS Ekkamai yang masih senja, saya tiba di hotel sudah gelap sekitar jam 7. Perjalanan belum berakhir, karena malam itu saya harus menggeret koper dan kembali berjalan menuju BTS Siam untuk check-in di hotel yang baru.


Perlu diingat :
- Jam buka Santorini Park
  Senin - Jumat : Jam 09.30 am - 06.30 pm
  Sabtu, Minggu & Libur Nasional : Jam 09.00 am - 06.30 pm




















Comments

  1. Menarik seni bina bangunan yang ada di sini. ohh bisa ya berhenti dimana-mana guna perkhidmatan kenderaan awam. baru tahu juga tu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak bangunannya dibuat mirip dengan yang ada di Yunani.
      Travelnya mungkin semacam angkot exklusive ya, jadi bisa menurunkan atau menaikkan penumpang ditengah perjalanan, tapi sepertinya untuk bisa naik si penumpang sebelumnya janjian dulu sama drivernya jam berapa

      Delete
  2. ya ampon penasaran bet sama thailand :' deket dari indo juga soalnya sih ya.

    pankapan deh.

    thailand corona gini sepi juga yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. asikk ditunggu ceritanya ya mas febri.
      Dibilang deket ya mayan juga, karena masih satu kawasan asia tenggara juga ya hehehe

      kayaknya sejak wabah corona ini muncul, beberapa tempat wisata mungkin terlihat sepi dan orang-orang juga waspada sama diri sendiri

      Delete
  3. Mbaaa, berani banget nih sih dirimu hahaha.
    Kalau saya udah kayak anak ayam kehilangan induk itu mah, sampai berlibur ke tempat yang jauh dari kota.

    Kalau di daerah yang berbahasa Inggris semua mungkin masih bisa bikin tenang, ini ngomongnya kek film horor aja (kebanyakan nonton horor Thailand hahaha)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha banyakin doa mbak
      ada rasa takutnya tapi sok cool aja mukanya

      nahh kalo kebanyakan bisa bahasa inggris masih mending, kalo ke negara yang rata-rata orangnya nggak bisa bahasa inggris agak susah juga, jurus bahasa kalbu yang dipakai hahaha

      Delete
    2. Nah bener.
      Saya pernah baca di postingan Mbak Trinity, sampai dia beli gelang traveler yang ada gambar beberapa benda atau kegiatan.

      Ada toilet, ada money changer, resto atau hotel hahaha.

      Abisnya, kalau nanya nggak nyambung pakai bahasa planet :D

      Delete
  4. Woaaah salut sama mba, berani pergi sendirian :))

    Santorini Park Hua Hin juga salah satu tempat di Thailand yang saya suka setelah Khao Yai area, cuma sayangnya di Hua Hin nggak begitu banyak tempat yang dilihat, jadinya waktu ke sana pun cuma PP seharian seperti mba Ainun lakukan :D hihi, jadi ingat kalau saya belum update cerita lanjutan di Thailand. Habis baca tulisan mba ini, jadi ingin main lagi ke Thailand, selalu menyenangkan soalnya :3 thanks for sharing mbaaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha modal "pede dan nekat" mbak

      Khao yai aku juga penasaran sebenernya, cuman waktu yang nggak memungkinkan. Di Hua Hin sepertinya yang banyak dibahas night marketnya, tempat nongkrong yang dipinggir pantai, seenspace

      ayo mbak cerita thailandnya dilanjutin, aku tungguin dah :)

      Delete
  5. Asyik banget Mba bisa jalan-jalan ke sana. Semoga bisa ke sana juga suatu hari aamiin. Atau ke Santorini aslinya ya hehe. Saat saat takut tersesat adalah saat paling seru menurut saya selagi jalan-jalan. bisa jadi cerita dan berasa berpetualang sungguhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminn suatu saat semoga bisa kesana juga ya
      seni nyasar bisa jadi cerita ya hehe, ada kenangannya juga

      Delete
  6. Saya kira Santorini di Yunani, etapi aku juga pernah nemu sih hotel ala Santorini di Gili Trawangan Lombok. Kalau udah denger Santorini ngebayangin rumah-rumah yang didesain dengan perpaduan warna putih biru ya, instagrammable

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya hotel yang di Gili Trawangan model Santorini ini baru ya? terakhir kesana aku nggak nemuin, apa mungkin kelewat

      Iya bener kalo denger kata Santorini yang langsung terpikir adalah bangunan khas dengan warna putih biru dan bangunan yang terletak berundak-undak cantik plus laut biru

      Delete
  7. Mango Sticky Ricenya lucu banget ya ampun. Gak tega juga makannya itu haha. Kreatif nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa aku nggak nyangka bisa dibentuk seperti itu, pinter nih yang punya ahaha

      Delete
  8. Kalo denger Santorini aku jari teringat nama gereja. Ternyata itu nama sebuah taman di Thailand juga yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak di Thailand ada theme park Santorini juga, beberapa bagiannya dibuat mirip dengan Santorini Yunani

      Delete
  9. Duh nyesel kemaren enggak ke Santorini! Cakep banget yaa ternyata huhuhuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Next time Ky dilanjutin explore Hua Hin nya, banyak ya yang pengen didatengi sampe waktunya takut nggak keburu sama travel pulangnya

      Delete
  10. Aku dua kali ke Hua Hin, ngga sempat ke Santorini Park ... Ya karena ada kerjaan sih waktu itu. CUma malamnya doang yang sempat ke street food.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiks aku ngga sempet ke street foodnya, harusnya sempet karena cancel hotel. Next ahh kesana lagi

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang