[TERIOS] Jelajahi Eksotisme Borneo Bersama TERIOS

Pulau Kalimantan yang juga mendapat nama panggilan Borneo memiliki banyak destinasi wisata yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Dulu saya pikir, “apa sih yang menarik dari Kalimantan, kebanyakan hutan dan seringnya menjadi trending topic karena kebakaran hutannya ?”. Eits, anggapan itu ternyata salah besar. Banyak sekali destinasi menarik yang bisa dijelajahi di tanah Borneo ini.

Saya hanya sekali menginjakkan kaki di Kalimantan, yaitu di Banjarmasin dengan waktu kunjungan hanya 3 hari saja, waktu yang amat singkat untuk mengexplore seluruh keindahan alam, menikmati kuliner yang enak-enak dan saya pun berjanji pada diri sendiri kalau suatu saat nanti harus kembali lagi ke sini.

Nah, melihat potensi wisata yang perlahan mulai berkembang di Indonesia, pihak Daihatsu tahun ini kembali mengadakan sensasi bertualang seru dengan jalur darat bersama mobil tangguh New Daihatsu Terios yang bertema “Borneo Wild Adventure”. Daihatsu Terios 7 Wonders ini memiliki 7 destinasi keren yang akan dijelajahi. Saya pribadi jelas tidak akan melewatkan satu destinasi pun, karena semua destinasi pilihan Daihatsu keren banget. 

Destinasi Borneo Wild Adventure

Jadi, kemana tujuan pertama Borneo Wild Adventure nih?
Yup, Palangkaraya mendapat kehormatan untuk dijelajahi pertama kali. Kota yang dibelah Sungai Kahayan ini memiliki objek wisata alam yang menarik. Disini petualang Terios akan mendatangi “rumah asli” dari Orang Utan, melihat lebih dekat dan bertemu langsung dengan mereka pasti seru. Di TN. Sebangau, selain mengamati tingkah laku hewan lucu Orang Utan tadi, petualang Terios juga bisa menemui hewan beruang madu, macan dahan dan kucing hutan. Kalau sudah tiba di Palangkaraya, jangan lewatkan momen untuk berfoto dengan Jembatan Kahayan yang menjadi landmark dari kota dengan luas wilayah terbesar di Indonesia. Pastinya nih, tidak lengkap rasanya kalau nggak mencicipi kuliner khasnya, yaitu Juhu Singkah atau sayur rotan yang merupakan makanan khas dari Suku Dayak.

Jembatan Kahayan

Orang Utan
Palangkaraya tidak hanya seru dinikmati alam dan kulinernya, wisata budayanya pun juga menarik. Sebut saja Museum Balanga. Di Museum ini, petualang Terios disuguhi informasi tentang Suku Dayak. Semakin cerdas saja nih petualang Terios.

Museum Balanga

Destinasi selanjutnya kemana kakak? Yuk, Menikmati Kota Seribu Masjid, Banjarmasin.
Dari Palangkaraya, petualang Terios akan melanjutkan perjalanan kurang lebih 4 jam menuju Banjarmasin dengan melewati megahnya Jembatan Barito. Pastinya tidak lupa untuk menuju Kruing, yang terkenal dengan wisata kulinernya yaitu menikmati durian. Saya sendiri bukan pecinta buah durian. Siapa tahu ketika di Kruing nanti, saya berani mencobanya. Selain buah Durian, tentu saja kuliner Lontong Orari jangan sampai terlewatkan. Konon, belum afdol ke Banjarmasin kalau belum mencoba menikmati makanan khas satu ini. Makanan ini sangat unik, lontong berbentuk segitiga disiram dengan kuah nangka muda ditambah dengan ikan haruan yang sudah digoreng dan sebutir telur rebus. Ehmmm membayangkannya saja sudah bikin saya ngiler duluan.

Lontong Orari

Mengamati Tingkah Lucu Bekantan di Pulau Kaget
Bekantan adalah monyet besar berhidung besar dan panjang. Bekantan ini merupakan maskot fauna dari Banjarmasin dan jumlah populasinya di Pulau Kaget terus bertambah setiap tahunnya. Selain Bekantan, petualang Terios juga dapat melihat hewan lain seperti Kera ekor panjang dan Lutung. Pastinya, kawasan wisata di Pulau Kaget ini merupakan wisata alam yang menyenangkan.
Bekantan

Menikmati wisata alam dan kuliner di Kandangan
Tiba di Provinsi Kalimantan Selatan tidak hanya mengeksplorasi Banjarmasin saja dong. Dari Banjarmasin, perjalanan diteruskan ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan Kandangan sebagai ibukotanya.
Apa saja yang bisa dilakukan disini? Ini dia jawabannya.

Mencoba kuliner ketupat kandangan. Ketupat kandangan disediakan dengan gulai santan dan ikan haruan (gabus) yang dipanggang menggunakan arang kayu. Ikannya tidak langsung dicampur dengan kuah gulai, tetapi dibuat terpisah. Setelah dipanggang dalam tusukan sate, kemudian ikan haruan (gabus) ini dicelup dalam kuah gulai dan disajikan bersama potongan ketupat.

Ketupat kandangan. Yummy

Selain kuliner yang lezat tadi, petualang Terios dapat memacu adrenalin dengan menyusuri Sungai Amandit dengan Loksado Bamboo Rafting-nya. Apa cukup disini saja? Tentu tidak. Di Loksado, petualang Terios juga dapat mengunjungi wisata budaya di Balai Adat Malaris yang berjarak 1 km dari Loksado. Balai ini merupakan balai terbesar yang ada di Pegunungan Meratus yang dimiliki oleh masyarakat Dayak Loksado.

Seru-seruan di Bamboo Rafting Loksado
Melihat Keunikan Alam di Amuntai
Destinasi berikutnya dari rangkaian Borneo Wild Adventure yaitu singgah di Kota Amuntai. Kota ini diapit oleh dua sungai yaitu Sungai Tabalong dan Sungai Balangan. Di Kota Amuntai, petualang Terios dapat mengunjungi Candi Agung Amuntai. Objek wisata Candi ini terletak di Desa Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah. Candi Agung Amuntai merupakan peninggalan dari Kerajaan Negaradipa Khuripan dan dari Kerajaan ini akhirnya muncul Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Banjarmasin.
Candi Agung Amuntai

Ada keunikan lain tidak dari Kota Amuntai ini? Jawabannya ada dong.
Selama ini saya cukup tahu saja kalau kerbau adalah binatang yang hidup di darat dan rumput sebagai makanan sehari-harinya. Ternyata, di Amuntai ini kerbau bisa berenang. Justru karena keunikannya yang dapat berenang ini, hampir tiap tahunnya diadakan lomba renang antar kerbau rawa. Uniknya lagi, peternakan kerbau rawa ini berada di kalang yang dibangun di atas rawa. Kalang terbuat dari kayu-kayu besar yang disusun di tengah rawa sebagai tempat berteduhnya kerbau rawa tersebut. Seru ya menyaksikan lomba renang kerbau?
Kerbau Rawa Amuntai 

Selain itu, Amuntai juga terkenal dengan itik Alabionya sehingga mendapat julukan Kota Itik. Maka dari itu, kulinernya pun nggak jauh-jauh dari hewan ini, yaitu itik panggang dan itik goreng. Patut dicoba kalau ke Amuntai nih Petualang Terios!.


Perjalanan berlanjut menuju ke Desa Budaya Pampang. Disini petualang Terios bisa belajar tentang budaya dari Samarinda. Desa ini dihuni oleh suku Dayak Kenyah. Uniknya dari gedung ini karena berupa rumah adat Dayak dengan ukiran khas suku. Jangan lupa juga kalau sudah disini untuk berfoto mengenakan pakaian adatnya. Berkunjung ke Samarinda jangan lupa untuk icip-icip makanannya. Petualang Terios dapat menikmati nasi kuning khas Samarinda dengan suwiran ikan gabus. Selain itu, ada pula makanan khas seperti puyu bakar, ayam banjar sampai terong bakar. Tidak bisa menolak kalau ada makanan enak nih.

Desa Budaya Pampang
Yipii, Pulau Maratua surganya Dunia Bawah Laut
Pantai... Saya suka pantai ! Destinasi selanjutnya adalah ke pantai. Yup, destinasi terakhir Borneo Wild Adventure yaitu Maratua. Salah satu pulau terkenal di Kepulauan Derawan. Pulau Maratua sendiri berada di posisi terluar Indonesia yaitu di Laut Sulawesi yang berbatasan dengan negara Malaysia dan Filipina.

Saya sendiri suka tidak tahan kalau melihat laut dengan air biru toscanya, tidak tahan buat tidak diceburin sih. Snorkeling melihat keindahan terumbu karang disana pasti sangat menyenangkan. Saya mengetahui kalau Indonesia memiliki pantai dan laut indah seperti Maldives ini dari membaca majalah kesayangan, dari situ saya browsing dan ternyata memang indah banget. Destinasi impian untuk dunia bawah laut nih.

Biru lautnya Maratua
BERPETUALANG BERSAMA TERIOS SAHABAT PETUALANG
Borneo roadtrip ini mengharuskan untuk berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain dan akan menyenangkan jika di dukung dengan transportasi yang mumpuni juga. Perjalanan Terios 7 Wonders - Borneo Wild Adventure pas banget kalau ditemani dengan mobil Terios dari Daihatsu. Kenapa pilih Daihatsu Terios? Ini dia alasannya :

Keamanan dan Kenyamanan Daihatsu Terios tidak perlu diragukan lagi. Daihatsu Terios sudah dilengkapi dengan Dual SRS Airbag yang akan membuat pengemudi dan penumpang aman ketika terjadi benturan. Body mobil tahan banting dengan adanya Side Impact Beam dan Anti Lock Braking System jika terjadi tabrakan dari samping dan semua kursi penumpang terpasang seatbelt sehingga lebih aman.


Kadangkala untuk menghilangkan kejenuhan di jalan, lebih baik diisi dengan membaca buku kesayangan. Nah, mobil Daihatsu Terios ini menyediakan storage yang multifungsi. Buku kesayangan bisa disimpan di Glove Box maupun Seat Back Pocket. Memudahkan penumpang untuk mengambilnya. Botol minuman pun bisa ditaruh dengan aman di Door Trim Pocket serta Coin Box yang bisa dimanfaatkan untuk meletakkan uang recehan ketika membayar parkir.


Terios tangguh untuk dikendarai jarak jauh apalagi medan roadtrip di Kalimantan tidak hanya jalanan mulus saja. Masih ingat dengan cerita perjalanan Terios dari Jakarta ke Labuan Bajo tahun 2013 lalu? Daihatsu Terios sempat mampir ke Gunung Merapi di Jogya maupun Pantai Sawarna dengan kondisi jalan yang berbatuan dan tidak membuat mobil ini keok begitu saja. Suspensinya empuk dengan mesin berkapasitas 1500 cc, mesin Eliable Engine 1.5 DOHC VVT-i, mobil ini mampu melewatinya tanpa hambatan.
Tangguh

Apalagi buat saya yang hobi mendengarkan musik, mobil Daihatsu Terios ini memudahkan saya kalau menyetir untuk mengatur volume audio, tanpa harus memalingkan wajah ke dashboard audio. Karena sistem audionya sudah terintegrasi dengan kemudi.

Jadi, kemanapun perginya, mobil Daihatsu Terios tangguh dan handal untuk dikendarai dan memang benar-benar Sahabat Petualang nih.


Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Borneo Wild Adventure yang diadakan oleh Daihatsu dan viva.co.id







8 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Menginap Cantik di B&B Rumah Paris Yogyakarta

Keinginan saya untuk mencari suasana yang beda ketika liburan ke Yogyakarta adalah ”mengungsi” sementara ke Kabupaten Bantul. Mengungsinya bukan karena di Yogya sedang ada demo besar-besaran, melainkan karena saya mempunyai wish list untuk menginap di Rumah Paris. Yang membuat saya ingin menginap disini tentunya karena desain, dekorasi dan konsepnya yang berbeda dengan hotel pada umumnya.
Browsing adalah cara terbaik untuk mencari tahu lebih lanjut soal Rumah Paris sebelum memutuskan untuk memilih type kamar yang mana. Booking saya lakukan via website www.agoda.com. Penginapan Rumah Paris ini  berkonsep Bed & Breakfast. Kamar yang disediakan hanya 3 kamar dan tiap kamar memiliki dekorasi yang berbeda sesuai dengan konsepnya.

Rumah Paris tampak depan di siang hari
Rumah paris di malam hari
Meja resepsionis menyambut saya kala itu

Type kamar Shabbychic Room yaitu kamar dengan nuansa girly, lengkap dengan tungku pemanas layaknya rumah di negara yang mengalami musim dingin, kamar World Traveller dengan pernak pernik travelnya dan Beach Cottage dengan nuansa pantainya. Ketika saya booking, kamar yang tersedia pada tanggal yang saya pilih hanya tersisa Beach Cottage. Mungkin karena bertepatan dengan liburan tahun baru. Mau nggak mau harus saya pilih dong, nggak ada pilihan kamar lain sih.

Perjalanan dari Yogya saya tempuh kurang lebih 1 jam-an dengan sepeda motor. Jalan yang dilalui merupakan jalur ke Parangtritis jadi tidak sulit untuk menemukan Rumah Paris, karena di pinggir jalan besar ada plang nama yang mengarah ke jalan Rumah Paris.
Nonton TV aja betah disini

Tangga menuju lantai 2

Pernak perniknya cantik cantik kakak
Semua sudut rumah, OK buat background foto cantik

Tiba di depan Rumah Parisnya saja sudah bikin saya terkagum-kagum, keren banget dari luar.
Membuka pintu ruang tamu, disebelah kiri langsung disambut oleh mas-mas resepsionis. Langsung saya menunjukkan bukti booking via web agoda dan kunci kamar diserahkan ke saya. Masuk ke ruang tengah, saya dibuat terpesona lagi dengan interior dan dekorasinya. Ruang tengahnya menyatu dengan dapur dan meja makan, antara staf hotel dan tamu terasa tidak ada sekat.

Staf Rumah Paris mempersilahkan saya untuk menuju ke Lantai 2, karena kamar saya berada di Lantai 2. Lagi-lagi saya dibuat terpesona dengan interior di lantai 2 ini. Kursi panjang dan bantal-bantal lucu menyambut saya tepat setelah tangga kayu berakhir. Penataan interiornya pas banget dan keren. Padahal belum masuk ke kamar lho. Pintu kamar Beach Cottage segera saya buka, voilaa… lagi-lagi saya dibuat terpesona untuk kesekian kalinya.
Yes, My Room
Welcome to my room

Salah satu sisi dinding kamar


Betah kalo duduk lama-lama di toilet hehe
Rumah Paris tampak belakang

Halaman belakang
Kamar yang bersih dan atribut dengan nuansa pantai pun tertata apik di tiap sudutnya. Mengintip ke kamar mandinya, kesan yang muncul jadi nggak tega buat menggunakan kamar mandinya hahaha. 2 buah handuk bersih dan wangi, toiletries sudah siap sedia di dalamnya.






Puas mengagumi isi kamar, saya pun mulai berkeliling di Rumah Paris. Mulai dari ruang tengah sampai ke halaman belakang. Barang-barang yang dipajang disini beberapa bisa dibeli lho. Semuanya menarik dan pengen saya beli. Pajangan dengan nuansa vintage sangat menarik buat saya. Vintage bukan berarti jadul banget dong.

Oia, sebagai tamu hotel, saya bebas mau foto-foto sesuka hati selama yang saya mau. Sedangkan untuk pengunjung dibatasi waktunya, dan apabila kamar hotel sudah ada yang menghuni, pengunjung pasti sedih nggak bisa foto-foto di kamar-kamar yang ada disana.

Di halaman belakang, terdapat semacam gazebo dengan atap tanaman yang melilit diatasnya, kesannya teduh banget kalau di siang hari nongkrong disana. Di area ini kita bisa duduk manja sambil membaca buku. Everything you do, it’s like yours home.
Dapurnya keceh

Ruang tengahnya manis kan

Untuk sarapannya, saya memilih nasi goreng. Sekitar jam 8, staf hotel sudah siap dengan menu di meja makan. FYI, staf hotelnya baik dan ramah. Oya, satu rumah ini bisa disewa lho. Apalagi kalau sewanya rame-rame bersama keluarga. Pasti seru banget tuh.

Lain kali saya pasti menginap disini lagi, tentunya mau nyobain kamar yang lainnya.

Rumah Paris
Jl. Parangtritis KM 8,4
Sewon - Bantul
Yogyakarta
Follow Juga :
IG : @rumahparis

17 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

latest 'gram from @ainun_isnaeni