Cerita Liburan Bersama Kapal ASDP Indonesia Ferry

Tidak pernah terpikir oleh saya untuk menggunakan moda transportasi laut terutama untuk perjalanan jauh antar pulau. Seringkali roadtrip dari semenjak kecil pun menggunakan kendaraan pribadi dan sebatas hanya sampai di Pulau Jawa saja. Biasanya setiap tahun saya merencakan liburan dengan destinasi antar pulau dan itupun menggunakan transportasi udara. Pada tahun 2010 saya mencari destinasi liburan dan memutuskan berlibur ke Karimunjawa via Jepara. Untuk menuju Karimunjawa dari Kabupaten Jepara, saya harus menggunakan Kapal Ferry dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih 6 jam. 

Gerbang Masuk Pelabuhan Jepara

Persiapan dimulai dari pagi di penginapan tempat saya menginap dengan mulai menata kembali barang bawaan di tas, agar tidak terlalu banyak barang bawaan yang dibawa. Semangat sekali saya waktu itu mengetahui akan menggunakan Kapal Ferry untuk pertama kalinya. Karena masih pagi sampai di pelabuhan, saya menyempatkan untuk berjalan-jalan sebentar di kawasan pelabuhan. 

Jalan Utama Menuju Pelabuhan Jepara

Tidak lama kemudian, teman satu rombongan dengan saya mulai menuju loket pembelian tiket kapal. Beruntungnya, meskipun saat itu libur lebaran, saya dan teman-teman masih mendapatkan tiket kapal. Ketika jam menunjukkan waktu keberangkatan, pukul 8 pagi, saya mulai berjalan menuju kapal. 

"Akhirnya berlibur juga menggunakan Kapal Ferry" batin saya antusias

Loket Pembelian Tiket KMP Muria
Harga Tiket Yang Terjangkau

Mobil dan motor pribadi penumpang lainnya satu-persatu mulai memasuki bagian bawah kapal, ada yang memang ingin menghabiskan waktu dengan berlibur ke Karimunjawa dan adapula warga lokal yang pulang ke kampung halamannya. Terlihat di wajah mereka senyum bahagia untuk tidak sabar menginjakkan kaki di pulau yang mempunyai alam laut yang luar biasa indahnya.


Saya mulai mengamati bagian dalam Kapal Ferry KMP Muria yang saya tumpangi ini, terdapat fasilitas hiburan seperti televisi, toilet umum dan petugas yang menjual jajanan ringan untuk dinikmati sepanjang perjalanan. 

Hiburan Untuk Penumpang

Penumpang Mulai Memasuki Bagian Dalam Kapal
Fasilitas Toilet

Perjalanan yang baru saya lalui beberapa jam ini, membuat saya tidak betah untuk duduk manis saja di bagian dalam kapal. Saya memutuskan untuk naik ke deck atas. Saya mulai menikmati angin laut dengan pemandangan laut lepas, tidak hanya saya saja yang naik menuju deck atas ini, beberapa penumpang lain juga tidak mau kalah untuk mengambil momen perjalanannya dengan kamera masing-masing. Keberadaan KMP Muria saat ini sudah digantikan oleh KMP Siginjai, yang mampu menembus ombak yang cukup tinggi.

Mulai Meninggalkan Kabupaten Jepara

View Dari Deck Atas Kapal

Puas menikmati pemandangan laut, saya kembali ke dalam dan tidak lama waktu berselang, sepertinya saya mulai mabuk laut 😀. Saya pun memilih untuk tidur selama di perjalanan sampai ketika kapal mulai merapat ke dermaga Karimunjawa.

Selamat Datang di Kepulauan Karimunjawa

Selama di Karimunjawa saya mengunjungi beberapa pantai cantik yang ada disana, seperti Pantai Nirwana, disini merupakan tempat yang tepat untuk menikmati matahari terbenam. Hari berikutnya saya melanjutkan perjalanan menuju pulau-pulau kecil di sekitar Kepulauan Karimunjawa dengan menggunakan kapal kecil milik masyarakat setempat. 

Tujuan pertama saya adalah Pulau Menjangan Besar, di pulau ini terdapat tempat penangkaran hiu. Pengunjung diperbolehkan berenang bersama hiu-hiu tersebut. Tenang saja, hiu disini sudah jinak meskipun ukuran mereka relatif besar. 

Selanjutnya, saya menuju ke Pulau Menjangan Kecil. Di Pulau Menjangan Kecil saya melakukan kegiatan snorkeling, tidak perlu sampai ke tengah laut untuk bisa menikmati biota laut, hanya beberapa meter dari tepi pantai, saya sudah bisa melihat beragam biota laut cantik yang ada disana. 

Pulau Menjangan Besar (sumber : dari sini)

Tidak dilupakan juga untuk mengunjungi Pulau Cemara Besar, pulau tidak berpenghuni yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Perairan di Pulau Cemara Besar ini cukup dangkal, akan tetapi tetap menyenangkan jika pengunjung termasuk saya melakukan aktivitas seperti berenang ataupun berendam di air laut. Air laut yang berwarna biru muda membuat siapa saja yang datang kesini tidak sabar untuk menceburkan dirinya ke laut. 


Puas berlibur di Kepulauan Karimunjawa, di tahun berikutnya saya memilih destinasi ke Pulau Lombok dengan perjalanan darat dan laut. Perjalanan dimulai dengan kereta api dari Jember menuju Banyuwangi terlebih dulu, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan bis malam menuju Terminal Ubung Denpasar. Untuk menuju ke Pulau Bali, saya menyeberang dengan menggunakan Kapal Ferry dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali. Perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk ditempuh selama 45 menit dengan pemandangan lampu-lampu di sepanjang pelabuhan dan Kota Banyuwangi. Fasilitas di kapal ini sama seperti KMP Muria yang saya gunakan ketika menuju Karimunjawa, terdapat toilet, kantin kecil dengan beragam jajanan ringan untuk pengunjung serta hiburan televisi.

Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Perjalanan tidak hanya berhenti sampai di Denpasar saja, saya masih melanjutkan perjalanan darat menuju Pelabuhan Padangbai. Saya tidak membeli tiket perorangan, karena tiket sudah termasuk di dalam harga tiket bis yang saya tumpangi dari Terminal Ubung. Menjelang tengah malam, kapal perlahan mulai meninggalkan dermaga dan hanya pemandangan laut Selat Lombok saja yang bisa dilihat dibawah hamparan langit malam itu. 


Menjelang pagi, hampir semua penumpang kapal terbangun dan satu persatu bergiliran mengantri menuju toilet. Saya berdecak kagum dengan pemandangan dari dalam kapal ini, saya bisa menyaksikan matahari terbit dengan sangat cantik dan tampak pula hamparan pulau berwarna kecoklatan seperti di Pulau Komodo. Perjalanan selama 6 jam ini terasa tidak lama dan membosankan. 

Pemandangan Matahari Terbit Dari Dalam Kapal

Pemandangan Sepanjang Selat Lombok

Di dalam kapal tujuan Pelabuhan Lembar ini terdapat tempat duduk indoor dengan tambahan fasilitas televisi, tempat duduk outdoor, kamar mandi, musholla dan kantin. Sekitar pukul 8 pagi, kapal yang saya tumpangi mulai merapat di Pelabuhan Lembar Lombok

Penumpang Di Dalam Kapal Tujuan Lombok

Pelabuhan Lembar Lombok

Asyiknya Naik ASDP Kapal Ferry

Kapal Ferry yang selama ini saya gunakan dalam perjalanan liburan, menjadi bagian dari PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) dibawah kepemimpinan dari Kementerian Perhubungan.
Sesuai dengan Visi Perusahaan yaitu "menjadikan perusahaan jasa pelabuhan dan penyeberangan yang terbaik dan terbesar di tingkat regional serta mampu memberikan nilai tambah bagi stakeholders", PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) berusaha memberikan pelayanan terbaiknya kepada penumpang supaya dapat menikmati perjalanan laut dengan aman dan nyaman di 35 Pelabuhan yang tersebar di Indonesia. 


PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) memiliki jasa kepelabuhan yang tidak hanya memberikan jasa pengangkutan penumpang saja, tetapi juga menyediakan pelayanan jasa terminal, penyediaan dan/atau pelayanan pengisian bahan bakar dan air bersih, penyediaan dan/atau pelayanan jasa penundaan kapal (tug boat) dan masih banyak lagi pelayanan lainnya yang disediakan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Apalagi sampai dengan tahun 2015, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyediakan layanan penyeberangan di 180 lintasan yang dilayani 135 kapal baik komersial dan perintis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Saat ini, apabila merencakan liburan dengan menggunakan moda transportasi Kapal Ferry sudah semakin mudah, karena tiket pembelian kapal dapat dibeli online melalui website ASDP Indonesia Ferry

Pilih Tujuan


Jangan Lupa Untuk Memilih Jadwal Kapal

Pemesanan Tiket Kapal Ferry

Proses pemesanan online tiket Kapal Ferry ini sangat mudah, saya harus masuk ke laman website tiket.indonesiaferry.co.id, lalu langkah selanjutnya adalah

1. Memilih Lokasi Pemberangkatan dan Tujuan Pelabuhan
2. Tentukan Tanggal Keberangkatan
3. Pilih Jenis Layanan. Terdapat pilihan sebagai penumpang atau kendaraan
4. Pilih Jadwal Keberangkatan Kapal
5. Masukkan Data Pemesan
6. Proses Terakhir adalah Pembayaran. Pembayaran dapat dilakukan dengan cara transfer / Virtual Account

Dengan kemudahan yang diberikan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) ini, memudahkan bagi saya dan calon penumpang lainnya untuk bepergian menggunakan transportasi laut seperti Kapal Ferry tanpa perlu mengantri membeli tiket di loket pembelian yang terdapat di setiap pelabuhan. Tentunya penumpang dapat merasakan #AsyiknyaNaik Ferry dengan rasa nyaman dan fasilitas yang baik dari PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Ayo akan liburan kemana lagi kalian? 

32 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

I Can't Wait Hardly, Nusa Penida

Pergantian tahun sudah semakin dekat saja nih, kurang lebih 6 bulan ke depan kita sudah dihadapkan dengan tahun 2019. Pasti ada beberapa diantara kalian yang mempunyai resolusi baru lagi atau bahkan resolusi lama yang belum terealisasi seperti wish list traveling dan akan dilaksanakan di tahun 2019 nanti. Semoga segera terwujud ya.

Nggak beda jauh dengan saya sendiri yang akan menghabiskan liburan akhir tahun dengan menikmati alam Indonesia yang super kaya ini. Bucket List saya tahun ini seperti biasa adalah ke pantai dan pantai. 



Wahh pantai mana lagi yang akan saya tuju ya? Yes, tentu saja di Pulau Bali, ada banyak sekali pantai cantik di sana. Incaran saya kali ini tentunya adalah kawasan Nusa Penida, nggak bakalan bosen balik dan balik lagi ke Bali maupun ke Nusa Penida ini. Apalagi kali ini saya ke Bali dengan sahabat saya. Siapa sih yang nggak pernah dengar Nusa Penida? Pernah dengar semua dong ya dengan kecantikan pantai-pantai dan alam yang ada di Nusa Penida ini. 

Baiklah, sedikit gambaran nih mengenai Nusa Penida yaitu sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Pulau Bali dan dipisahkan oleh Selat Badung. Nusa Penida ini bertetangga dengan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, yang sama-sama memiliki daya tarik alamnya sendiri.


Ada apa di Nusa Penida ?

Banyak banget. Saya suka dan cinta sama pantai ataupun yang berbau laut laut dan laut. Bahkan saya pun sudah memiliki daftar tujuan destinasi wisata yang akan saya tuju nantinya, seperti :

Crystal Bay Beach
Namanya sudah melanglang buana dimana-mana si Crystal Bay ini, jangan sampai kalau kalian ke Nusa Penida nggak menginjakkan kaki disana. Crystal Bay ini dikelilingi oleh dua tanjung dan bukit kecil di laut lepas, warga setempat menyebutnya dengan Batu Jineng. Nah, di pantai ini saya bisa menikmati sunset dengan apik karena pantainya menghadap ke barat. Saya juga bisa snorkeling cantik disini sembari menunggu waktu sunset tiba.



Pantai Atuh
Lokasi saya selanjutnya adalah ke Pantai Atuh, pantai yang lokasinya tersembunyi ini dikelilingi oleh tebing tinggi dari tembok besar dan pasir putih yang luas. Di wilayah ini juga terdapat bukit yang disebut dengan Padasan Bukit, jadi siapapun yang ingin merasakan tidur beratapkan bintang bisa camping disini



Broken Beach
Nggak dilupakan juga, saya akan mampir ke Broken Beach atau Pasih Uug. Destinasi populer yang fotonya banyak tersebar di timeline instagram dengan ciri khasnya yaitu tebing yang terdapat lubang di tengahnya atau sebuah terowongan yang tembus dan air laut masuk ke dalam lubang tersebut sehingga seperti terperangkap di tengah-tengah terowongan. Di atas tebing yang berlubang ini, saya dan pengunjung lainnya bisa berjalan di atasnya.



Angel's Billabong
Lokasi Angel's Billabong ini berdekatan dengan Broken Beach. Angel's Billabong merupakan muara akhir dari sebuah sungai yang ada di Nusa Penida sebelum akhirnya air sungai tersebut sampai di lautan lepas. Di muara sungai ini pemandangannya semakin eksotis dengan adanya cerukan-cerukan tebing disekelilingnya sehingga tampak seperti kolam alami dengan permukaan airnya yang tenang dan jernih. Saya bisa berenang disini tapi harus hati-hati juga, nggak dianjurkan turun kalau gelombang air laut sedang besar.



Pantai Suwehan
Pantai Suwehan ini berlokasi di daerah Watas. Untuk mencapai lokasi ini, saya dan sahabat saya harus menuruni jalanan yang sempit, curam dan menurun. Setelah sampai di bawah, wahhh rasanya seperti pantai pribadi aja, jauh dari keramaian dan masih sepi pula. Air lautnya yang jernih dengan pasir putihnya yang lembut bikin betah berjemur disini sambil foto-foto sepuasnya.
Di depan pantai berdiri batu besar yang menyerupai brand Volcom, sehingga pantai ini juga disebut warga sekitar sebagai Pantai Volcom.




Pantai Kelingking
Pantai Kelingking atau Kelingking Secret Point terletak di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida. Pantai ini juga sering wara-wiri di timeline sosial media manapun. Pantainya berada di bawah tebing yang lumayan curam untuk menuruninya, meskipun sekarang ada tangga bambu tetap saja harus berhati-hati. Kalau enggan turun, saya cukup menikmati dari atas tebing saja.



Pulau Seribu
Pulau Seribu ini berada satu jalur dengan Pantai Atuh. Di lokasi ini saya bisa melihat pemandangan laut yang terdapat pulau-pulau kecil di bawah tebingnya. Di sini juga sudah dibangun rumah pohon, jadi saya bisa menikmati pemandangan laut lepas dari tempat yang lebih tinggi lagi.



Waktunya Mikirin Akomodasi 

Destinasi sudah oke, saatnya saya dan travelmate mencari tiket untuk ke Pulau Bali nih, saya paling suka kalau arrange itinerrary perjalanan sendiri tanpa terikat tur sana sini, sensasinya beda aja hehehe. Untuk hunting tiket, saya selalu lama dan plin plan dalam menentukan pilihan, soalnya pilihan harga di satu website penyedia jasa tiket online dengan website lainnya nggak berbeda jauh selisihnya. Jadi cukup menghabiskan waktu lama juga kan kalau begini caranya.

Nggak hanya urusan tiket aja yang membuat saya bingung, untuk mencari hotel pun saya sampai bolak balik buka tutup website ataupun aplikasi penyedia tiket, harga bersaing dan hotelnya bagus-bagus. Soalnya selama ini yang ada, kalau pesan tiket pesawat dan hotel melalui aplikasi atau website yang berbeda.

Biasanya nih, saya kalau nge-trip maunya banyak banget, kadang lagi pengen menginap di hotel yang unik, kadang pula lagi pengen mencari hotel yang murah dengan view hotel yang keceh. Susah kan maunya cewek  hahaha

Nah, setelah cek harga tiket dan hotel di berbagai jasa penyedia tiket dan hotel, saya memilih Traveloka sebagai partner saya kali ini, baru tahu kalau sekarang Traveloka membuka pemesanan tiket dan hotel dalam satu paket. Apalagi, kalau pesan paket pesawat hotel Traveloka secara bersamaan lebih hemat dibanding pesan terpisah, hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun. Saya kalau nemu diskonan bisa nggak tahan nih 😃

Cara pemesanannya pun mudah, saya tinggal buka aplikasi Traveloka di HP, lalu pilih tabel "Pesawat + Hotel", kemudian saya memilih kota asal penerbangan dari Surabaya sekaligus memasukkan tanggal keberangkatan dan kepulangannya. Nah, dibagian bawah ada tabel berwarna biru yang bertuliskan "Tambah Detail Penginapan", tinggal klik dan muncullah detail penginapan. Masukkan tujuan daerahnya yaitu Nusa Penida dan tanggal Check-in, taraaa Traveloka langsung menampilkan beragam pilihan hotel, tinggal pilih sesuai hati aja.




Masukkan daerah tujuan

Ketika mau bayar, ternyata ada selisih harga yaitu turun sekitar 45ribuan, lumayan banget budget segitu buat nambah beli kopi di cafe nantinya.


Kemudian klik "save" dan saya tinggal melakukan langkah terakhir yaitu membayar. Cara bayarnya pun mudah dan tersedia metode pembayaran yang beragam, mau bayar di minimarket, transfer ATM, internet banking maupun kartu kredit.

Mudah cara pesannya

Dan saya mendapatkan harga hanya dengan 1,5 juta sudah termasuk tiket pesawat dan penginapan untuk 4 malam, masih terjangkau buat kantong karyawan level standart seperti saya. Tinggal main klik klik aja di HP mudah banget dan menghemat waktu, malah saya booking sambil cemal cemil hehehe. Dan ternyata lebih murah pesan satu paket seperti ini daripada memesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah.

Sekarang sudah tenang dan nggak perlu pusing lagi mikirin soal tiket pesawat dan hotel, karena sudah beres semua urusannya. Nah, sambil nungguin waktunya berangkat liburan ke Nusa Penida yang masih lama, saya masih punya banyak waktu buat ngumpulin uang saku nih. Kalian sudah punya rencana liburan kemana lagi ? Nggak ada salahnya buat mencoba fitur dari Traveloka ini, yaitu fitur pemesanan paket tiket pesawat dan hotel dalam sekali klik aja dan dapatkan harga murah serta hemat seperti pengalaman saya ini.

Selamat merencakan liburan teman? Kabari ya, barangkali bisa berangkat bareng 😊





28 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

One Day Trip di Gili Ketapang : Seseru Apa Sih!

Gili Ketapang, awal dulu saya mendengar nama ini, saya kira ini ada di Pulau Lombok, karena Gili identik dengan Pulau Lombok. Ternyata eh ternyata Gili Ketapang ini ada di Kabupaten Probolinggo, tetangga sebelah sini, cuma 2 jam dari Jember. Malah saya nggak kepikiran sama sekali untuk tahu lebih banyak dan mencoba ngetrip kesana.

Setelah sekian purnama berlalu
Nggak ada angin maupun hujan deras, temen lama ngetrip kembali menghubungi untuk ngajak trip dadakan ke Gili Ketapang. Karena waktunya bertepatan dengan hari kejepit nasional, saya pun mengiyakan. Saya terima beres aja, dia yang ngatur pemesanan booking seat untuk jatah mobil, saya cuman tinggal bayar di tempat pas ketemu sama si agentnya.

Meeting Point di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo jam 7 pagi. Karena pagi banget, saya berangkat malam sebelumnya dan beruntung dapat tumpangan bermalam di rumah kawan lama, si Desi #RejekiAnakKluyuran. Si Desi jugalah yang dengan baiknya mengantarkan saya ke Pelabuhan pagi-pagi. God Bless U Des 😉.
Jalan menuju ke Pelabuhan ini cukup mudah, karena di daerah Kota Probolinggo banyak papan penunjuk jalan.

Selesai urusan kangen-kangenan sama Mbak Ari, temen lama trip kala itu, pas banget perahu peserta rombongan trip saya, sudah siap diberangkatkan. Setelah semua peserta naik ke kapal, saatnya dibagikan sekotak nasi buat sarapan. Sarapan diatas kapal yang berlayar ditengah laut sambil diiringi hembusan angin laut yang cukup kencang. Pfff

Kurang lebih 45 menitan sampai juga di Gili Ketapang, kapal perlahan mulai menepi ke bibir pantai pulau yang katanya google ini, dulunya adalah pulau tempat pembuangan sampah dan konon kambing yang hidup disini adalah pemakan kertas, ehhmm #TungguSampeKuLiatSendiri


Kesan Pertama Gimana?
Okey, perlahan kaki mulai menapaki hamparan pasir putih di bibir pulau, semua peserta diarahkan untuk ke gazebo yang sudah disiapkan. Berjalan menuju gazebo, saya mulai melihat ranting pohon, sampah berserakan di pasirnya yang putih, sehingga pasir putihnya terlihat kotor.


Melaju ke Gili Ketapang
Pulau tampak dari kejauhan. Bagaimana menurut kalian?

Di gazebo cukup banyak pengunjung yang berisitirahat sebentar sebelum menyeburkan diri ke laut, untungnya saya datang di waktu pagi, dan belum banyak rombongan wisatawan yang terlihat.


Hari kejepit pun tetep ramai

Kelar urusan ganti pakaian, siap foto-foto dan nyebur. Oya, di depan gazebo saya ini, terdapat beberapa tenda kecil yang didirikan, tenda ini untuk mereka yang memilih trip dengan menginap di dalam tenda alias camping gitu Jadi bisa 2 harian penuh menyusuri Gili Ketapang.

Viewnya warung, gerobak bakso dan embek

Papan nama sejuta umat

Saya pun kembali berjalan menuju pinggiran pantai untuk sekedar foto-foto. Di dekat jejeran tenda tadi, saya melihat tumpukan sampah kayu, berjalan menjauh lagi, kembali juga saya melihat sampah ranting pohon yang juga kocar kacir di tepi pantai. Duh!


Waktunya untuk nyebur!
Semua peserta antusias naik kembali ke kapal, peralatan snorkling sudah mulai dipegang satu-satu oleh mereka. Kapal perlahan bergerak mulai menjauh dari bibir pantai, 10 menit bergerak kapal berhenti, lahhh. Saya pikir ada masalah dengan mesinnya, ternyata lokasi untuk snorkling hanya berjarak sekian meter saja. Di benakku sebelumnya, aku pikir agak ditengah laut gitu.

Nyebur pertama cuman beberapa meter dari bibir pantai

Kedalamannya mungkin hanya sekitar 5 meter saja. Menurut si Guide nya, di lokasi kapal berhenti ini, kita akan berfoto dengan nemo, iya ikan nemo yang lucu itu. Baiklah, saya pun penasaran untuk menemukan mereka dan mulai mengikuti arahan dari si Guide tadi untuk nyebur menuju titik yang sudah ditentukan.

Nemo yang hits itu

Capek foto-foto dan kecibang-kecibung di spot pertama ini, kapal mulai pindah lokasi. Dan spot kedua untuk nyebur cuma muter sebentar di sisi pulau seberangnya aja. Di lokasi kedua ini, saya pun nyebur untuk foto dengan "plakat" bertuliskan Gili Ketapang yang tertanam di dasar laut, kurang lebih 1 jam-an kapal saya berlabuh di spot kedua ini.

Spot nyebur kedua, nggak jauh juga dari tepi pantai

Saatnya kembali ke daratan
Jamnya makan siang nih, saya kembali ke gazebo tadi. Karena antrian kamar mandi yang panjang, saya milih ke gazebo sebelahnya aja, kamar mandinya bersih, lebih luas pula. Bayarnya cuma 3ribu saja.  Selesai urusan membilas badan, saatnya untuk makan dengan menu ikan laut, sambal kecap, tapi nikmattt banget itu. Sambil duduk-duduk di kursi bambu yang banyak disediakan disini plus semilirnya angin laut bikin ngantuk.


Numpang mandi disini, cukup bersih kamar mandinya, bak airnya besar pula

Trip Goa Kucing
Trip selanjutnya adalah menuju destinasi Goa Kucing. Untuk menuju Goa Kucing, saya kembali menaiki perahu, karena jaraknya lumayan jauh.  Sebelum sampai Goa Kucing, saya udah keder duluan.
"Gimana kalo banyak kucing berkeliaran"
"Duhh nanti di ikuti kucing dong"

Sampai juga di Goa Kucing

Maklum penakut sama kucing. Expektasi saya ternyata salah, di Goa Kucing nggak ada kucing berkeliaran bebas.  Jadi aman buat kalian yang penakut sama kucing.

Untuk masuk menuju Goa Kucing ini, kita melewati akses pintu kecil yang sudah disediakan, saya disambut oleh bangunan pertama yaitu musholla yang banyak digunakan wisatawan untuk sekedar beristirahat. Kontur tanah di tempat ini sedikit mendaki kecil-kecilan gitu, lanjut ke bagian samping dari bangunan musholla, saya dihadapkan dengan tanah kering retak yang cukup luas lengkap dengan pohon-pohon gersangnya. Cukup poto-able.

Ini dia bagian belakang dari Goa Kucing
Jenisnya tanah kering seperti ini. Mungkin karena kemarau juga
Puas-puasin foto lompat-lompat macam ini

Berjalan kaki ke arah belakang, saya dihadapkan kembali dengan garis pantai Gili Ketapang. Pantai disini memiliki pasir pantai yang cukup bersih dan berwarna putih. Cuaca yang terik saat itu hanya mampu membuat cukup duduk manis di gazebo satu-satunya yang ada di lahan milik warga. Di sisi pantai ini, kita bisa menjumpai beberapa penjual minuman segar yang dijual oleh ibu-ibu warga setempat, bolehlah untuk sekedar melepas dahaga.

Panas

Cukup lama juga saya dan rombongan berada disisi sebelah timur Gili Ketapang ini, sampai pada saatnya saya harus kembali ke Pelabuhan Tanjung Tembaga.

Kalau kalian cuma punya waktu sehari atau hari libur kejepit mau kemana, mungkin Gili Ketapang bisa dimasukin ke dalam wish list kalian dulu nih.


Just Info :
Ada banyak operator tour yang menyediakan Open Trip Gili Ketapang, baik start dari Surabaya maupun Malang, rata-rata dimulai 120ribuan, kalau start dari Kota Probolinggo start di kisaran harga 90ribuan untuk One Day Trip ini.


19 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

latest 'gram from @ainun_isnaeni