6 Tempat Wisata Wajib Ketika Mengunjungi Saigon, Ho Chi Minh City

9:54 PM
Jadi, selama satu hari mengikuti tour di Ho Chi Minh City, saya pergi kemana aja? Nah ini dia cerita selanjutnya.

1. Mampir sebentar ke Cao Dai Temple

Setelah tujuan pertama menyambangi Cu Chi Tunnels, mini bus yang saya tumpangi kembali menuju pusat kota. Di tengah perjalanan, ternyata bis membelokkan kemudinya memasuki sebuah tempat ibadah. Bapak Guide menjelaskan dengan semangatnya, sementara saya asik mengamati lingkungan sekitar. Saya mengikuti teman teman bule yang serombongan berjalan menuju tempat ibadah tersebut, yang akhirnya saya baru tahu kalau tempat ini adalah Cao Dai Temple.



Tampak dari pintu masuk gerbang, bangunan dengan dua buah menara disamping kanan dan kiri di bagian depan Temple dan dilapisi cat berwarna kuning cerah yang menarik perhatian  mata saya. Arsitekturnya unik.


Ketika saya tiba di Cao Dai Temple bertepatan dengan berjalannya ibadah umat. Oya, menurut mbah Google nih, Cao Dai Temple ini merupakan tempat ibadah bagi penganut agama Cao Dai dan menganggap semua agama adalah sama dan Tao adalah sebutan untuk dewa tertinggi.


View dari lantai 2

Di dalam area Temple, pengunjung nggak bebas untuk ngobrol, jelas aja lah wong barengan dengan sembahyangnya umat lain, jadi saya hanya cukup mengagumi keindahan tempat ibadah ini dan mengabadikan mereka yang melakukan ibadahnya dengan khusyuk.

Nggak ngerti artinya

Mata saya menangkap atap Cao Dai Temple berwarna biru muda layaknya awan biru, cantik sekali. Lantai keramik dengan desain vintage-nya, pilar yang berdiri kokoh dengan balutan ornamennya yang unik, yang saya sendiri juga tidak tahu wujud apa sebenarnya itu. Barisan penganut agama Cao Dai yang duduk berkelompok berdasarkan warna pakaiannya, ada yang berwarna putih, biru, merah maupun kuning.


Puas mengagumi sisi dalam Cao Dai Temple, saya bergegas keluar area ibadah ini, kembali bercengkrama dengan Bapak Guide Tua nan humoris.

2. Melihat tempat pembuatan keramik

Sepertinya jasa agent travel di HCMC ini, isi itinerarynya sama semua, ketika sampai di tempat pembuatan keramik, warna mobil jenis minibus yang parkir pun mirip.

"Wahhh sepertinya banyak turis di dalam", pikir saya

Setelah Guide muda beramah tamah dengan si pemandu lokal di tempat kerajinan keramik ini, rombongan saya mulai disambut dan dijelaskan di depan pintu masuk dengan media papan yang amat lebar mengenai proses pembuatan keramik.





Guide nya berganti dengan mbak ini. Pemandu dari tempat kerajinan ini


Karena keterbatasan bahasa, turis dan pengrajin hanya saling terdiam mengagumi satu sama lain #ehhAhhh. Tangan terampil dan cekatan pekerja paruh baya disini membuat saya kagum, wow, udah itu aja. Mereka sudah terbiasa membuat kerajinan dari remahan beling-beling (kaca) keramik. Di tempat ini juga disediakan ruangan tempat memajang hasil karya para pekerja tersebut dan jika turis berminat bisa langsung dibungkus pulang. Alhasil, saya tidak tertarik untuk membelinya hehehe.


3. Mengunjungi pasar ikonik Ben Than Market

Manalagi pasar yang hits di HCMC? Setahu saya Benh Tan Market ini, karena fotonya terpajang di selebaran kartu pos yang sering dijadikan buah tangan ketika ke HCMC.

Wisata ke Pasar seperti ini (Foto dari Google)

Si Guide memberi waktu kurang lebih satu jam untuk explore daerah ini. Oke, saya berpisah dengan rombongan dan mulai sok tahu berjalan menjelajahi area dalam pasar yang ternyata membingungkan.
Kondisi Benh Tan Market tidak jauh berbeda dengan pasar-pasar induk di Indonesia, beragam kebutuhan tersedia di sini. Bau menyengat khas pasar pun terutama di area basah juga dijumpai di sini.

Karena sudah cukup bosan, saya pun mulai berputar-putar mencari pintu keluar dan susah.

Ada cerita lucu juga waktu mencari pintu keluar pasar ini, saya bertemu dengan teman serombongan, lebih tepatnya ibu-ibu dan dia tidak bisa bahasa Inggris, alhasil selama mencari pintu keluar hanya berkomunikasi dengan bahasa isyarat #TarzanModeOn


4. Foto kece di Gereja Catedral Notre Dame & Kantor Pos Saigon

Tujuan berikutnya yaitu mengunjungi Gereja Katedral  Notre Dame. Untuk area yang digunakan sebagai tempat berdoa ditutup untuk umum, jadi pengunjung hanya bisa di teras dalamnya saja dan mengabadikan area dalam dari luar. Luar biasa cantiknya gereja ini dan udaranya sejuk. Di depan gereja, terdapat zebra cross dan sering dijadikan area untuk berfoto oleh kelompok Influencer.

Gereja Iconic di Saigon

Berseberangan dengan gereja terdapat Kantor Pos Saigon. Memasuki kantor pos ini, mata akan disambut oleh keriuhan khas pengunjung kantor pos, ada yang sibuk dengan kiriman paketnya dan ada juga yang sibuk mengambil gambar, seperti saya.

Gambar dari Google

Di kantor pos ini, ada salah satu sudut yang dijadikan area tempat menjual pernak pernik khas Saigon. Jadi, tidak perlu bersusah payah mencari toko oleh-oleh lain lagi kalau merasa capek jalan.

5. Mengenal Sejarah di War Remnants Museum

Iya, biar pinter gitu maksudnya, jadi, saya diajak mengunjungi War Remnants Museum. Memasuki halaman depan Museum ini, awalnya saya pikir akan membosankan, karena di halaman banyak kendaraan tempur seperti tank.

Selamat Datang

Kumpul barisan sebelum memisahkan diri

 Sebelum seluruh peserta memisahkan diri, Guide mengumpulkan saya dan rombongan
"Ahh Malaysian, where is Malaysian?" tanyanya pada kita semua

Reflek semua peserta saling berpandangan, kan nggak ada yang dari Malaysia. Ternyata, yang dia maksud adalah saya, yaa mungkin karena muka Asia Tenggara jadi dianggap orang Malaysia

Setelah petunjuk dan berapa lama waktu yang diberikan kepada saya dan rombongan, kaki kembali melangkah menaiki anak tangga dan sampailah di Lobi bangunan, lalu mulai naik ke lantai dua. Di lantai dua terdapat banyak ruang dan pajangan foto-foto "mengerikan" jaman penjajahan dulu. Saya sampai terdiam cukup lama di depan foto yang mana anak kecil ataupun bayi menjadi korban kekejaman penjajah. Sadis banget



Cukup puas mengitari bagian dalam gedung, saya keluar gedung untuk mengexplore sisi luar, yaitu melihat sel penjara yang digunakan untuk menyiksa warga Vietnam sehingga menyebabkan mereka tewas perlahan.

Masuk ke wilayah "tempat penyiksaan"



Beberapa replika atau gambaran ketika penyiksaan
6. Main sebentar ke Reunification Palace Saigon

Reunification Palace merupakan Istana Kepresidenan Pemerintah Saigon, yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempat bekerjanya Sang Presiden. Istana ini berdiri diatas lahan seluas 12 Hektar, menurut Google pastinya.

Tampak depan (foto dari Google)

Saya dan rombongan sibuk memisahkan diri masing-masing, saya pun mulai mengexplore lantai demi lantai. Kesan pertama, bersih banget Istananya. Hampir semua ruang bersejarah di batasi dengan tali pembatas, agar turis  nggak sembarangan memegang benda-benda disana.

Di Istana ini terdapat ruang bawah tanah dengan lebar jalan sekitar 1 meter, sempit banget. Saya sendiri sampai susah menemukan kembali pintu keluar dan memilih mengikuti turis lain agar sukses keluar dari ruang bawah tanah yang agak pengap ini.

Di sisi lain yaitu di Rooftop Istana terdapat Helipad sekaligus dengan Helicopter tentunya, view dari atas cukup menyejukkan mata, dapat melihat jalanan besar di depan Istana dan halaman Istana yang dihiasi dengan air mancur di tengahnya.
Sayang banget nih, file foto saya lenyap entah kemana, padahal view dari Rooftop keceh banget. Hiks


Agenda acara diatas sudah menghabiskan waktu dari pagi hingga sore. Tidak semua tempat bersejarah dikunjungi dalam satu paket tur ini. Jadi, memang lebih asik jalan sendiri dan mengexplore kota tanpa batasan waktu. Tapi kalaupun jalan sendiri, mungkin kebanyakan dari turis Indo memilih tempat-tempat yang sudah "hits", jadinya pasti kesana kesitu aja.

Waktu mengikuti tur lokal ini, saya juga diajak singgah ke Kuil, menyaksikan warga lokal yang sibuk dengan ritual ibadahnya, asalkan tidak mengganggu dan lokasinya juga bukan terletak di wilayah touristy, jadi kalau mau mencari sendiri pun akan ribet.

Kabari ya kalau kalian Saigon,  mau foto ulang lagi nih hehehe

13 comments:

  1. Semua tempat yang dikunjungi ini sangat menarik terutama tempat pembuatan keramik dan gerejanya. Enjoy your trip, sist.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, aku sendiri suka sama detail gerejanya, cantik

      Delete
    2. Toss dulu donk hehehehe :D

      Delete
  2. Wah seru yah mbak bs jalan2 ke Vietnam, aku jg pengen ksna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk mas joe, kalo ke Vietnam berasa kaya krn nilai tukar mata uangnya

      Delete
  3. duh vietnam, jangankan kesana ke luar negeri aja belum pernah, semoga bisa terealisasi bisa keluar negeri :)
    btw salam kenal ya mbak Ainun :)

    ReplyDelete
  4. aminn, semoga segera terealisasi ya mas aldi, btw, salam kenal balik :)

    ReplyDelete
  5. wah thanks for sharing.. jadi nostalgia sendiri dan kangen Vietnam coffee.. seneng banget disini uangnya jadi banyak, dan 9 tahun lalu dimana-mana ada wifi.. apalagi sekarang ya.

    Cheers,
    curiousaboutbeauty.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya orang indo kaya kalau kesana
      wow 9 taun lalu lumayan juga, dulu aja udah wifian, sekrang pasti kecepatan wifinya jadi ruar biasa :D

      Delete
  6. oooh Dao Tai ini nama agama toh
    maklum, perbendaharaan agama ku dikit

    ben than market ini kayak pasar di Indonesia ya. hanya beda di ornamen eksteriornya

    wuaaaah semoga aku ke sini lekas-lekas
    💕💕

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mb, kalau pasar dimana2 pasti ya gitu2 aja, tapi feel / eksteriornya beda, apalagi kalo unik2 gitu, betah mungkin

      Delete
  7. Ya ampunnn, Cao Dai Temple nya keren banget yak, suka liat perpaduan warnanya kayak gitu :)
    Tapi yang penjara itu serem banget hiks

    Seru banget nih jalan2 ke sini, apalagi bisa kenal sejarah di negara lain.
    Semoga bisa ke sana juga aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mb perpaduan warna di Temple nya bikin seger dimata. Amin semoga disegerakan ke sana juga mb

      Delete

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Powered by Blogger.