Rendezvouz with My Room in KL



Bisa menikmati pemandangan keren seperti ini tiap hari ?
Keren euy, tiap bangun tidur, mau menggalau, mau liat view sekitar KL, bisa banget.
Sedikit foto-foto mengenai tempat tinggal sementara saya di Malaysia yaitu apartemen yang terletak di Jl. Putra. So nice !!!
Si empunya apartemen, Andy teman CS, mengijinkan saya dan ketiga sahabat mbolang untuk menginap di apartemennya, so lucky. Dan ini sekilas foto-foto kenangan dengan tempat tinggal sementara saya di KL. 
Sarapan heboh
Twin Tower saat malam hari dilihat dari jendela kamar
Kamarnya cozy, homeeyy
Rel MRT tampak dari jendela kamar

Apartemen yang lengkap dengan segala fasilitasnya, mau renang tinggal turun ke lantai bawah, mau ke minimarket juga sudah ada di dalam apartemen, mau nge-gym tinggal ngesot. All in one deh ini "hotel"

Petronas Tower tampak dari kejauhan
View nya langsung mengarah ke Twin Tower
Ahhh jadi kangen apartemen ini lagi. By the way, gimana kabar si Andy sekarang ya? 


2 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Belanja Online ? Siapa Takut !!!


Berbelanja secara online awalnya pasti akan muncul rasa was-was, takut ketipu, saya pun juga merasakan hal seperti itu. Lambat laun tren berbelanja online makin besar, adanya toko-toko yang biasa disebut online shop mulai menjamur. Informasi mengenai belanja online pun saya dapat ketika blogwalking sejak tahun 2009. Hanya saja waktu itu saya lebih senang melihat langsung barang yang akan saya beli seperti datang ke toko, butik maupun mall, sehingga bisa menilai sendiri kualitas barangnya. 

Berhubung semakin lama saya susah mengatur waktu untuk sekedar window shopping, saya pun lebih memilih untuk berbelanja secara online. Terkadang, saat saya ingin membeli buku dan hunting ke Gramedia atau Toga Mas, ternyata buku yang saya cari tidak tersedia. Nggak habis akal dong, saya pun follow twitter penerbit buku-buku tersebut dan mulai searching di website penyedia beragam jenis buku seperti www.kutukutubuku.com. Ada plusnya belanja online di website penyedia buku-buku tersebut, seperti saya sudah bisa baca buku duluan sebelum bukunya beredar di toko buku plus dapat edisi tanda tangan dari penulisnya, seperti saat membeli buku Trinity Traveler edisi IV.
Selanjutnya, saat www.bukukita.com membuka Pre Order buku Benabook, saya pun juga memesannya secara online plus dapat edisi tanda tangan dari si penulis. Kelar membaca beberapa minggu ehh di Gramedia sudah nongol bukunya. Dan yang pasti saya sudah  baca duluan dong.
Buku yang dibeli online
Doyan belanja online pun semakin “menggila”, terutama saat ada promo dari maskapai penerbangan. Yup, sudah setahun lebih saya memilih membeli tiket pesawat langsung ke website resmi maskapai tersebut. Awalnya adalah saat maskapai Citilink membuka tiket promo ke destinasi Banjarmasin, hanya dengan kocek kurang lebih Rp. 150 ribuan saya sudah dapat tiket PP. Dan semakin lama, semakin banyak saja maskapai yang berlomba-lomba merayu pelanggannya dengan promo gilanya, seperti www.airasia.com, dan saya juga nggak mau ketinggalan dengan promo-promo seperti itu. Terkadang memang ada beberapa ketentuan yang diberlakukan oleh suatu maskapai, bahwa promo penerbangan hanya berlaku untuk pembelian secara langsung di websitenya. Meskipun tidak berlaku saat promo, saya juga masih tetap melakukan transaksi online di website www.merpati.co.id baru-baru ini. 

Transaksi online lain yang pernah saya lakukan yaitu saat melakukan pemesanan hostel via www.hostelworld.com, dengan adanya website seperti ini mempermudah saya untuk booking kamar hostel agar pada saat datang di lokasi tujuan tidak perlu direpotkan lagi dengan mencari penginapan. 

Transaksi pembayaran online shop juga semakin dipermudah, calon konsumen diberi pilihan untuk melakukan pembayaran via transfer ATM ke nomor rekening dari website yang bersangkutan bisa juga dengan internet banking. Untungnya selama ini saya bertransaksi online pun tidak pernah mengalami kendala yang besar, asal berbelanja di website resmi suatu toko dan terpecaya, kita nggak perlu takut ketipu, kalau perlu baca testimony dari pembeli lain yang sudah belanja di website tersebut. Belanja online pun menjadi mudah, kapan dan di mana saja.




1 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Melaka : Jonker Street yang Nggak Pernah mati


Menikmati malam ditemani dengan beragam makanan, pasti betah kan ? Melaka mempunyai tempat yang saya bilang tadi. Mengunjungi kawasan Jonker Street tidak bedanya dengan datang ke pasar malam, segala macam penjual makanan berjejeran di sepanjang jalan. Dari buah-buahan segar yang siap makan sampai ke makanan berat pun ada. Aneka makanan tersebut ada yang halal dan non halal, pintar-pintar memilih untuk yang Muslim. Seperti malam itu, saya dan sahabat mbolang menyusuri kehidupan malam di sana sembari mencari menu untuk makan malam. Kudapan yang bisa dicoba sambil menemani jalan-jalan santai yaitu sate celup, sayang kebanyakan yang dijual mengandung Babi dan antriannya cukup panjang. Setelah sekian lama berjalan dan keluar masuk toko pakaian, saatnya untuk mengisi perut sendiri. Maksud hati mau makan nasi goreng, tapii antriannya bikin saya keder duluan. Dan kita pun memutuskan untuk makan di Cafe Jonker. Untuk harganya cukup murah ( notanya sudah saya buang sih), masih sama dengan yang para pedagang yang antri tadi. Berhubung sepi, pesanan pun cepat datang. Sayang disini terpampang aturan untuk tidak membawa minuman dari luar. Kalau mau diam-diam pun asal tidak ketahuan, nggak masalah. 


Aneka macam mainan yang dijual disekitar Jonker Walk


Keramaian di Jonker Walk

Gapura Jonker Walk
Menu makan malam saya
Di kawasan ini juga terdapat taman yang bisa digunakan wisatawan untuk sekedar istirahat setelah mungkin terlalu banyak berjalan, yang bernama Taman Warisan Dunia Jonker Walk. 

Taman Warisan Dunia Jonker Walk
Nggak terasa waktu sudah semakin malam, meskipun begitu Jonker Walk masih tetap ramai pengunjung dan kaki saya sudah gempor kebanyakan jalan, tiba saatnya untuk kembali ke Hostel. Dalam perjalanan ke Hostel ini, saya menjumpai Masjid Kampung Kling dan Candi Sri Poyyatha. Saatnya untuk mengistirahatkan badan dan bersiap mengexplore Melaka keesokan harinya. 
 
Masjid Kampung Kling

Candi Sri Poyyatha
Hari kedua di Melaka saya kembali menjelajahi Kampong Jawa. Di Jembatan Kampong Jawa ini saya melihat tiang dengan tulisan Trek 10.000 langkah. Pagi itu tidak banyak aktivitas yang terdapat di sepanjang jalan area Kampong Jawa, mungkin karena masih sangat pagi saya keluar hostel. Kembali saya menyusuri jalanan utama menuju Stadthyus yang cukup lengang. Dan saya menyempatkan diri untuk mampir ke Kantor Pos yang tidak jauh dari kawasan Gedung Merah, lokasinya di deretan-deretan gedung di belakang Christ Church Melaka. Menikmati pagi sejenak di kawasan ini sangat menyenangkan, becak hias yang full music dan hiasan bunga dengan nuansa yang colourfull dapat menyejukkan mata. Cukup lama saya menghabiskan pagi hari di sini sembari membeli beberapa souvenir yang belum sempat terbeli sebelumnya. Selanjutnya saya kembali menyusuri Jonker Street di pagi hari yang terlihat begitu lengang, berbeda dengan malam harinya yang ramai dengan lautan manusia dan penjual aneka macam makanan. Berhubung pagi itu saya belum sarapan, saya dan sahabat bolang memutuskan untuk mencari sarapan. Ada satu tempat makan yang belum dibuka pun antriannya sungguh cetar membahana. Lagi-lagi dan tidak bosan-bosannya kita berempat memesan Chicken Rice Ball. Nama restorannya yaitu Hoe Kee, tepatnya di depan Restoran Famosa Chicken Rice Ball. 

Jembatan KG. Jawa
Plang Trek 10.000 Langkah

Belum buka pun, antrian sudah mengular
Lagi-lagi Chicken Rice Ball
Menjelang siang, saya bergegas kembali ke penginapan dan segera meluncur ke Melaka Sentral untuk menuju ke Terminal Bersepadu Selatan dan Welcome Back Again to KL. 
Someday, harus ke Melaka lagi, harus !!!



2 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

latest 'gram from @ainun_isnaeni