Tragedi Dompet

Saya tidak punya dompet...

Temen saya ngenes liat kondisi tas saya yang selalu tidak pernah ada dompet di dalamnya.
Itulah kalimat yang sering saya lontarkan disaat penagihan masalah utang perutangan di antara temen-temen. Uang tunai saya simpan disaku, itupun kalau di baju saya ada sakunya, kalau nggak ada saya nggak pernah bawa uang kemana-mana.

tragedi dompet

Hal ini bermula sejak saya sering kehilangan dompet, uang dan sejenisnya. Pernah suatu ketika, saya nggak pernah ngecek keadaan dalam tas saya, tetangga saya teriak-teriak di depan rumah, pas keluar ada seseorang yang mengaku menemukan dompet saya di pintu masuk perumahan, dia mengembalikan dengan melihat KTP yang ada di dalamnya, uang yang ada di dalam pun sudah tidak ada, saya sendiri lupa berapa nominalnya ( saking nggak pernah liat isi dompet ). Dompet ini motif tutul-tutul baju tentara, warna hijau plus bulukan pula, model dompet-dompet cowok. Cinta banget sama ini dompet, yang dibeli waktu semester awal kuliah di Malang ^^.

Sejak bertahun-tahun yang lalu alhasil saya males bawa dompet kemana-mana. Untuk menyimpan STNK dan SIM pun saya pinjam dompet koin dari beludru punya ibuku ( sampe sekarang masih saya pake dan tetep bulukan ).

Karena kebiasaan nggak pernah ngecek isi dompet setiap keluar rumah, suatu hari saya keluar dan yaa sekalian isi pulsa ( yakin dompet saya masih ada beberapa lembar puluhan ribu ), mampirlah saya ke counter langganan.

" Bapakkknyyaaaa, beli pulsa 2 nomer "

Sambar bolpoin dan kertas bersiap-siap nulis nomer hape.

Perasaan nggak enak muncul, lalu saya mengambil dompet koin tadi sambil berkata 

" Sebentar pak, aku kayaknya nggak bawa duit, aku cek dulu "

Benerrrrr, aku nggak bawa duit

" hehehe nggak jadi pak "

Yee bapaknya mesem-mesem...sebenarnya saya tengsin juga, berhubung sudah lumayan kenal, cepet-cepet menyingkir dari situ

Apalagi sekarang ada ultimatum dari ortu, uang dan segala macam kartu ATM maupun Kartu Kredit ditinggal saja dirumah, kalau mau jalan-jalan pulang dulu. Yaelah, muter bolak balik kerumah. 

Sejak itu, kalau mau pergi bawa ATM saja ( kalo niat mau beli-beli ) terutama kalau ke Toko Buku.
Kapok

Just my story

2 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

Bertemu Mie Setan di Jember


Mie Setan..

Awal mendengar namanya saya masih belum ngeh apa yang dimaksud mie setan dan kenapa dinamakan mie setan. Usut punya usut, dinamakan mie setan karena pedasnya minta ampun. Karena sama-sama penasaran, saya dan teman kantor pergi kesana. 

Dan jadilah kita memesan mie setan dengan level 3 dan 5. Awalnya teman saya ragu mengajak saya, itu dikarenakan saya habis sembuh dari sakit dan takut typus kambuh lagi. Yaa berhubung penasaran, nggak kebanyakan mikir, langsung tancap gas. Karena suka pedas, waktu pertama mencoba awalnya nggak terasa pedasnya, baru dipertengahan saja terasa, itu dikarenakan ada tambahan merica yang bikin tambah pedas. 

Porsinya lumayan mengenyangkan bahkan bagi yang tidak suka pedas mungkin porsi satu piring ceper penuh nggak bakalan habis. Dan harga yang dipatok untuk  satu porsi dengan berbagai level dari level 1 – 5 yaitu Rp. 8.000,-. Untuk minumannya sendiri dibuka dari harga Rp. 3.000,-. Yang bikin aneh dengan minuman-minuman disini, nama-nama menunya berhubungan dengan dunia per-setan-an, seperti es kuntilanak, es pocong, es tuyul dan tentu saja berbagai macam jus buah.

Mie Setan
Setiap datang ke sini, jangan heran dengan antrean panjang baik yang dibungkus maupun yang dimakan langsung di tempat. Harus sabar memang, kalau lagi tidak diburu waktu nggak ada salahnya mampir di Mie Setan yang terletak di kompek Ruko depan DPRD Jember.

0 COMMENT:

Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar biar saya senang

latest 'gram from @ainun_isnaeni