[Review] Tune Hotel Penang

Ada rencana liburan ke George Town alias Penang? Bingung mau nginap dimana? Sama. Hehehe.
Milih penginapan di Penang sama seperti disodorin puluhan cowok cakep didepan mata dan akhirnya galau #tsaahh.

Akomodasi di sini banyak banget pilihannya, dari hotel berbintang sampai guest house. Akhirnya saya menjatuhkan pilihan ke Tune Hotels, yang merupakan hotel dengan limited service. Pertimbangan saya memilih hotel ini karena menurut info yang saya dapat dari browsing internet, lokasinya strategis, dekat dengan Komtar, Chowrasta Market maupun tempat makan. 

Lobby Tune Hotels terdapat di lantai 2. Jadi ketika sampai di depan bangunan Tune Hotels, langsung menuju lift untuk segera Check In. Di lantai 1 bangunan Tune Hotels ini terdapat mini market Sevel dan sebuah meja resepsionis kecil yang menawarkan jasa Travel seperti Airport Transfer. 
Pintunya dengan sistem magnetik dan terintegrasi dengan sistem komputer
Untuk kamar, saya memilih single room tanpa jendela. Harga yang saya dapat untuk kamar ini setelah pajak sebesar RM 55.20. Ketika booking via website Tune Hotels.com, saya memilih tidak menggunakan AC, hair dryer, maupun toiletries dan apabila ingin menggunakan fasilitas tersebut, tentunya ada biaya tambahannya. Menurut kebijakan Tune Hotels, jam Check In adalah jam 2 siang, berhubung saya tiba jam 9 pagi, saya memutuskan untuk Check In awal dan dikenakan charge RM 15, dan itupun baru bisa masuk kamar jam 11 siang. Meskipun hotel ini berkonsep limited service, tempat tidurnya menggunakan King Koil semua. Gimana nggak betah coba. Selain itu, single room ini memiliki fasilitas kamar mandi dalam plus shower air hangat dan ruangan yang berdesaign minimalis. Untuk ukuran kamarnya memang tidak terlalu besar, berhubung saya sendirian, hal itu nggak jadi masalah buat saya. 
Tempat tidurnya empuk puk puk
Kamar mandi
Pintu kamar mandinya kaca
Tamu yang menginap di Tune Hotels mendapat fasilitas internet gratis yang berada di Lobby Lantai 2 dan untuk menggunakan internet ini harus ke resepsionisnya dulu untuk minta username dan password yang bisa digunakan kurang lebih 20 menitan. Kalau belum puas ya tinggal minta lagi aja username yang baru. Sayangnya di Tune Hotels ini tidak terdapat fasilitas breakfast. 

Dari Bandara Internasional Bayan Lepas Penang untuk menuju Tune Hotels bisa menggunakan taksi maupun bis Rapid Penang. Kalau mau gampang ya tinggal naik taksi dan langsung sampai di depan Hotel. Kalau mau coba naik Rapid Penang, langsung menuju ke halte bis di dekat pintu kedatangan internasional, naik bis 401E dan membayar sebesar RM 2.7, turunnya di Komtar Prangin Mall. Kalau nggak punya denah dimana letak Tune Hotels, mending nanya sama orang-orang sekitar yang ditemui, seperti yang saya lakukan ketika mencoba naik Rapid Penang ini, malahan beberapa orang menjawab nggak tahu dan bahkan malah menunjukkan arah jalan ke Fortune Hotel, mungkin mereka mendengar ucapan saya yang kurang jelas. Mudahnya, dari Komtar berjalan menuju ke Komtar Walk dan cari jembatan penyeberangan, dari jembatan ini sudah tampak bangunan Tune Hotels yang tinggi menjulang, tinggal ikuti saja jalanan Burmah tersebut.
Untuk balik ke Bandara Bayan Lepas, saya memanfaatkan jasa travel yang menyediakan fasilitas Airport Transfer di Lantai 1 Tune Hotels dengan membayar sebesar RM 25.

Tune Hotel
Downtown Penang 100
Jl Burmah – George Town, Penang

11 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Bersantai di Pulau Komodo


Labuan Bajo. Mendengar nama kota ini disebut, pasti yang terlintas dipikiran adalah Pulau Komodo. Yipii, bener banget. Saya dan rombongan menuju ke pelabuhan sekitar jam 8 pagi, maklum waktu itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, sehingga kita harus menunggu awak kapal selesai sholat Id.

Tujuan pertama saya adalah Pulau Kelor. Untuk mencapainya dari pelabuhan membutuhkan waktu sekitar 2 jam-an. Rasanya lamaaa sekali, tapi nggak ada bosen-bosennya, lha wong pemandangannya aja ajib. View yang tepat untuk mengambil foto yaitu dengan mendaki bukit. Puas-puasin untuk foto senarsis-narsisnya sebelum kembali turun.
View Pulau Kelor dari puncak bukit
Santai dulu disini
Ayoo renang-renang disini
Berjemur matahari
Perjalanan selanjutnya  yaitu ke Loh Buaya atau Pulau Rinca. Setelah diskusi cukup lama, saya dan rombongan memilih short trek. Tidak jauh dari bagian tiket, dibawah salah satu bangunan terlihat beberapa komodo yang tidak terlalu besar dan tampaknya dia tertidur. Berjalan ke bagian belakang, di dekat penginapan, malah lebih banyak lagi komodonya dengan ukuran yang lebih besar. Ranger mewanti-wanti untuk tidak terlalu dekat mengambil gambar dengan hewan tersebut.
Mau nemuin komodo dulu
Komodonya lagi leyeh-leyeh
Ranger memberi penjelasan soal jalur trekking
Action dulu
Naik ke atas bukit, hamparan rumput kering kekuningan menyegarkan pandangan mata, view di sekitar Pulau Rinca keren banget, takjub melihat pemandangan dari atas bukit. Perfect.
View dari atas Pulau Rinca
Aku terbanggg
Di pertengahan jalan, ranger tiba-tiba menyuruh rombongan saya untuk tidak ramai, karena kita bertemu dengan komodo yang sedang berjalan di lintasan trek. Ternyata si komodo ini menuju ke bawah pohon dan mulai membuat semacam galian untuk dia huni.

Sesuai dengan jalurnya, short trek, tentu saja perjalanan tidak membutuhkan waktu lama, tiba-tiba sudah sampai lagi di tempat pertama saya memulai trekking. Tidak jauh dari tempat pembelian tiket, terdapat gazebo yang menjual souvenir khas Komodo, mengenai harganya, cukup mahal disini.

Perjalanan hari kedua di kepulauan Komodo dilanjutkan menuju Pulau Komodo atau Loh Liang. Saya dan rombongan sempat melihat bayi komodo bertengger di atas pohon  Disini, saya bertemu juga dengan rusa yang berkeliaran bebas di alam. Selanjutnya, saya tiba di Fregata Hill, dari sini kita bisa melihat dermaga Pulau Komodo.

Dermaga Pulau Komodo dari Fregata Hill

Di Pulau Komodo, populasi komodonya lebih banyak dan berkeliaran semaunya, tentu saja Ranger berkali-kali mengingatkan untuk waspada. Berhubung saya capek jalan, saya pun duduk jongkok di bawah pohon sembari memperhatikan teman-teman saya yang sedang asyik memotret hewan-hewan itu. Ehhh tiba-tiba si Ranger lagi-lagi bilang “jangan duduk disitu, nanti tiba-tiba komodonya muncul dari arah belakang nggak tau”. Ya sudah saya kembali berdiri dan berbaur dengan teman-teman yang lain.

Perjalanan berlanjut menuju ke Pink Beach. Akhirnya rasa penasaran akan pantai pink yang terkenal itu terobati juga. Untuk menuju ke daratan, saya dan rombongan harus berenang karena kapal tidak bisa mendekat. Saya pun tidak naik ke atas bukit, karena asik dengan foto-foto, main air dan snorkeling. Pemandangan bawah air di Pantai Pink ini keren banget, harus ke sini lagi.
Pantai Pink dari kejauhan
Puas di Pink Beach, kapal bergerak menuju ke Pulau Kanawa. Di Pulau Kanawa ini tersedia banyak penginapan, kalau mau bangun tenda boleh juga. Saya sempat melihat beberapa turis yang mendirikan tenda. Nggak banyak aktivitas yang saya lakukan disini, snorkeling sudah bosan, jadinya hanya memandang beningnya laut dari gazebo dan bersantai di hammock, beberapa teman saya ada yang memilih untuk menaiki bukit dan melihat keindahan Pulau Kanawa dari atas.

Ngomongin soal Pulau Komodo nggak ada habisnya, tapi kalau hanya sekedar tulisan kayaknya kurang seru. Jadi tunggu apalagi, kemasi barang-barangmu, beli tiket dan meluncur ke Labuan Bajo.

Ayo ke Komodo

17 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

latest 'gram from @ainun_isnaeni